Kalbar Miliki Industri Hilir

“Industri hilir penting untuk Kalbar. Sehingga tidak diekspor bahan baku begitu saja,” 

Dahlan Iskan - Pontianak 2
ICA Segera Produksi Cetak Sawah Baru Masih Terkendala

PONTIANAK–Selama ini Kalimantan Barat hanya dikenal sebagai penyedia bahan mentah untuk industri di luar provinsi. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan pihaknya akan berupaya untuk membangun industri hilir di daerah ini. “Industri hilir penting untuk Kalbar. Sehingga tidak diekspor bahan baku begitu saja,” ujarnya dalam acara BUMN Business Gathering, Peran BUMN dalam Membangun Ekonomi Kalbar di Kalimantan Ballroom, Hotel Aston Pontianak, Minggu (27/10) malam.

Salah satu yang akan segera beroperasi adalah pabrik chemical grade alumina bernama PT Indonesia Chemical Alumina di Tayan Sanggau. Dalam acara tersebut, Dahlan dan Direktur PT Aneka Tambang (Antam) Tato Miraza menjelaskan bahwa, pabrik tersebut sudah memasuki tahap commissioning, dan akan mulai berproduksi setengah tahun mendatang.

PT ICA sendiri adalah perusahaan patungan antara PT Antam Tbk dan Showa Denko K Jepang. Porsi saham masing masing adalah 80 persen dan 20 persen. PT ICA memerlukan umpan bijih bauksit sebanyak 1,7 juta ton dengan kapasitas produksi 300 ribu ton CGA per tahun. Produk-produk CGA digunakan diantaranya untuk memproduksi material berdaya guna dan material elektronik. Aluminium hidroksida, produk intermediary dalam produksi alumina, digunakan dalam proses pemurnian air.

Pabrik yang mulai dibangun Februari 2011 itu, merupakan pabrik CGA pertama di Asia Tenggara. CGA ini nantinya akan diekspor sebanyak 200 ribu ton ke Jepang, sedangkan 100 ribu ton untuk Indonesia. Namun Dahlan mengatakan, hal ini tetap menguntungkan Indonesia. Pasalnya PT Antam sendiri mendapat utang dengan bunga murah dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk investasi tersebut.

“Kebetulan dapat dari JBIC untuk jangka panjang, dengan bunga 1,7 persen setahun. Kita berhasil bernegoisasi dengan Jepang untuk mendapatkan saham 80 persen. Saham mayoritas masih di kita,” ujar peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat ini.Dirut Antam, Tato Miraza menambahkan, nilai investasi pabrik tersebut mencapai 492 juta Dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp5 triliun. Selain peralatan modern, pabrik tersebut juga memiliki sistem kelistrikan sendiri dan dermaga angkut di pinggir Sungai Kapuas. “Listrik kita bangun sendiri dengan batu bara sebesar 2×14 MW. Kita juga bikin pelabuhan dengan 4 jetty. Dari Tayan kita kirim ke Pontianak dengan kapal tongkang,” ujarnya.

Tato menyebutkan, satu lagi smelter alumina akan dibangun di Mempawah dengan output metal alumina sebanyak 1,2 juta ton per tahun. Namun PT Antam membutuhkan investasi sebesar 1,5 miliar Dollar AS. Saat ini PT Antam sedang mencari mitra untuk mewujudkan rencana tersebut.Tidak hanya bicara soal pabrik alumina saja, Dahlan juga menyinggung masalah pelabuhan. Disebutkan dia, beberapa waktu lalu mendapat banyak keluhan soal tidak efisiennya Pelabuhan Pontianak. “Katanya kapal harus antre sampai tiga minggu untuk bongkar muat. Saya segera minta Pelindo II mengatasi masalah ini. Sekarang sudah jauh membaik,” tukasnya. Hal tersebut diamini para pedagang yang hadir dalam acara tersebut. Mereka menyebut saat ini, proses bongkar muat di Pelabuhan Pontianak hanya butuh waktu empat hari saja.

Namun Dahlan mengakui, ada juga proyek BUMN yang belum berhasil. Salah satunya adalah percetakan sawah baru di Kabupaten Ketapang. “Percetakan sawah baru di Ketapang masih sulit. Hasilnya masih sangat rendah, baru 1 hektar dapat 2 ton. Setelah baca literature, memang sawah baru tidak bisa menghasilkan banyak,” ucapnya.
Dia mengatakan, pihaknya tidak akan menyerah. Berbagai upaya dilakukan. Salah satunya dengan memindahkan pengoperasian dari PT Sang Hyang Seri ke PT Pupuk Indonesia.

“Untuk menarik gerobak besar, dibutuhkan kuda yang lebih besar. Oleh sebab itu sawah saya alihkan ke Pupuk Indonesia yang lebih kuat,” imbuhnya.Mantan Dirut PLN ini juga meminta, agar perusahaan-perusahaan BUMN tidak direcoko dengan banyak beban dan pungutan sosial. “Tugas perusahaan adalah membayar pajak dan menimbulkan multiplier effects. Tetapi multiplier effects yang tidak ditata juga akan salah. Pemda yang harus menata itu,” tandasnya.(ars)

pontianakpost.com

Ket Photo: Para ibu-ibu berusaha untuk bersalaman dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat menyaksikan Festival Drumband dan Fashion Road di Jalan Gajahmada, Minggu (28/10) sore. Sebelumnya Dahlan Iskan menghadiri per esmian Maha Vihara Mitreya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: