Pabrik Alumina Terbesar Diresmikan

“Karena baru ada satu ini di Indonesia dan Asia Tenggara berarti ini yang terbesar,” 

PontianakPost-F_foto_A_Dahlan_Kuliah_umum2_779734542

TAYAN – Pabrik pengolahan alumina terbesar di Asia Tenggara yang terletak di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau diresmikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Senin (28/10). Suara sirine yang dibunyikan secara serempak oleh Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Direktur Utama PT Antam Tato Miraza menandai dimulainya fase commissioning (persiapan) untuk mengolah biji bauksit menjadi produk chemical grade alumina (CGA). Operasi komersial pabrik akan dimulai pada Bulan Maret atau April 2014.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, fase persiapan ini dimulai tiga bulan lebih cepat dari jadwal semula. “Hari tanggal 28 Oktober adalah hari Sumpah Pemuda. Hari ini kita resmikan proyek Tayan. Ini bagian dari Sumpah Pemuda,” kata Jero saat memberikan pengantar di depan ratusan undangan. Menurut Jero, selama ini Indonesia selalu mengekspor bahan mentah yang disebutnya mengekspor “Tanah Air”.

“Dulu kita kalau ada bauksit kita garuk begitu saja, terus kita angkut pakai kapal ke luar negeri. Kalau hanya ekspor bahan mentah itu saya sebut mengekspor tanah air. Bauksit begitu, biji besi begitu, nikel begitu. Tidak ada nilai tambah. Sekarang tidak boleh begitu. Kita harus proses itu sehingga ada nilai tambah,” ujar Jero.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, proyek pengolahan Alumina di Tayan ini merupakan proyek terbesar di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara. “Karena baru ada satu ini di Indonesia dan Asia Tenggara berarti ini yang terbesar,” katanya. Konstruksi pabrik CGA Tayan telah berjalan sejak 11 April 2011. Pabrik ini akan mengolah cadangan Bauksit untuk untuk memproduksi 300 ribu ton CGA pertahun dengan mengolah 850 ribu wmt bijih bauksit tercuci pertahun. Komoditas CGA Tayan akan diekspor ke Jepang dan negara-negara lainnya, serta dijual untuk pasar domestik Indonesia.

Jika Smelter Grade Alumina digunakan untuk pembuatan logam alumunium, produk CGA yang diproduksi di Tayan akan digunakan untuk memproduksi bahan pendukung komponen fungsional dan komponen elektronik. Di antaranya bahan untuk LCD screen, integrated circuit, produk bangunan, dan lain-lain. “CGA ini nantinya akan diekspor sebanyak 200 ribu ton ke Jepang, sedangkan 100 ribu ton untuk Indonesia,” jelas Jero.

Direktur Utama PT Antam Tato Miraza menyatakan, proyek Tayan ini merefleksikan kebangkitan dan kemandirian industri pertambangan dan pengolahan mineral di Indonesia yang berorientasi pada pengembangan komoditas hilir.

Pabrik pengolahan CGA Tayan dikembangkan oleh PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) yang merupakan perusahaan patungan antara PT Antam dengan Showa Denko yang berbasis di Jepang. Antam memiliki 80 persen saham PT ICA dengan sisa kepemilikan 20 persen saham dipegang Showa Denko.

Jero Wacik mengatakan, nilai investasi proyek Tayan mencapai Rp5 triliun. Pendanaan proyek berasal dari Internal Antam dan Showa Denko, Pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) serta Mizuho Bank Ltd.

Seusai peresmian, Jero Wacik dan Dahlan Iskan beserta rombongan melihat kondisi ruang kontrol pabrik. Dahlan sempat berbincang dengan sejumlah pekerja di ruangan tersebut. Setelah itu, melalui sebuah proyektor, Direktur PT Indonesia Chemical Alumina, Denny Maulasa menjelaskan bagaimana pabrik ini beroperasi dan apa saja yang dihasilkan dari proyek tersebut.

Selain peralatan modern, pabrik tersebut juga memiliki sistem kelistrikan sendiri dan dermaga angkut di pinggir Sungai Kapuas. Listrik sebesar 2×14 MW dibangun sendiri dengan bahan bakar batu bara untuk mencukupi kebutuhan energi di sana.

Denny Maulasa juga menjelaskan, pabrik ini memiliki sekitar 500 karyawan untuk pengoperasian pabrik. 70 persen diantaranya berasal dari Kalbar, yakni dari kecamatan Tayan, Toba dan Meliau. Deni berharap, pengoperasian pabrik ini diharapkan memberi dampak positif, terutama bagi pertumbuhan perekonomian di wilayah Tayan dan sekitarnya. Jero merasa senang karena proyek ini mampu menyedot tenaga kerja dari lingkungan sekitar pabrik. “Saya merasa gembira karena karyawan pabrik banyak dari kecamatan di sekitar sini. Sejak awal saya pesan agar jangan bawa terlalu banyak orang Jepang ke sini,” ujarnya. (her)

pontianakpost.com

Ket Photo: MENINJAU PABRIK: Menteri ESDM Jero Wacik dan Menteri BUMN Dahlan Iskan meninjau langsung pabrik pengolahan biji bauksit di Tayan. HARYADI/PONTIANAKPOST
Font size: Decrease font Enlarge font

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: