Dahlan Diminta Segera Hapus Outsourcing

“Kami mendesak Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengeluarkan instruksi kepada direksi BUMN agar menjalankan rekomendasi panja outsourcing,” 

Dahlan Iskan - Demo Buruh

TEMPO.CO, Jakarta – Gerakan Bersama Buruh dan Pekerja BUMN (Geber BUMN) mendesak Kementerian Badan Usaha Milik Negara menjalankan rekomendasi panitia kerja Komisi IX DPR RI tentang ketenagakerjaan alih daya (outsourcing) perusahaan milik negara. Rekomendasi panitia kerja yang dibentuk oleh Komisi IX tersebut berisi penghapusan alih daya di BUMN.

“Kami mendesak Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengeluarkan instruksi kepada direksi BUMN agar menjalankan rekomendasi panja outsourcing,” kata Maruli, perwakilam dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, di Jakarta, 28 Oktober 2013.

Penghapusan sistem kerja tersebut melalui pengangkatan pekerja menjadi pegawai tetap, pemenuhan hak-hak normatif, serta penolakan pemberangusan serikat pekerja (union busting).

Menurut dia, Menteri Dahlan telah berkomitmen untuk menjalankan rekomendasi panja alih daya dalam periode 15 hari setelah rekomendasi tersebut dikeluarkan pada 22 Oktober lalu.

Maruli menyatakan, jika hingga 12 November nanti belum ada komitmen penuh dari perusahaan BUMN, Gerakan Pekerja BUMN akan melakukan aksi besar-besaran yang melibatkan seluruh pekerja alih daya sekitar 700 ribu orang. “Di PLN sendiri data yang kami terima terdapat 75 ribu pekerja outsourcing,” katanya.

Pada 17 Oktober lalu, sekitar 600 pekerja alih daya di PLN Area Surakarta menggelar aksi unjuk rasa di bundaran Gladag, Surakarta, Jawa Tengah. Mereka menuntut agar Menteri Dahlan mundur dari jabatannya karena hingga saat ini banyak BUMN yang mempekerjakan tenaga alih daya. “Sistem outsourcing tidak manusiawi dan tidak beda jauh dengan perbudakan,” kata koordinator aksi Joko Santoso. (Baca juga : Pekerja Outsourcing PLN Tuntut Dahlan Iskan Mundur)

Hingga saat ini belum ada tanggapan dari Dahlan terkait desakan gerakan pekerja BUMN tersebut. Namun, ikhwal pekerja alih daya, Dahlan sebelumnya mengatakan akan membentuk anak usaha BUMN yang khusus menampung para pekerja alih daya di lingkungan BUMN. Ide ini, menurut dia, diharapkan dapat memutus penggunaan tenaga alih daya di sejumlah BUMN.

tempo.co

***

Dahlan Iskan Didesak Jalani 12 Rekomendasi Panja OS, Jika Tidak?

Liputan6.com, Jakarta : Panja Outsourcing (Panja OS) dan Ketenagakerjaan (Naker) BUMN telah mengeluarkan rekomendasi atas permasalahan ketenagakerjaan di perusahaan-perusahaan BUMN.

Tercatat ada 12 butir rekomendasi yang harus dilaksanakan seluruh direksi para perusahaan BUMN dan Kementerian BUMN.

Karena itu, Gerakan Bersama Buruh (Geber) BUMN meminta Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan segera mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran direksi perusahaan BUMN untuk menjalankan rekomendasi Panja tersebut.

“Geber akan mengawal rekomendasi ini sesuai janji menteri ketika Raker Komisi IX lalu memutuskan dibentuknya Panja OS dan Naker BUMN. Geber akan kawal selama 15 hari kerja sejak 22 Oktober lalu,” kata Koordinator Geber BUMN Ais dalam jumpa pers di Gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Senin (28/10/2013).

Dia menjelaskan, pengawalan terhadap Panja OS dan Naker ini dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap pertama atau minggu awal, Geber akan mengawal secara persuasif. Kemudian fase kedua atau minggu terakhir, Geber mendesak dan bersikap.

“Bentuknya desakan serta penyikapan, yaitu melakukan beberapa langkah strategis,” kata Ais.

Di tengah kedua fase itu, lanjut Ais, Geber BUMN melihat bahwa rekomendasi tersebut rentan untuk direksi perusahaan BUMN guna memburu rente dengan memasukkan sanak-saudaranya menjadi pegawai tetap di perusahaan.

“Untuk antisipasi penumpang gelap itu, Geber BUMN akan membuka posko Geber di daerah-daerah,” ujarnya.

Pada 22 Oktober 2013 lalu, Panja Oustourcing dan Ketenagakerjaan BUMN dibentuk dalam rapat kerja di Komisi IX DPR. Ada 12 butir rekomendasi untuk penyelesaian masalah outsourcing dan ketenagakerjaan di perusahaan BUMN.

Rekomendasi Panja OS dan Naker pada pokoknya berisi, pertama, tidak boleh ada PHK dan menghentikan rencana PHK terhadap buruh outsourcing dan tetap.

Kedua, buruh outsourcing yang dipekerjakan di lingkungan BUMN untuk diangkat sebagai buruh/pekerja tetap di perusahaan BUMN.

Ketiga, rekomendasi Panja OS dan Naker harus dilaksanakan selambat-lambatnya 15 hari kerja terhitung sejak rekomendasi ini diputuskan pada 22 Oktober 2013.

Apabila Direksi Perusahaan BUMN tidak melaksanakan rekomendasi tersebut, maka Komisi IX DPR merekomendasikan Direksi Perusahaan BUMN untuk dipecat. (Riz)

liputan6.com

2 Komentar to “Dahlan Diminta Segera Hapus Outsourcing”

  1. Outsourcing itu diatur dalam UU Buruh hasil karya Presiden Megawati dengan Menakertran Yacob Nuwawea serta para anggota DPR periode 1999-2004. Mereka mestinya yang dimintai tanggungjawab oleh Ketua Komisi IX Tjiptaning yang juga kader PDIP.
    Jika outsoucing mau dihapus, mestinya UU Buruh itu dulu yang dihapus, bukan hanya melalui hasil kerja Panja DPR yang merekomendasikan agar outsourcing dihapus. Masa UU dikalahkan oleh rekomendasi Panja? Yang benar aja……

  2. Kasian para OS kita yang hanya diperalat oleh anggota dpr yang katanya pro rakyat….. ternyata hanya untuk agar terpilih lagi menghalalkan segala cara untuk dapat dipilih lagi…..sebetulnya mudah……TANYA SIAPA YG BUAT UU NYA….toh anggota dpr sendiri….KLO MEREKA LUPA….APA PERLU DISERET oleh OS???? klo gak mau ya sudah …. HAPUSKAN saj UU nya…… DPR itu buta dan tuli….masak rekomendasi mengalahkan UU…. mereka itu BODOH atau MEMBODOHKAN diri?????? partai MONCONG PUTIH …..kalian mengexploitasi OS……ingat dimasa pemerintahan siapa???? MEGAWATI dan MENTERI TENAGA KERJANYA juga dari MONCONG PUTIH…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: