Dahlan Minta Pemda Tak Ribut soal Saham Inalum

“Terpenting diterima dulu oleh Indonesia, jangan ribut dulu. Daripada ribut terus, nanti malah lepas dari Indonesia,” 

Dahlan Iskan - Inalum

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan meminta pemerintah daerah tidak meributkan bagian saham di PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), yang akan menjadi milik Indonesia per 1 November nanti. Ia khawatir bila pemda terus meributkan saham saat ini, dikhawatirkan memperlambat proses pengambilalihan.

“Terpenting diterima dulu oleh Indonesia, jangan ribut dulu. Daripada ribut terus, nanti malah lepas dari Indonesia,” kata Dahlan ketika ditemui di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2013. Meski begitu, pada dasarnya ia menyetujui bila daerah memiliki saham di Inalum. “Nanti pemda mau ikut serta di dalamnya sama sekali tidak masalah, karena sama-sama pemerintah, baik pusat maupun daerah,” kata Dahlan.

Dahlan juga menepis keraguan jika Inalum dikelola pemerintah Indonesia, akan ada kesulitan bahan baku dan memasarkan produknya. “Semua itu tidak betul. Industri dalam negeri punya banyak kebutuhan dengan alumunium, jadi pasar yang selama ini ke Jepang bisa dialihkan ke dalam negeri,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama 10 pemerintah kabupaten dan kota di kawasan Danau Toba meminta 58,9 persen saham Jepang di PT Inalum. Untuk mendanai pembelian saham itu, pemerintah daerah telah menggandeng swasta, yakni PT Toba Sejahtera dan Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo). Namun, sampai saat ini pemerintah masih mengkaji permintaan pemerintah daerah (pemda) tersebut. Jatah daerah itu bakal dibahas setelah Inalum diambil alih 100 persen dan menjadi BUMN baru.

ANANDA PUTRI

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/30/092525844/Dahlan-Minta-Pemda-Tak-Ribut-soal-Saham-Inalum

***

Soal Inalum, Dahlan Minta Pemda Jangan Ribut Dulu

JAKARTA – Dalam kurun waktu dua hari ke depan, Pemerintah Indonesia akan mendapatkan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) 100 persen. Akan tetapi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengambil sikap tenang terlebih dahulu.

Dirinya mengatakan, dengan tidak adanya hal yang meributkan keikutsertaan pemerintah daerah dalam PT Inalum lantaran yang terpenting untuk saat ini PT Inalum 100 persen jatuh ke pangkuan Indonesia.

“Daerah saya kira wajar untuk ikut serta di dalamnya, tetapi yang terpenting adalah diterima dulu oleh Indonesia, jangan ribut dulu, daripada ribut terus lepas dari Indonesia jadi diterima dulu oleh pemerintah pusat, nanti pemda mau ikut serta di dalamnya sama sekali tidak masalah, karena memang baiknya seperti itu, karena sesama pemerintah pusat pemerintah, daerah pemerintah,” kata Dahlan saat di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (30/10/2013).

Dahlan menjelaskan, sesuai dengan master agreement, sejak 1 November 2013 resmi PT Inalum menjadi BUMN. Namun, dirinya juga menyebutkan banyak kalangan yang meragukan PT Inalum ketika menjadi BUMN. Mulai dari kesiapan bahan baku dan juga pemasaran produknya.

“Semua itu tidak betul, karena bahan baku yang hanya tinggal satu bulan itu sudah disetujui untuk satu tahun ke depan dengan demikian produknya pun dapat dijual atau tidak jangan diragukan lagi, karena selama ini 70 persen ke Jepang. Karena industri dalam negeri membutuhkan produk Inalum, dan sudah taken kontrak produk Inalum itu akan dibeli oleh perusahaan dalam negeri daripada selama ini impor lebih baik beli dari Inalum,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Dahlan, dirinya senang dengan beralihnya Inalum ke Indonesia. Pasalnya, akan menjadi BUMN baru, dan akan dikelola oleh BUMN.

“Anda sudah tahu komisi VI waktu itu sidangnya terbuka dan memberikan persetujuan yang sepenuhnya dan BUMN siap mulai tanggal 1 nanti mengelola Inalum,” pungkasnya. (wdi)

okezone.com

***

Dahlan Iskan Minta Pemda Jangan`Heboh` Dulu Ingin Kuasai Inalum

Liputan6.com, Jakarta : PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) pada tanggal 1 November nanti akan resmi 100% menjadi milik Indonesia. Sebelumnya produsen alumunium ini mayoritas dimiliki Jepang melalai PT Nippon Asahan Alumunium.

Hingga kini pemerintah masih terus memproses pengambilalihan tersebut, antara lain soal harga hingga pengelolaan Inalum di bawah Kementerian Keuangan, atau langsung menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau milik pemerintah daerah.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengisyaratkan berapapun harga yang disepakati dan siapapun pengelolanya, pemerintah daerah memiliki peluang untuk turut memiliki Inalum.

“Inalum, yang penting tanggal 1 November nanti jadi milik Indonesia 100%. Itu yang penting. Memang saya dengar-dengar suara daerah minta bagian, saya kira itu terbuka untuk dibicarakan,” ungkap Dahlan saat ditemui di Gedung DPR semalam yang ditulis Selasa (22/10/2013).

Namun Dahlan menghimbau kepada pemerintah daerah untuk lebih bersabar dan lebih baik menyerahkan itu semua untuk saat ini kepada pemerintah pusat.

“Nah, tapi jangan 1-2 hari ini. Nanti, kalau heboh-heboh, tanggal 1 nggak jadi jatuh ke Indonesia, nanti kehilangan semua. Yang penting tanggal 1 itu jatuh dulu ke Indonesia. Nah setelah itu, urusan pusat dan daerah kan masing-masing nanti dibicarakan,” terang dia.

Demi menuju kesepakatan harga Inalum, banyak pihak yang menilai hal ini akan dimasukkan dalam Arbitrase. Namun Dahlan menegaskan apabila nantinya memakai proses Arbitrase, itu bukan pemerintah Indonesia yang mengajukan malainkan pihak Jepang.

Meski kesepakatan harga belum tercapai dan akhirnya melalui jalan Arbitrase, hal itu tetap tidak mempengaruhi pengambil alihan kepemilikan mulai 1 November 2013.

“Arbitrase itu pihak Jepang, tapi tidak menyangkut dialihkan ke Indonesia, tanggal 1 itu tetap ke Indonesia tanpa terpengaruh arbitrase,” jelas Dahlan. (Yas/Nur)

liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: