Jero Wacik Bangga, Dahlan Sumringah

Dahlan Iskan - Pontianak gelar penghragaan
Penobatan Gelar Kemuliaan Wira Setia Negara

Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menerima piagam dan medali kemuliaan sebagai Wira Setia Negara dari Raja Tayan, Gusti Yusri. Penobatan dilaksanakan di Kecamatan Tayan Hilir, Sanggau, Senin lalu. Kedua menteri ini dinilai berjasa pada bangsa dan negara.

BERPAKAIAN kebesaran kerajaan, Raja Tayan Gusti Yustri, siang itu menyematkan medali kemuliaan pada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik dan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. Itu adalah medali kehormatan pada mereka yang dianggap berjasa pada negara.

Keduanya dinobatkan sebagai Wira Setia Negara atau seseorang yang berdedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara. Dengan gelar ini, baik Jero Wacik maupun Dahlan Iskan dianggap sebagai warga kehormatan Kerajaan Tayan. Gelar kehormatan ini diberikan di sela-sela acara commissioning (persiapan) pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi produk Chemical Grade Alumina di Kecamatan Tayan Hilir, Sanggau, Senin (28/10).

Panembahan Anom Pakunegara Raja Kerajaan Tayan, Gusti Yusri, mengatakan, keduanya layak untuk menerima piagam dan medali tersebut. “Kami lihat yang bersangkutan punya kapasitas untuk menerimanya. Keduanya telah banyak berjasa bagi negara,” ujar Gusti Yusri usai penyerahan piagam dan medali kemuliaan.

Sebuah Tanjak khas kerajaan Tayan dipasangkan Gusti Yusri pada kedua menteri itu. Tanjak adalah salah satu busana pada bagian kepala lelaki Melayu yang sering dikaitkan dengan istana, kepahlawanan. Tanjak sering dipakai dalam pelbagai acara adat istiadat bangsa Melayu.

Saat berkeliling ke lokasi pabrik, Jero Wacik dan Dahlan Iskan tetap mengenakan tanjak yang sebelumnya dipasangkan Gusti Yusri. Jero Wacik menyatakan, dirinya mendapat kehormatan setelah dinobatkan sebagai Wira Setia Negara oleh Kerajaan Tayan. Sembari memperlihatkan piagam dan medali yang telah diterimanya, Jero Wacik mengatakan, penobatan ini menjadi modal baginya untuk bekerja lebih baik.

“Tadi saya menerima medali dan piagam ini bersama Pak Dahlan, kami menjadi warga kehormatan Kerajaan Tayan dengan Gelar Wira Setia Negara. Kami dianggap telah berjasa pada negara,” kata Jero Wacik sembari tersenyum.
Kerajaan Tayan terletak di Kecamatan Tayan Hilir, Sanggau. Keraton Tayan berada di pinggir Sungai Kapuas. Proyek pengolahan bauksit menjadi alumina yang dikerjakan PT Indonesia Chemical Alumina terletak di seberang Sungai Kapuas, tak seberapa jauh dari Keraton ini.

Kerajaan Tayan didirikan Putra Brawijaya dari kerajaan Majapahit yang bernama Gusti Likar/Lekar. Bersama dengan saudara-saudaranya, Gusti Likar meninggalkan kerajaan Tanjungpura yang sering terlibat peperangan.
Pemerintahan kerajaan Tayan kemudian dipegang oleh Gusti Ramal bergelar Pangeran Marta Jaya Yuda Kesuma, putra Pangeran Mancar pendiri kerajaan Meliau yang adalah kemenakan Gusti Likar. Mula-mula ibukota kerajaan berlokasi di Teluk Kemilun.

Setelah Pangeran Marta Jaya Yuda Kesuma wafat, putranya yang tertua, Suma Yuda, naik tahta dengan gelar Panembahan Tua. Panembahan berikutnya adalah putra Panembahan Tua, bernama Gusti Mekah dengan gelar Panembahan Nata Kesuma yang disebut juga Panembahan Muda. Pada pemerintahan Nata Kesuma itulah kerajaan Tayan mula-mula menandatangani kontrak (korte verklaring) dengan pemerintahan Hindia Belanda pada 12 November 1822.

Pangeran Nata Kesuma mangkat pada 1825 dengan tidak meninggalkan keturunan. Tahta kerajaan kemudian diduduki saudaranya bernama Gusti Repa dengan gelar Pangeran Ratu Kesuma. Dia hanya memerintah selama 3 tahun hingga 1828 karena wafat. Penggantinya adalah saudara Panembahan Tua, Utin Belondo dengan gelar Ratu Utin Belondo yang juga digelar Ratu Tua. Pemerintahan dilaksanakan oleh suaminya, Gusti Hassan Pangeran Ratu Kesuma dengan gelar Panembahan Mangku Negara Surya Kesuma.

Tahun 1855 Panembahan Mangku Negara Surya Kesuma digantikan putranya bernama Gusti Inding dengan gelar sama dengan ayahnya. Tahun 1858, Belanda mengganti gelar Mangku dengan Anum Paku, sehingga Gusti Inding kemudian bergelar Panembahan Anum Paku Negara Surya Kesuma.

Karena Panembahan Anum Paku Negara Surya Kesuma tidak mampu memimpin pemerintahan dan tidak berputra, pemerintahan kemudian diserahkan kepada saudaranya, Gusti Kerma Pangeran Ratu Paku Negara dengan gelar Panembahan Adiningrat Kesuma Negara. Panembahan Anum Paku Negara Surya Kesuma mangkat pada 23 November 1873 di Batang Tarang.

Panembahan Adiningrat Kesuma Negara memerintah sampai tahun 1880 dan digantikan oleh putra tertuanya, Gusti Mohamad Ali alias Gusti Inding dengan gelar Panembahan Paku Negara Surya Kesuma. Ibukota kerajaan kemudian dipindahkan dari Rayang ke Tayan. Pada 26 Februari 1890, kerajaan Meliau digabungkan ke dalam Kerajaan Tayan.
Paku Negara Surya Kesuma, mangkat pada tahun 1905 dan dimakamkan di Tayan. Beliau diganti oleh Gusti Tamzid Pangeran Ratu bergelar Panembahan Anum Paku Negara. Pada masa pemerintahan Panembahan Anum Paku Negara, Meliau kembali diserahkan kembali atas permintaan Belanda sendiri menjadi Gouvernement Gebied.

Mangkatnya Panembahan Anum Paku Negara, putra mahkota yang tertua, Gusti Jafar dinobatkan naik tahta kerajaan dengan gelar Panembahan Anum Adi Negara. Pada tahun 1944, Gusti Jafar dan Gusti Makhmud sebagai ahli waris kerajaan jatuh menjadi korban Jepang.

Setelah Jepang kalah pada Perang Dunia II, Gusti Ismail dinobatkan menjadi Panembahan kerajaan Tayan dengan gelar Panembahan Paku Negara. Tahun 1960, dia masih memerintah dan pemerintahan swaparja berakhir. Gusti Ismail kemudian menjabat Wedana di Tayan. Ibukota kewedanaan kemudian dipindahkan ke Sanggau, sedangkan bekas kerajaan Tayan menjadi ibu kota kecamatan Tayan Hilir. Kini Kerajaan Tayan dipimpin Gusti Yusri yang dinobatkan pada 2012 lalu**

http://www.pontianakpost.com/metropolis/10256-jero-wacik-bangga-dahlan-sumringah.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: