20 Mei 2013

MH78 – Bantal Emas Masal dari Negara Tropis

Manufacturing Hope 78

Dahlan Iskan - MH78  Bantal Emas

DURIAN montong lagi ditanam secara masal di PTPN VIII Jawa Barat. Saat ini sudah tertanam 250 hektare (ha) dan akhir tahun nanti sudah menjadi 1.500 ha. Tiap tahun jumlahnya terus meningkat hingga mencapai 3.000 ha. Maka, tiga tahun lagi tidak perlu impor bantal emas itu (montong dalam bahasa Thailand berarti bantal emas).

Manggis jenis wanayasa saat ini juga sudah tertanam sebanyak 250 ha. Seperti juga si bantal emas, akhir tahun ini sudah akan mencapai 1.500 hektare. Dadi Sunardi, Dirut PTPN VIII, memilih jenis wanayasa karena buahnya yang tidak terlalu besar. Pasar internasional tidak menyukai manggis yang terlalu besar. Dengan ukuran yang kecil-kecil, begitu manggis dibuka, isinya bisa dikorek dengan sendok teh.

Sambil menunggu pohon-pohon buah tropis tersebut tinggi, Dadi menanam pisang dan pepaya di sela-selanya. Tidak ayal, PTPN VIII kini sudah menghasilkan berkontainer-kontainer pepaya dan pisang.

Itu menggambarkan bahwa apa yang dicetuskan tahun lalu di Kementerian BUMN kini sudah mulai menjadi kenyataan. Selama ini kawasan tersebut dipaksa ditanami teh. Padahal, ketinggiannya tidak sampai 400 meter di atas permukaan laut. Dulu Belanda hanya mau menanam teh di lahan yang ketinggiannya di atas 600 meter.

Tapi, entah bagaimana di zaman Orde Baru lalu, lahan-lahan PTPN VIII yang di bawah 400 meter pun ditanami teh. Akibatnya, PTPN VIII selalu mengalami kerugian ratusan miliar rupiah dari lahan yang ditanami teh secara paksa ini.

Hampir saja saya memutuskan untuk menanam sorgum di lahan-lahan tersebut. Agar PTPN VIII terhindar dari kerugian. Bahkan, keputusan sudah dibuat. Untungnya, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto segera datang ke Kementerian BUMN bersama para ahli IPB. Rombongan ini membawa ide perlunya penanaman buah tropis secara besar-besaran dengan sistem korporasi.

Saya langsung menerima ide tersebut. Saking senangnya, saya sampai memukul meja keras-keras hari itu. Sampai-sampai Pak Rektor dan para ahli itu kaget. “Ini baru IPB!” teriak saya sambil memukul meja saat itu.

Saya baru sadar bahwa Indonesia sebagai negara tropis ternyata kurang memperhatikan kemampuannya menghasilkan buah tropis. Buah tropis lebih banyak dihasilkan pekarangan-pekarangan rumah. Saking kecilnya produksi buah tropis, sampai-sampai kita menyebutnya sebagai barang yang eksotis. Dan kita bangga dengan sebutan itu. Padahal, dengan gelar eksotis, berarti jumlahnya sangat sedikit.

Itulah sebabnya mengapa kita diserbu buah impor besar-besaran. Ketua Ikatan Alumni IPB Dr Said Didu menyebutkan, impor buah kita mencapai Rp 17 triliun setahun. Belum lagi bicara potensi yang bisa kita ekspor mengingat negara seperti Tiongkok, yang berpenduduk 1,3 miliar orang, tidak bisa memproduksi buah tropis.

Sebagai negara empat musim, Tiongkok hanya bisa memproduksi jenis buah-buah tertentu. Akan sangat lebar peluang kita untuk mengekspor buah tropis ke Tiongkok. Dengan demikian, banjirnya buah dari Tiongkok akan kita imbangi dengan banjirnya buah tropis di Tiongkok.

PTPN XII di Jatim juga sudah memulai. Pisang, pepaya, melon emas, dan makadamianya sudah mulai menghasilkan. Singgih Irwan Basri, Dirut PTPN XII, mengatakan akan terus menanam buah tropis di lahannya yang mencapai 60.000 ha. Di samping menanam sorgum di tanah-tanah marginalnya.

Tahun ini tanaman sorgumnya sudah bisa mencapai 3.000 ha. Irwan juga bergerak cepat sehingga soal sorgum dan tanaman buah tropis yang baru digagas tahun lalu sudah mulai terlaksana di lapangan.

Pengalaman seorang praktisi di Jateng, Pratomo, tanaman buah tropis benar-benar harus digalakkan di Indonesia. Setelah terjun ke buah tropis sejak lima tahun lalu, Pratomo menyimpulkan, tiap ha tanahnya menghasilkan di atas Rp 100 juta per tahun. Tidak ada yang di bawah Rp 100 juta. Bandingkan dengan hasil tanaman tebu, padi, dan palawija.

Di antara tanaman-tanaman buah tropis itu, menurut Pratomo, buah naga yang hasilnya paling besar. Bisa mencapai Rp 150 juta per ha per tahun. Durian menduduki ranking kedua dengan Rp 130 juta per ha per tahun. Kelengkeng, seperti jenis itoh, bisa menghasilkan Rp 120 juta per ha per tahun. Bandingkan dengan karet yang hanya sekitar Rp 20 juta per ha per tahun.

Syaratnya, tanaman buah tropis tersebut ditanam dengan sistem yang benar, dipupuk dengan benar, dan dirawat dengan benar. Bukan dibiarkan tumbuh apa adanya seperti pohon buah milik perorangan yang ada di pekarangan-pekarangan. Kelengkeng itoh, misalnya, satu pohon bisa menghasilkan 150 kg. Buahnya kesat, kadar manisnya mencapai 22, dan tidak mudah berubah cokelat.

Salah satu bentuk perawatan yang diperlukan adalah memperbaiki sistem pengairannya. Terutama untuk musim kemarau. Pratomo selalu membuat kolam di puncak bukit. Kolam itu dilapisi membran.

Di musim hujan, kolam seluas 40 x 60 meter tersebut menampung air hujan. Air itulah yang dialirkan melalui pipa-pipa kecil ke pohon-pohon di sekitarnya tanpa biaya pompa. Karena kolamnya berada di lokasi paling tinggi. Setiap kolam bisa mengairi 20 ha tanaman buah tropis selama musim kemarau.

Pekan lalu IPB mengadakan acara besar untuk menandai dimulainya gerakan menanam buah tropis dengan sistem korporasi ini. Di situ diadakan pameran buah tropis yang menyajikan penemuan-penemuan varietas baru. BUMN akan menangkap semua pemikiran dan penemuan yang ditelurkan IPB itu. Revolusi oranye bisa dimulai IPB. Setelah PTPN VIII dan PTPN XII, yang lain pun, termasuk yang di Sumut dan Jateng, segera mengikutinya.

Indonesia adalah negara tropis yang sangat besar. Harus menjadi penghasil buah tropis yang terbesar pula. Dalam waktu yang tidak terlalu lama. (*) read more »

20 Mei 2013

700 Direktur BUMN Dikerahkan Dahlan sebagai Guru

“Saya memutuskan direktur dan direktur utama untuk mengajar di sekolahnya masing-masing,”

Dahlan Iskan BUMN Mengajar 03

TEMPO.CO, Surabaya - Sebanyak 700-an direktur seluruh badan usaha milik negara dikerahkan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai guru di seluruh daerah. Mereka ikut andil dalam program “Direktur BUMN Mengajar” dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada hari ini. read more »

21 Mei 2013

Dahlan Iskan tegaskan ekonomi Indonesia maju

“Saya kaget dengan jawaban kalian, kalian mengatakan Indonesia memang tidak bagus seperti yang kalian harapkan, tapi kalian mampu menilai bahwa kondisi yang tidak bagus itu hanya dapat diperbaiki dengan perbuatan,”

Surabaya (ANTARA News) – Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan bahwa kondisi Indonesia secara politik terkesan “bobrok” sebagaimana tayangan media massa, tapi kondisi ekonomi justru sangat baik. read more »

21 Mei 2013

Aksi Bos PLN Mengajar Ratusan Siswa SMAN 8 Malang

“Tak usah memikirkan bagaimana mencapainya. Yang penting hebat, dan memang panggilan jiwa sendiri,”

Aksi Bos PLN Mengajar Ratusan Siswa SMAN 8 Malang

Liputan6.com, Jakarta : Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji beralih jadi guru sehari di SMA Negeri 8 Malang, Jawa Timur pada Senin (20/5/2013). Tak hanya mengajar, pria kelahiran 2 Agustus 1961 tersebut juga mengajak ratusan siswa-siswi SMAN 8 agar memiliki cita-cita hebat. read more »
21 Mei 2013

Gerakan direksi BUMN mengajar berikan wawasan baru

“Keren, inspiratif, jadi dalam hidup ini jangan mudah menyerah dalam menghadapi masalah, terus berusaha,”

Jakarta (ANTARA News) – Gerakan direksi mengajar memberikan wawasan dan gambaran baru bagaimana menggapai kesuksesan.

“Saya sangat mendukung sekali karena program ini adalah salah satu hal yang sangat positif terutama di bidang pendidikan dimana anak-anak tidak saja cukup diberikan materi di sekolah, tapi mereka harus mempunyai gambaran misalnya direktur itu seperti apa,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 31 Jakarta, Era Yulvita. read more »

21 Mei 2013

Dirut Pertamina motivasi siswa SMA 2 Cikampek

“Jangan pernah menyianyiakan kesempatan, harus berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin”
Dahlan Iskan BUMN Mengajar 07

Sindonews.com – Dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan mengajar di SMA 2 Cikampek Jawa Barat (Jabar) yang disambut antusias ratusan siswa. read more »

21 Mei 2013

Direksi PTDI Transfer Ilmu dan Pengetahuan Pelajar SMA

“Masa depan kedirgantaraan Indonesia tentu ada di tangan generasi penerus kalau tidak sekarang kapan lagi bangsa ini berkiprah,”

Dahlan Iskan BUMN Mengajar 06

read more »

20 Mei 2013

Dialog Dahlan Iskan Dengan Dua Mahasiswa

“Melalui Riset untuk Peningkatan Produktifitas”

SURABAYA - Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/5), seluruh direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) “mengajar” di seluruh Indonesia. Mereka ada yang mengajar di sekolah asalnya, atau di kampung kelahirannya dan ada pula yang mengajar di kampung halaman istri atau suaminya. read more »

20 Mei 2013

Harkitnas ala Bos BUMN, Dahlan & 143 Dirut BUMN Jadi Guru Sehari

“Jadi bukan mengajarkan pelajaran, tapi memberikan spirit supaya mahasiswa tersebut bisa termotivasi,”

Dahlan Iskan BUMN Mengajar 03

Liputan6.com, Jakarta : Untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bakal mengajar di hadapan sekitar 3.000 mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya pada Senin (20/5/2013). Tak hanya itu, pada hari ini 143 dirut perusahaan pelat merah juga ditugaskan Dahlan untuk mengajar. read more »

20 Mei 2013

Dahlan Iskan Setuju PNS dan Pegawai BUMN Berkinerja Buruk Dipecat

“Kalau aturan itu ada tentang PNS dipecat, ya kan itu bagus,”

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku sangat setuju jika pegawai BUMN atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkinerja buruk dipecat saja. read more »

20 Mei 2013

Dahlan Bakal Pamer Mobil Listrik di Ajang APEC

“Mobil listrik generasi kedua ini dipersembahkan untuk APEC di Bali,”

JAKARTA- Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan memastikan program mobil listrik memasuki generasi kedua. Mobil listrik ini akan diproduksi sebanyak 20 unit dan disponsori oleh sejumlah perusahaan BUMN seperti BRI, PGN serta Pertamina.  read more »

Kaitkata:
20 Mei 2013

BUMN yang Sering Berutang Diwarning

“Perilaku berutang memperlihatkan Indonesia masih miskin, sangat sulit lepas dari pinjaman utang luar negeri. Banyak perusahaan BUMN yang masih mengajukan utang luar negeri, sehingga kalau dilihat tidak ada dana dari dalam negeri,”

Dahlan Iskan - Hutang Negara

JAKARTA, FAJAR — Menteri BUMN Dahlan Iskan mewarning Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta mengurangi kebiasaan meminta pinjaman dari luar negeri untuk membiayai proyek-proyeknya. Kebiasaan pemerintah dan BUMN yang masih melakukan pinjaman ke luar negeri akan menambah beban APBN terus menerus. read more »

20 Mei 2013

Cara Dahlan hidupkan 22.000 hektar sawit tua

“Ini bom waktu kita selesaikan dengan cara BRI melalui BRI agro anak usaha untuk mendanai para petani melakukan replanting dengan jaminan PTPN VI dengan bunga 6 persen,”
Dahlan Iskan - Kelapa Sawit Tua

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan telah berhasil menghidupkan kembali 22.000 hektar kebun kelapa sawit tua milik masyarakat Jambi. Dahlan menyebut, perkebunan kelapa sawit itu telah berumur lebih dari 30 tahun dan dikelola oleh sekitar 11.000 kepala keluarga. read more »

20 Mei 2013

Kupasan MH78 – Buah Tropis Unggul yang Sukses Dibudidayakan di Indonesia

Tidak ada tanah yang lebih subur daripada Tanah Indonesia.

Dahlan Iskan - Buah Tropis - Klenkeng Itoh read more »

20 Mei 2013

Kupasan MH78 – IPB dan Kementrian BUMN Bahas FBBN 2013

Dahlan Iskan - Festival Buah dan Buanga - IPB

Pertemuan antara perwakilan IPB dengan kementerian BUMN untuk membahas acara Festival Bunga dan Buah Nusantara. read more »

20 Mei 2013

Kupasan MH78 – Herry Suhardiyanto, Rektor IPB

Dahlan Iskan - Rektor IPB

JAKARTA – Sidang paripurna Majelis Wali Amanah (MWA) Institut Pertanian Bogor (IPB) memilih dan menetapkan kembali Prof. Dr. Herry Suhardiyanto sebagai Rektor IPB selama lima tahun ke depan. read more »

20 Mei 2013

Kupasan MH78 – PTPN Tanam Pisang dan Pepaya Untuk Menunggu Panen Manggis dan Durian

“Manggis dan Durian masa tanamnya lama, tujuh bulan baru berbuah, sebagai subtitusinya kita menanam pisang dan pepaya yang memiliki masa panen cepat,”

PTPN Optimalkan Pemanfaatan Lahan Dukung Revolusi Oranye

DIREKTUR PTPN VII Dodi Sunardi menyebutkan pada tahun 2017 perusahaan akan mengembangkan pemanfaatan lahan seluas 9.000 hektar untuk perkebunan buah dalam rangka mendukung Revolusi Oranye. read more »

20 Mei 2013

Kupasan MH78 – Si Hitam Manis Dari Wanayasa

Dahlan Iskan - Manggis Wanayasa 2

Berbekal rasa tidak terlalu manis agak masam, kelopak daun awet, dan ukuran standar, manggis Wanayasa memikat konsumen mancanegara read more »

20 Mei 2013

Lintasan MH78 – Transformasi PTPN VIII: Kebun Teh Segera Diganti Buah-buahan

Dahlan Iskan - PTPN 8 - Kebun Teh Jalan Tol

BOGOR: PTPN VIII segera mengganti tanaman teh hasil peninggalan Belanda dengan menanan buah-buahan. Perusahaan ini berharap menjadi penghasil buah dan eksportir terbesar pada 2018. read more »

20 Mei 2013

Lintasan MH78 – PTPN VIII Siapkan Lahan 3.000 Ha Untuk Buah-Buahan Lokal

“Kami memutuskan untuk menggarap komoditas buah-buahan,”

Dahlan Iskan - ptpn 8 - menyiapakan 3000 hektar durian montong

PT Perkebuban Nusantara (PTPN) VIII menyiapkan areal perkebunan seluas 3.000 hektare  untuk melakukan alih fungsi tanaman. Langkah PTPN VIII Itu merupakan bagian rencana konversi lahan dari teh menjadi buah-buahan lokal. read more »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 165 pengikut lainnya.