Arsip untuk ‘01a. Kupasan MH’

10 November 2013

Kupasan MH102 – Lokomotif Pertumbuhan Sektor Perikanan

Agus Suherman

Merintis usaha baru, mematok target menjadi pemain utama di perikanan dan kelautan. Tahun ini menargetkan laba minimal di atas 100% RKAP.

Indonesia adalah negara maritim dengan luas wilayah laut sekitar 5.176.800 km2. Luas wilayah laut Indonesia lebih dari dua setengah kali luas daratannya. Di bentangan laut itu pula tersimpan berbagai sumber kekayaan alam yang melimpah- ruah. Sayangnya, sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang di dunia, secara teknologi industri kelautan Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga. Begitu juga dengan BUMN-nya, di sektor perikanan dan kelautan BUMN belum bisa berbuat banyak. Ironi!

3 November 2013

Lintasan MH101 – Soal Harga Inalum, Indonesia dan Jepang Bertarung di Arbitrase

Dahlan Iskan - Memperin Inalum

Jum’at, 01 November 2013

JAKARTA, GRESNEWS.COM Pemerintah memutuskan untuk maju ke badan arbitrase internasional untuk menuntaskan pengambilalihan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dari konsorsium Nippon Asahan Alumunium (NAA) Jepang. Namun langkah itu tidak menggugurkan hak Indonesia untuk mengelola Inalum.

3 November 2013

Lintasan MH101 – NAA Langsung Serahkan Aset Inalum

Dahlan iskan - Inalum

JAKARTA–Menteri Perindustrian MS. Hidayat menyatakan PT. Inalum kini resmi menjadi milik Indonesia pada Jumat (1/11).

Hal ini disampaikan Hidayat usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kompleks Istana Negara, Jakarta. Bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan, Hidayat menjelaskan beralihnya kepemilihan Inalum ini ditandai dengan berakhirnya Master Agreement for the Asahan Hydroelectric and Aluminium Project antara Indonesia dengan Jepang yang diwakili oleh Nippon Asahan Aluminium (NAA) pada Kamis (31/10).

Tag:
3 November 2013

Lintasan MH101 – Tak Kuorum, Raker Inalum di DPR Ditunda!

“Mengingat ini menyangkut persetujuan nilai transaksi yang tidak kecil, maka saya usulkan rapat ini kita tunda sampai mayoritas anggota hadir dalam rapat,” 

Dahlan Iskan - DPR Inalum Tak Kuorum

Kamis, 24 Oktober 2013
JAKARTA – Rapat kerja (raker) Komisi XI DPR RI dan Pemerintah dalam rangka membahasan usulan nilai transfer kepemilikan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), belum menghasilkan sebuah keputusan. Hal ini disebabkan oleh tidak terpenuhinya kuorum sidang sesuai aturan persidangan yang berlaku di DPR.

Tag:
26 Agustus 2013

Lintasan MH91 – Latih Siswa NTT Mengolah Sorgum

“Untuk BBM kompor di sana, 200 hektar itu kira-kira bisa untuk membantu seribu rumah tangga, jadi tidak perlu membeli minyak tanah dan ini menjadikan lingkungan lebih baik lagi. Ampasnya bisa jadi makanan sapi,” 

664609_09403205072013_BUMN-Peduli

Latih Siswa NTT Mengolah Sorgum, Dahlan: Yang Paling Bagus Dapat Rp 1 Juta

Jakarta – Sejumlah BUMN diminta memberikan pelatihan kepada 27 orang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengolah sorgum. Orang-orang tersebut merupakan siswa dan guru asal Belu dan Kupang, NTT.

5 Agustus 2013

Kilasan MH88 – Dahlan Minta BUMN Karya Hindari Proyek APBN

“Lebih baik tidak dapat proyek daripada mendapat proyek tetapi harus menyogok. Jadi, kalau memang tidak dapat proyek ya sudah,”

hambalang-pagi130211b
Jakarta (ANTARA) – Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta perusahaan BUMN karya menghindari tender proyek milik pemerintah yang dibiayai APBN karena rawan terjadi praktik penyuapan. 

4 Agustus 2013

Kilasan MH88 – Dahlan Bela Adhi Karya di Kasus Hambalang

Karena  menanggung beban dosa manajemen sebelumnya dalam kasus korupsi Hambalang. “Mereka adalah sosok yang bersih,”

Dahlan Iskan - Kiswo darmawan

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan membela Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Kiswo Darmawan dan PT Wijaya Karya Tbk Bintang Perbowo dalam kasus korupsi proyek pembangunan kompleks olah raga Hambalang. “Saya akan memperjuangkan mereka,” kata Dahlan Iskan, di kantor Kementerian BUMN, Kamis, 14 Juni 2012.

4 Agustus 2013

Kupasan MH88 – Ketangguhan Wijaya Karya Garap Proyek Luar Negeri

Kiprah WIKA dalam proyek di luar negeri sangat dibanggakan dan hal ini dibuktikan dari banyaknya proyek luar negeri yang sudah digarap perseroan.
wijaya-karya-602x338

Jakarta – Keunggulan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dalam menggarap proyek-proyek infrastruktur di luar negeri akan kualitas dan mutu bangunan, desain hingga ketepatan waktu menjadi pintu lebar besar bagi perseroan untuk menggarap lebih banyak lagi proyek luar negeri. Kiprah WIKA dalam proyek di luar negeri sangat dibanggakan dan hal ini dibuktikan dari banyaknya proyek luar negeri yang sudah digarap perseroan.

4 Agustus 2013

LintasanMH88 – Wika Dapat Tawaran Bangun 7 Tower Hotel di Kawasan Masjidil Haram

“Sudah ada tawaran dari owner di sana, membangun 7.000 unit kamar hotel. Kita sudah presentasi,” 
http://images.detik.com/content/2013/07/19/1016/165620_apartemen320.jpg
Jakarta – PT Wijaya Karya Tbk ditawari perusahaan properti asal Arab Saudi untuk membangun 7 tower hotel. Lokasi hotel berada kawasan Masjidil Haram.

4 Agustus 2013

Kilasan MH88 – Sudah Sehat, Waskita Karya Jadi BUMN Lagi

“Pengurangan penyertaan modal negara itu menjadikan kepemilikan saham PT PPA pada PT Waskita Karya beralih menjadi saham milik negara pada PT Waskita Karya, sehingga menjadikan PT Waskita Karya sebagai BUMN,” 
waskita1

Jakarta – Setelah sempat di bawah pengendalian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), seiring dengan membaiknya kinerja perusahaan PT Waskita Karya (WK) kini kembali berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

4 Agustus 2013

Lintasan MH88 – Dipinang Bin Laden, Waskita Karya Garap Renovasi Masjidil Haram

“Waskita dapat pekerjaan dari Bin laden Group. Kalau status Waskita sebagai sub kontraktor. Lokasi persisnya di blok 3, 4, 5 di lokasi Sai,”
Dahlan Iskan - Saudi BinLaden Group

Jakarta – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dapat proyek renovasi Masjidil Haram di Kota Mekkah, Arab Saudi. Emiten berkode WSKT itu digaet oleh Bin Laden Group menjadi sub kontraktor untuk renovasi masjid bersejarah umat Islam tersebut.

28 Juli 2013

Kupasan MH87 – Cara Mengatasi Hama Tikus Tanam

Hama tikus dapat dengan cepat berkembang terutama bila mata rantai makanannya tidak terputus dan hama tikus juga mempunyai kemampuan untuk beradaptasi bilamana rantai makanannya terputus dengan alternatif rantai makanan lainnya.

Karawang - Gropyokan Tikus

Salah satu jenis hama yang cukup menimbulkan kerugian dalam usaha budidaya pertanian adalah tikus. Gangguan hama tikus ini sudah dimulai sejak dari persemaian hingga pada hasil pertaniaan yang sudah di simpan didalam gudang.

28 Juli 2013

Kupasan MH87 – Rumah Burung Hantu Cara Unik Musnahkan Tikus

Kurang tersedianya burung hantu yang dihasilkan dari budidaya dan harganya relative mahal, menjadikan penggunaan burung hantu kurang efektif.

Burung Hantu

Beberapa bulan belakangan ini para petani di Desa Keniten telah dibuat kesal oleh ulah tikus-tikus sawah. Tanaman padi yang mereka tanam sebagai salah satu penopang roda perekonomian telah diserang oleh gerombolan tikus sawah. Harapan untuk mendapatkan hasil yang maksimal menjadi pupus sudah, Kekecewaan lah yang justru mereka dapatkan. Padi yang mereka tanam dengan penuh harapan harus mereka relakan hancur dengan hasil yang sangat minim. Bahkan sebagian petani juga harus rela memanen sawah mereka tanpa hasil sama sekali.

28 Juli 2013

Lintasan MH87 – Dahlan Iskan Ikuti Gropyokan Tikus di Sleman

“Artinya sebuah sistem pertanian harus bersiklus, setelah dua kali tanam padi harus diganti dengan jenis komoditas pertanian lain untuk memutus pergolakan hama tikus,”

tikus
Sleman. Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, Minggu, ikut turun dalam kegiatan gropyokan hama tikus di Dusun Berjo, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta bersama petani setempat.

28 Juli 2013

Lintasan MH87 – Dahlan Iskan Nggropyok Tikus di Klaten

“Kami akan memihaki kelompok tani yang mau rutin melakukan gropyokan tikus. Disamping ada insentif per tikus Rp 2.500,- juga akan kami fasilitasi insentif untuk petani,”
123457_dahlantikus
Klaten–Menteri BUMN RI, Dahlan Iskan, Minggu (28/7) melakukan gerakan peduli penyelamatan hasi panen di Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Sebanyak 317 ekor tikus berhasil ditangkap petani saat gropyokan tikus di 4 titik di Desa Glagahwangi.

28 Juli 2013

Lintasan MH87 – BUMN pupuk dikerahkan berantas hama tikus

“Meski bukan program GP3K, BUMN pupuk tetap turun tangan membantu petani, tidak hitung-hitungan,” 

20130728pemberantasan-tikus

Jakarta (ANTARA News) – BUMN PT Pupuk Indonesia beserta lima anak usahanya dikerahkan untuk membantu petani memberantas hama tikus yang tengah merajalela di sejumlah sentra produksi di Indonesia.

28 Juli 2013

Lintasan MH87- Pupuk Kujang Bersama Petani Gropyokan Hama Tikus di Karawang

Gropyokan Tikus Karawang

Sebagai salah satu wujud nyata dukungan program ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Kujang melalui Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) gelar kegiatan “Gropyokan Hama Tikus” bersama para petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang pada hari Minggu, 28 Juli 2013. Puluhan petani itu berlomba berburu tikus,
Dan tikus, dihargai seribu lima ratus rupiah perekornya oleh PT Pupuk Kujang.

Menurut Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Kujang Ade Suryanti, selain di Kabupaten Karawang, kegiatan Gropyokan ini juga dilaksanakan di Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu. Ketiga daerah ini dipilih karena luas areal lahan serangan hamanya termasuk yang paling parah. Yang menarik, setiap tikus yang ditangkap oleh petani dalam acara Gropyokan kali ini akan mendapat kompensansi dalam bentuk uang.

Selain pemberian kompensasi, Dalam acara Gropyokan ini, Tim Pengendalian Hama yang dibentuk oleh PT Pupuk Kujang akan menyerahkan berbagai bantuan untuk membasmi hama tikus kepada para petani. Diantaranya, dalam bentuk penyuluhan teknik-teknik pembasmian tikus dan penyediaan alat-alat seperti Emposan (pengasap), Basmikus (kembang api belerang), Media-Basmikus (gagang berbentuk corong untuk penyangga Basmikus), perangkap tikus, terpal tikus, dan lain-lain.

Selama ini persoalan hama, terutama hama tikus, memang selalu menghantui petani di setiap musim tanam. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin stok pangan nasional akan terancam. Seperti yang diungkapkan oleh Ade Suryanti petani mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat hama tikus ini. Bahkan, jika dibiarkan meluas, serangan hama tikus bisa mengganggu stok pangan nasional.

Sesuai data dari Dinas Pertanian dan Kehutanan di Jawa Barat, sampai dengan pertengahan Bulan Juli, luas sawah di Propinsi Jawa Barat yang diserang oleh hama tikus sebanyak 3.904 hektare. Ribuan hektar sawah itu tersebar di 9 kabupaten/kota di Jawa Barat. Yaitu, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Indramayu, Kab. Cirebon, Kab/Kota Tasikmalaya, Kota Bandung, dan Kab. Bogor.

Jika dihitung dengan produksi rata-rata padi per hektarnya mencapai 7 ton maka potensi padi yang hilang bisa mencapai 27 ribu ton lebih. “Karawang sebagai lumbung padi nasional perlu untuk mengantisipasi ancaman dari hama tikus ini. Stok beras nasional bisa terancam sebanyak itu hanya dari hama tikus yang ada di Jawa Barat apalagi sebelumnya juga sempat terjadi kegagalan panen di berbagai daerah di Indonesia yang diakibatkan oleh bencana alam dan hama lainnya,” ungkap Ade Suryanti. Untuk daerah Kabupaten Karawang sendiri luas lahan yang terkena serangan hama tikus mencapai 318 hektare (Data Distan Kab. Karawang)

Sebagai informasi hama tikus merupakan momok bagi para petani. Hal ini bukan tanpa alasan karena tikus sawah (yang nama latinnya Rattus Argentiventer) ini dapat menyebabkan rusaknya tanaman padi dari mulai persemaian padi sampai saat padi tersebut siap dipanen, bahkan menyerang padi yang ada di dalam di gudang penyimpanan. Jumlahnya pakan/padi yang disantapnya sekali makan pun tak tanggung-tanggung, mencapai 10% dari bobot tubuhnya. Diketahui berat tikus sawah rata-rata 130 gram berarti 10%-nya sama dengan 13 gram sekali makan.

Bayangkan jika jumlah tikus tersebut mencapai ribuan ekor. Tentunya para petani akan menanggung kerugian yang tidak sedikit. Perkembangbiakan tikus seperti yang diketahui memang sangat pesat. Induk betina sekali melahirkan bisa mencapai rata-rata 10 ekor. Dan, kelahiran tikus dalam satu musim tanam padi dapat terjadi hingga tiga kali. Belum ditambah dengan tikus-tikus yang bermigrasi akibat perbedaan ketersediaan sumber pakan antara satu daerah dengan yang lain dan juga apabila terjadi banjir di daerah lain.

Ade Suryanti mengingatkan pentingnya agar pengendalian hama tikus dilaksanakan secara rutin oleh para petani. “Bila di sawah masih dijumpai ada lubang aktif yang ditandai dengan adanya jejak kaki tikus maupun kotoran tikus, maka secepatnya petani harus melakukan pengendalian hama tikus dan pelaksanaannya pun harus serentak bukan hanya satu-dua petani saja,”. Pihaknya juga menegaskan Tim Pengendali Hama dari Pupuk Kujang selalu siap membantu petani apabila diperlukan.

Salah satu petani peserta gropyokan hama tikus merasa senang, karena sebelumnya dia dan para temannya sudah kewalahan menghadapi serangan hama tikus yang semakin merajalela. “Bersyukur sekali ada program pengendalian hama dari GP3K Pupuk Kujang, kami juga sangat senang Pupuk Kujang memberikan kompensasi uang untuk tikus yang tertangkap ditambah dengan pemberian bantuan alat-alat pembasmi tikus,” ujarnya. Ia berharap Pupuk Kujang kedepannya akan melakukan kegiatan serupa lagi.

( Denendra Setiawan )

http://www.tvberita.com

***

Gropyokan Basmi Tikus, Petani Dibayar Rp1.500/Ekor

nurkinan-sub-216x180

KARAWANG (Pos Kota) – Sebagai salah satu wujud nyata dukungan program ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Kujang melalui Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) secara serentak menggelar kegiatan “Gropyokan Hama Tikus” bersama para petani di Desa Sukamulya Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang di Desa Mekarsari, Kecamatan Binong, Subang dan di Desa Sukra Kecamatan Karangligar, Indramayu, Minggu (28/7).

Direktur Utama PT Pupuk Kujang Bambang Tjahjono, mengungkapkan, gerakan peningkatan produksi pangan berbasis Korporasi (GK3PK) dengan kegiatan gorpyokan hama tikus, selain dilaksanakkan di Karawang, juga di Subang, dan Indramayu.

Ketiga daerah ini dipilih karena luas areal lahan serangan hamanya termasuk yang paling parah. Pada acara groyokan ini setiap tikus yang ditangkap petani mendapat kompensansi Rp. 1.500,- per ekornya dan penukaran uang kompensansi akan dibuka hingga tanggal 3 Agustus 2013 mendatang.

Selain pemberian kompensasi, kepada petani yang membunuh tikus pada acara tersebut, Tim Pengendalian Hama yang dibentuk PT Pupuk Kujang. menyerahkan berbagai bantuan untuk membasmi hama tikus kepada para petani, antara lain, dalam bentuk penyuluhan teknik-teknik pembasmian tikus dan penyediaan alat-alat seperti Emposan (pengasap). Selain untuk membasmi tikus, juga diberikan bantuan berupa alat perontok padi manual (Pedal Thresher) yang merupakan buatan siswa SMK Kabupaten Tasikmalaya.

TERBANYAK DI Jabar

Sesuai data dari Dinas Pertanian dan Kehutanan di Jawa Barat, sampai dengan pertengahan Bulan Juli, luas sawah di Provinsi Jawa Barat yang diserang hama tikus sebanyak 3.904 hektare, tersebar di sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat, yaitu, Karawang, Purwakarta, Subang, antara lain 113 hektar, Indramayu, Kab. Cirebon, Kab/Kota Tasikmalaya, Kota Bandung, dan Kab. Bogor.
nurkinan-tengah
Jika dihitung dengan produksi rata-rata padi per hektarnya mencapai 7 ton maka potensi padi yang hilang bisa mencapai 27 ribu ton lebih. “Stok beras nasional bisa terancam sebanyak itu hanya dari hama tikus yang ada di Jawa Barat apalagi sebelumnya juga sempat terjadi kegagalan panen di berbagai daerah di Indonesia yang diakibatkan bencana alam dan hama lainnya,” ungkap Bambang Tjahjono.

Bambang Tjahjono mengingatkan pentingnya agar pengendalian hama tikus dilaksanakan secara rutin oleh para petani. “Bila di sawah masih dijumpai ada lubang aktif yang ditandai dengan adanya jejak kaki tikus maupun kotoran tikus, maka secepatnya petani harus melakukan pengendalian hama tikus dan pelaksanaannya pun harus serentak bukan hanya satu-dua petani saja,”. Pihaknya menegaskan Tim Pengendali Hama dari Pupuk Kujang selalu siap membantu petani apabila diperlukan.

Salah satu petani peserta gropyokan hama tikus Iyos Rosyadi yang juga Ketua Kelompok Tani “Mulus” merasa senang, karena sebelumnya dia dan para temannya sudah kewalahan menghadapi serangan hama tikus yang semakin merajalela.

“Bersyukur sekali ada program pengendalian hama dari GP3K Pupuk Kujang, kami juga sangat senang Pupuk Kujang memberikan kompensasi uang untuk tikus yang g tertangkap ditambah dengan pemberian bantuan alat-alat pembasmi tikus,” ujar Iyos Rosyadi. Ia berharap Pupuk Kujang kedepannya akan melakukan kegiatan serupa lagi.

(nourkinan/sir)

Teks Gbr-Dirut Pupuk Kujang, Bambang Tjahjono, bersama petani gropyokan membasni hama tikus. (nourkinan)

22 Juli 2013

Kilasan MH86 – Berantas Hama, Dahlan Iskan Bentuk Brigade Hama

“Nanti akan dilakukan pelatihan oleh petugas dan ada paket-paketnya. Paket hama tikus nanti obatnya apa, paket hama sundep obatnya apa,”
Hama keong emas menyerang padi

VIVAnews – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, akan membentuk brigade hama di seluruh kabupaten Indonesia untuk memberantas hama seperti tikus di lahan-lahan milik petani.

22 Juli 2013

Lintasan MH86 – Pemerintah Didesak Bentuk Tim Penanggulangan Tikus

“Ini seperti menjadi bencana permanen, setiap tahun selalu saja ada lahan gagal panen,” 
Pemerintah Didesak Bentuk Tim Penanggulangan Tikus

TEMPO.CO, Yogyakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta mendesak pemerintah membentuk tim khusus penanganan bencana serangan tikus ke lahan pertanian.

22 Juli 2013

Kupasan MH86 – Anomali Cuaca, Petani Garam Gigit Jari

”Karena hujan masih banyak, otomatis penggarapan lahan garam belum bisa dilakukan,”
Dahlan Iskan - Garam Hujan

Anomali cuaca yang melanda berbagai daerah di Indonesia telah berdampak pada nasib petani garam. Akibat hujan yang kerap turun di musim kemarau ini, para petani garam hanya bisa gigit jari.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 232 pengikut lainnya.