Dirut Pertamina Saksi Suap SKK Migas, Ini Pesan Dahlan Iskan?

“Apapun masalahnya dibuka saja. Mumpung KPK punya kebijakan yang akan fokus pada energi dan pangan sehingga penataan energi dapat lebih terarah,” 

Dirut Pertamina Saksi Suap SKK Migas, Ini Pesan Dahlan Iskan?

Liputan6.com, Jakarta : Direktur Utama PT Pertamina (Persero) besok dijadwalkan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dugaan kasus suap lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).

Melihat anak buahnya dipanggil KPK dalam statusnya sebagai saksi suap, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan justru mendorong Karen Agustiawan untuk membuka semua informasi yang diketahuinya.

“Besok kan beliau (Karen) diminta datang ke KPK sebagai saksi. Saya sampaikan kepada dia agar dibuka semuanya apa yang dialami oleh Pertamina dalam kaitannya dengan SKK Migas,” ujar Dahlan di Jakarta, Rabu (6/11/2013).

Salah satu contoh permasalahan yang dialami Pertamina, dia menyebut, terkait izin alokasi minyak dan gas serta persoalan yang menghambat kinerja perusahaan pelat merah tersebut.

“Apapun masalahnya dibuka saja. Mumpung KPK punya kebijakan yang akan fokus pada energi dan pangan sehingga penataan energi dapat lebih terarah,” ujar Dahlan.

Seperti diketahui, Karen akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka yang juga mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.Tak hanya Karen, dalam penyidikan kasus ini KPK juga kembali menjadwalkan untuk memeriksa Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno, Direktur PT Parna Raya atau PT Kaltim Industri Marihad Simbolon dan Arthe Meris Simbolon, serta Gerhard Marten Rumeser selaku pegawai SKK Migas

Pada kasus ini, KPK telah menetapkan Rudi Rubiandini sebagai tersangka setelah menerima uang senilai US$ 400 ribu dari Simon Gunawan Tanjaya atau Direktur PT Kernel Oil melalui seorang pelatih golf bernama Deviardi.

Selain itu, KPK juga turut menyita uang sebesar US$ 200 Ribu dari ruang Sekretaris Jenderal Energi Sumber Daya Mineral, Waryono Karyo, dan deposit box milik Rudi di Bank Mandiri, Jakarta senilai US$ 320.100. (Fik/Shd)

liputan6.com

***

Dahlan Iskan Minta Dirut Pertamina Blak-blakan

Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan untuk membuka segala informasi yang dibutuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap SKK Migas.

“Saya minta agar Dirut Pertamina blak-blakan di KPK. Buka saja apa yang dialami, termasuk jika ada tekanan-tekanan,” kata Dahlan, usai mengikuti Sidang Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), di Kemenhan RI, Jakarta, Rabu.

Menurut Dahlan, Dirut Pertamina tersebut juga jangan menutup-nutupi apapun yang menyangkut Pertamina saat memberikan keterangan sebagai saksi di KPK.

“Jika memang ada tekanan-tekanan ya diungkapkan saja. Termasuk jika Pertamina mengalami kesulitan untuk mendapatkan konsesi ataupun untuk dapat sumber migas, jangan ditutup-tutupi. Buka saja,” tegas Dahlan.

Karena diutarakannya, informasi-informasi seperti ini akan sangat dibutuhkan KPK untuk menindaklanjuti kasus suap SKK Migas.

Sebelumnya, pada Senin (4/11) KPK dijadwalkan memeriksa Karen Agustiawan terkait kasus suap di lingkungan SKK Migas dengan tersangka Rudi Rubiandini.

Namun Karen tidak memenuhi panggilan KPK karena harus menghadiri agenda yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

“Bukan mangkir, tapi sudah terlanjur ada jadwal yang harus dihadiri,” ujar Dahlan mengklarifikasi.

hukumonline.com

 

***

Dahlan minta Dirut Pertamina blak-blakan di KPK

“Saya minta agar Dirut Pertamina blak-blakan di KPK. Buka saja apa yang dialami, termasuk jika ada tekanan-tekanan,”
Jakarta (ANTARA News) – Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan untuk membuka segala informasi yang dibutuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap SKK Migas.

“Saya minta agar Dirut Pertamina blak-blakan di KPK. Buka saja apa yang dialami, termasuk jika ada tekanan-tekanan,” kata Dahlan, usai mengikuti Sidang Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), di Kemenhan RI, Jakarta, Rabu.

Menurut Dahlan, Dirut Pertamina tersebut juga jangan menutup-nutupi apapun yang menyangkut Pertamina saat memberikan keterangan sebagai saksi di KPK.

“Jika memang ada tekanan-tekanan ya diungkapkan saja. Termasuk jika Pertamina mengalami kesulitan untuk mendapatkan konsesi ataupun untuk dapat sumber migas, jangan ditutup-tutupi. Buka saja,” tegas Dahlan.

Karena diutarakannya, informasi-informasi seperti ini akan sangat dibutuhkan KPK untuk menindaklanjuti kasus suap SKK Migas.

Sebelumnya, pada Senin (4/11) KPK dijadwalkan memeriksa Karen Agustiawan terkait kasus suap di lingkungan SKK Migas dengan tersangka Rudi Rubiandini.

Namun Karen tidak memenuhi panggilan KPK karena harus menghadiri agenda yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

“Bukan mangkir, tapi sudah terlanjur ada jadwal yang harus dihadiri,” ujar Dahlan mengklarifikasi.
(R017/B012)
Editor: Ruslan Burhani

antaranews.com

2 Komentar to “Dirut Pertamina Saksi Suap SKK Migas, Ini Pesan Dahlan Iskan?”

  1. Sikap Menteri BUMN Dahlan Iskan jelas, buka semua informasi terkait dengan kasus Kepada SKK Migas Rudi Rubiandini. Ini menunjukkan, mantan Dirut PLN ini ingin membongkar segala sesuatu tindak pidana korupsi yang menggerogoti lingkungan SKK Migas dan perusahaan-perusahaan pelat merah binaannya.
    Demi Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat, semua tindak pidana KKN harus diberantas dari bumi pertiwi. Sayang, KPK udah mati-matian berusaha membongkar berbagai bentuk tindak pidana korupsi, jaksa dan hakim serta pengacara atau pembela terdakwa selalu mempermainkannya dengan jual beli putusan hanya demi rupiah untuk masing-masing pihak yang mengaku sebagai penegak hukum, padahal kenyataannya manusia-manusia rakus yang menjijikan mempedagangkan putusan hukum.
    Itulah kenyataan hukum di negara kita. Di sini Pengadilan adalah tempat pembantaian para pencari keadilan. Menyedihkan……

  2. @ mas bahar, statment “Pengadilan adalah tempat pembantaian para pencari keadilan” saya setuju.. getir betul.. tapi inilah realita. terkadang melihat jumudnya kondisi pemerintah.. membuat sebagian orang akhirnya acuh tak acuh dan berjalan tanpa ‘tujuan’, yang penting hidup… pada akhirnya tidak ada ‘hope’… syukurlah, desau hope dari pak dahlan, kini sudah membadai… semoga menjadi ‘tsunami’ pula yang akan menyiram jiwa-jiwa pasif di indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: