Dahlan Iskan: Kelas Menengah Sedot Perhatian Kekuatan Politik

Dahlan Iskan - Honoris Causa
[MANILA] Pertumbuhan kelas menengah telah menyedot perhatian kekuatan politik. Hal itu memunculkan konsekuensi, kekuatan politik yang ingin berkuasa di negara demokratis, seperti di Indonesia, akan berusaha keras memenuhi harapan masyarakat kelas menengah yang terus bertumbuh.

Demikian pandangan yang disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan, saat menerima gelar doktor honoris causa bidang kemanusiaan dari Universitas Arrelano, Manila, Selasa (29/10).

Menurutnya, ada sejumlah karakter kelas menengah. Di antaranya, mereka sangat vokal terhadap ketidakberesan. “Mereka (kelas menengah) akan mendobrak pemerintah yang lamban dan birokrasi yang tidak efisien,” ujar salah satu peserta konvensi capres Partai Demokrat ini.

Berangkat dari karakteristik tersebut, lanjutnya, mendorong setiap kekuatan politik berupaya merangkul kelas menengah. Alokasi sumber daya pun banyak diberikan untuk memenuhi kepentingan kelas menengah. Hal ini bisa dengan mudah diidentifikasi dari alokasi dana di APBN.

“Manakala alokasi subsidi untuk pertanian dan kesehatan lebih kecil dibandingkan subsidi untuk BBM, ini indikasi nyata adanya perhatian yang berlebihan terhadap kelas menengah yang baru. Hal yang sama juga tercermin saat anggaran pembangunan infrastruktur perkotaan lebih besar dibandingkan untuk perdesaan,” ungkapnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, kesenjangan antara kelas menengah dan miskin semakin lebar. Akibatnya, kondisi kemiskinan pun akan “meningkat”.

“Dengan kata lain, meskipun jumlah penduduk miskin bisa dikurangi, namun ‘kualitas’ kemiskinan akan ‘meningkat’. Lebih jauh lagi, pendekatan pada pengurangan kemiskinan cenderung pembagian sedekah. Hal ini akan memperlemah kaum miskin,” jelasnya.

Untuk itulah, Dahlan berpandangan, menjadi jelas bahwa akses fundamental terhadap sumber daya ekonomi dan infrastruktur harus diarahkan untuk membantu kalangan sangat miskin. Jaminan kesehatan bagi kaum miskin sangat penting.

“Ini karena pengalaman pribadi saya telah mengajarkan bahwa keluarga yang telah bekerja keras agar keluar dari kemiskinan, dengan cepat akan kembali jatuh miskin saat mereka sakit. Tak diragukan lagi, kemiskinan menjadi persoalan yang harus diselesaikan, dan mereka harus diangkat menjadi kelompok menengah,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Dahlan mengisahkan masa lalunya yang juga bergelut dengan kemiskinan. “Saya sangat bersyukur mengingat bagaimana susahnya saya dulu yang membuat saya tidak mengurungkan niat untuk mewujudkan impian saya untuk berdedikasi kepada penduduk Indonesia. Saya berterima kasih terhadap kemiskinan yang telah mengajarkan saya menjadi seperti sekarang,” ujar mantan Dirut PLN ini.

Penganugerahan gelar doktor honoris causa dilakukan Chairman dan CEO Universitas Arellano Sir Fransisco Paulino Cayco bersama Director Commission on Higher Education National Capital Region Chatherine Q Castenada. Saat menerima penghargaan, Dahlan didampingi istrinya Nafsiah Sabri.

Dalam pidatonya, Chatherine Castenada mengatakan, Indonesia bangga memiliki Dahlan Iskan, yang disebutnya menjadi berkat bagi Indonesia. “Dahlan is son of Indonesia. Dengan banyak karya yang dilakukan Dahlan Iskan, Filipina juga diberkati karena kita bertetangga dan bersaudara,” ujarnya.

Turut hadir pada acara tersebut, utusan khusus Presiden RI Letjen (Purn) TB Silalahi dan Dubes RI untuk Filipina Kristiarto S Legowo. Sebelum penganugerahan, TB Silalahi menilai, gelar doktor kehormatan bidang kemanusiaan tersebut merupakan pengakuan negara tetangga atas prestasi Dahlan Iskan di bidang humaniora atau kemanusiaan.

Pemberian gelar tersebut dilakukan melalui persyaratan ketat dan pengamatan yang mendalam. Sebab, harus memenuhi standar penilaian yang diatur oleh pemerintah melalui Commission of Higher Education (CHED), sebuah lembaga setingkat kementerian yang langsung di bawah presiden. Lembaga itu bekerja sama dengan perguruan tinggi yang usianya minimal 25 tahun. Adapun Universitas Arellano berdiri sejak 27 Februari 1938, atau sudah berusia 75 tahun.

“Nama Dahlan Iskan di Filipina cukup populer, baik sebagai Menteri BUMN maupun sebelumnya sebagai mantan wartawan. Beberapa pemimpin redaksi dari media di Filipina bersahabat dengan Dahlan,” ujar Silalahi.

Rintis Kerja Sama
Ihwal pemberian gelar tersebut, ungkap TB Silalahi, berawal saat kunjungannya sebagai utusan Presiden SBY ke Filipina, pada Juni lalu, dan diterima Presiden Filipina Benigno Aquino III. Dalam pertemuan itu turut mendampingi Dahlan Iskan.

Presiden Aquino menyambut baik tawaran kerja sama bidang ekonomi, dan menawarkan pengelolaan lahan perkebunan seluas 120.000 hektare di sebelah selatan Pulau Mindanao. Selain itu, karena penduduk Filipina Selatan mayoritas beragama Islam, Indonesia juga diharapkan dapat membuka bank syariah.

“Pak Dahlan ketika itu merespons positif dan akan mengajak PT Perkebunan Nusantara dan Bank Mandiri untuk menanganinya,” ungkap TB Silalahi.

Berangkat dari hal itu, Dahlan Iskan dianggap sukses memelopori dan menggalang kerja sama Indonesia-Filipina dalam berbagai usaha di bawah naungan Kementerian BUMN. “Universitas Arellano yang melihat kinerja tersebut mengusulkan untuk memberikan penghargaan kepada Dahlan Iskan. Dan bidang yang paling tepat dinilai untuk Dahlan adalah bidang Humaniora,” ungkapnya. [RG/A-17]

suarapembaruan.com

 

Menteri BUMN Dahlan Iskan menerima gelar doktor honoris causa bidang kemanusiaan dari Universitas Arellano, Manila, Filipina, Selasa (29/10). Penganugerahan dilakukan Director Commission on Higher Education National Capital Region, Chatherine Q Castenada, didampingi Chairman dan CEO Universitas Arellano, Sir Fransisco Paulino Cayco, dengan disaksikan istri Dahlan Iskan, Nafsiah Sabri. [Rina Ginting] Menteri BUMN Dahlan Iskan menerima gelar doktor honoris causa bidang kemanusiaan dari Universitas Arellano, Manila, Filipina, Selasa (29/10). Penganugerahan dilakukan Director Commission on Higher Education National Capital Region, Chatherine Q Castenada, didampingi Chairman dan CEO Universitas Arellano, Sir Fransisco Paulino Cayco, dengan disaksikan istri Dahlan Iskan, Nafsiah Sabri. [Rina Ginting]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: