Lintasan MH101 – Tak Kuorum, Raker Inalum di DPR Ditunda!

“Mengingat ini menyangkut persetujuan nilai transaksi yang tidak kecil, maka saya usulkan rapat ini kita tunda sampai mayoritas anggota hadir dalam rapat,” 

Dahlan Iskan - DPR Inalum Tak Kuorum

Kamis, 24 Oktober 2013
JAKARTA – Rapat kerja (raker) Komisi XI DPR RI dan Pemerintah dalam rangka membahasan usulan nilai transfer kepemilikan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), belum menghasilkan sebuah keputusan. Hal ini disebabkan oleh tidak terpenuhinya kuorum sidang sesuai aturan persidangan yang berlaku di DPR.

Rapat yang dibuka sejak pukul 17.45 WIB itu awalnya dihadiri oleh 16 orang anggota Komisi XI sesuai daftar absen rapat dan dua anggota yang lain terdaftar izin. Ke 16 anggota yang hadir berasal dari enam fraksi dari sembilan fraksi yang ada di DPR RI . Rapat sempat diskors sampai pukul 19.15 WIB untuk menunggu terpenuhinya kuorum.

“Mengingat ini menyangkut persetujuan nilai transaksi yang tidak kecil, maka saya usulkan rapat ini kita tunda sampai mayoritas anggota hadir dalam rapat,” tutur Ketua Komisi XI, Oly Dondokambey setelah membuka skors, Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Untuk itu, Komisi XI mengusulkan rapat ditunda sampai tanggal 30 Oktober 2013 untuk pengambilan keputusan sambil berkoordinasi dengan pimpinan DPR soal kemungkinan terlaksananya rapat ini besok. Rapat berakhir sekitar pukul 20.30 WIB dengan kesepakatan terhadap usulan Komisi XI itu. (rez)

okezone.com

***

Anggota DPR tak kuorum, keputusan pencairan dana Inalum molor

Merdeka.com – Rapat kerja antara Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan pemerintah, diwakili oleh Menteri Keuangan, BPKP dan Dirjen Pajak, yang akan membahas keputusan terkait pengambilalihan saham Inalum harus ditunda hingga tanggal 25 Oktober, besok.

Pimpinan rapat kerja (raker) antara Komisi XI dan pemerintah, Andi Rahmat, mengatakan bahwa anggota Komisi XI yang saat ini hadir, tidak memenuhi kuorum. Sebanyak enam fraksi dari total sembilan fraksi yang terdapat di Komisi XI.

“Rapat kali ini tidak kuorum, hingga kita tidak bisa mengambil keputusan,” kata Andi di Komisi XI DPR RI, Kamis (24/10).

Komisi XI DPR RI memberi tenggat waktu hingga pukul 20.15 WIB kepada para anggota Komisi XI untuk bisa hadir dalam rapat keputusan terkait Inalum. Sayangnya, hingga pukuk 20.30 WIB, anggota Komisi XI tidak juga bertambah.

Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI-P Indah Kurnia mengatakan, berdasarkan data absensi rapat Komisi XI, Komisi XI hanya membutuhkan dua orang anggota untuk memenuhi quorum. “Kalau berdasarkan absensi, ini kita hanya butuh dua orang saja agar bisa quorum,” tegas Indah.

Namun, hingga pukul 20.30 jumlah anggota tak kunjung bertambah. Akhirnya, Ketua Komisi XI DPR RI, Olly Dondokambey, mengatakan, pada prinsipnya Komisi XI DPR RI setuju dengan rencana pemerintah mengambil alih Inalum.

“Pada prinsipnya kami setuju, tetapi kondisinya saat ini tidak quorum untuk mengambil keputusan. Terlebih lagi ini nilainya besar, Rp 7 triliun. Saya tidak berani ketok setuju karena tidak quorum. Besok sebelum paripurna kita bahas ini, sempatkan, karena kalau tidak, tanggal 30 itu sudah mepet,” kata Olly.

Pemerintah membutuhkan persetujuan Komisi XI untuk dapat mencairkan anggaran sebesar Rp 7 triliun yang akan digunakan untuk membeli Inalum.

[bmo]

merdeka.com

***

Terminasi Kerja Sama Inalum Terganjal Komisi XI

 

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perindustrian, Mohamad Suleman Hidayat, mengatakan penandatanganan pengakhiran kerja sama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) yang rencananya dilakukan pada hari ini, Jumat, 25 Oktober 2013 bakal ditunda. Pasalnya, hingga kini belum ada persetujuan dari Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat terkait usulan pemerintah mengenai nilai buku yang mencapai US$ 558 juta.

Seharusnya, rapat kerja pengambialihan Inalum antara Menteri Keuangan dan Komisi XI itu dilakukan kemarin untuk mendapatkan persetujuan. Akan tetapi, rapat tidak kuorum sehingga harus ditunda.

“Sepertinya besok (hari ini) tidak jadi karena Menteri Keuangan dan Komisi XI yang harusnya sidang malam ini (kemarin malam), hingga jam 21.00 diundur karena tidak kuorum. Jadi, mungkin penandatanganan mundur satu-dua hari,” kata Hidayat di Hotel J.W. Marriott, Kamis malam, 24 Oktober 2013.

Hidayat mengatakan pemerintah tidak akan mengusulkan perubahan apa pun dalam pengambilalihan Inalum. Nilai buku yang dipatok pun tetap sebesar US$ 558 juta.

Menurut Hidayat, pihak Nippon Asahan Alumunium (NAA) sudah menyetujui nilai buku yang diajukan Indonesia. “Jepang sudah setuju. Sebetulnya dalam perundingan kemarin sudah setuju dan saya tidak boleh mengumumkan sampai DPR menyetujui,” tuturnya.

Kini pemerintah tinggal menunggu keputusan Komisi XI apakah menerima usulan pemerintah terkait pengambilalihan Inalum. Hidayat mengatakan setelah persetujuan diraih, Indonesia akan mengatur waktu penandatanganan dengan Jepang.

Selasa lalu, Komisi VI DPR telah menyetujui keputusan yang diambil pemerintah terkait akuisisi Inalum. Salah satu butir kesimpulan adalah pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah kabupaten/kota di sepanjang Danau Toba, boleh memiliki saham PT Inalum asalkan kepemilikan saham pemerintah pusat dipertahankan minimal 70 persen.

Proses akuisi Inalum oleh pemerintah Indonesia hampir dipastikan tidak menempuh jalur arbitrase setelah pemerintah, berdasarkan penghitungan BPKP dan Kementerian Keuangan, mengajukan nilai buku senilai US$ 558 juta pada pihak Jepang. Nilai ini merupakan salah satu opsi yang pernah ditawarkan BPKP dalam proses negosiasi.

ANANDA TERESIA

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/25/090524544/Terminasi-Kerja-Sama-Inalum-Terganjal-Komisi-XI

Tag:

3 Trackbacks to “Lintasan MH101 – Tak Kuorum, Raker Inalum di DPR Ditunda!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: