MH100 – Dua Tahun dengan Banyak Kejadian

Manufacturing Hope ke-100

MH100 - Dua Tahun dengan Banyak Kejadian

Minggu lalu bersejarah bagi saya: genap dua tahun jadi Menteri BUMN.

Minggu ini juga bersejarah bagi saya: menerima PT Inalum sebagai BUMN baru hasil penyerahan dari Jepang ke pangkuan Indonesia.

Selama dua tahun jadi menteri saya merasa baik-baik saja. Tidak gembira tapi juga tidak susah. Biasa-biasa saja. Dua kali saya masuk rumah sakit. Dua-duanya karena sakit perut. Kesukaan saya makan karedok dan ketoprak kadang memang berlebihan.

Selama dua tahun itu pula saya hampir tidak absen berolahraga: senam joget di Monas. Nyaris setiap hari: pukul 05.00 hingga 06.30. Kalau pagi-pagi hujan, senamnya pindah ke teras Kementerian BUMN yang di dekat Monas itu.

Meski hanya joget, ngurus senam ini ternyata seperti ngurus perusahaan juga: perlu fokus. Awal-awal gabung ke kelompok senam-dansa ini saya hampir putus asa. Mereka (mayoritas ibu-ibu lebih setengah baya) sudah menguasai gerakan kira-kira 100 lagu. Mereka juga sudah lebih 30 tahun berkelompok di situ.

Belajar geraknya sulit. Setiap hari lagunya beda: latin, mandarin, dangdut, jaipongan, korea, dan rock. Belum berhasil menirukan gerakan satu lagu, mereka sudah berganti gaya. Huh! Kelihatan banget bodohnya. Apalagi umur sudah 62 tahun!

Tapi saya tidak boleh menyerah. Saya ikuti terus gerak mereka. Kini saya sudah bisa kira-kira 40 gerakan dari berbagai lagu itu. Kemampuan terbaru saya gerakan lagu dangdut: di-reject, di-reject saja! Kini saya sedang belajar keras yang lebih baru: goyang Cesar! Beruntung. Dalam proses belajar ini sempat didampingi langsung oleh Cesar yang asli. Yakni saat sama-sama manggung di Sukabumi pekan lalu.

Saya sungguh merasakan manfaat olahraga ini. Sehat, berkeringat, dan gembira. Juga dekat dengan kantor. Saya hampir selalu mandi pagi di kantor.

Pernah, di awal-awal jadi menteri dulu, saya mencoba olahraga jalan kaki. Baru beberapa hari mencoba datanglah musim hujan. Berarti harus cari olahraga di dalam gedung. Tapi apa? Maka saya putuskan untuk berolahraga dengan cara menaiki tangga darurat gedung bertingkat. Misalnya kedung Kementerian BUMN yang 24 tingkat itu.

Baru beberapa hari naik-turun tangga, bosan juga. Tiap pagi lihat tangga darurat yang sama. Lalu saya naiki tangga darurat gedung Pertamina yang 26 lantai itu. Lalu gedung BTN di jalan Gajah Mada. Tiap hari saya cari gedung baru: Bank Mandiri di Jalan Gatot Subroto yang 36 lantai. Bank Rakyat Indonesia di Jalan Sudirman. Terus cari gedung BUMN yang lebih tinggi. Terakhir gedung Bank BNI itu. Mentok. Tidak ada lagi gedung lebih tinggi milik BUMN.

Kehabisan cara berolahraga yang praktis, saya jalan-jalan muter monas. Saya lihat kok ada sekelompok orang menari-nari di dekat patung Ikada. Saya ingat suasana di Tiongkok: banyak orang senam di taman-taman kota. Di kelompok inilah saya (dan istri) terdampar. Sampai hari ini. Waktu itu pesertanya sekitar 40 orang. Sekarang sudah 120 orang.

Selama dua tahun jadi menteri saya juga “terperosok” ke dunia twitter. Ini gara-gara Najwa Sihab, anchor terkemuka Metro TV itu. Dialah yang merayu saya untuk memasuki dunia twitter. Dan membuatkan account-nya. Sayangnya, dua bulan terakhir ini saya tidak aktif. Awalnya gara-gara HP saya rusak. Lama-lama merasa enak juga sesekali libur panjang dari twitter. Bisa mengistirahatkan batin. Agar tidak ketularan penyakit pesimis, sinis dan negative thinking yang belakangan mewabah di twitter. Kini saya lagi menunggu kangen untuk twitteran lagi.

Dua tahun menjadi menteri rasanya sudah sangat lama. Bayangkan kalau harus lima tahun.

Minggu ini, tepatnya lima hari lagi, saya menyaksikan hal baru: kembalinya PT Inalum ke pangkuan ibu pertiwi. Baru kali ini terjadi, kontrak kerjasama jangka panjang dengan perusahaan asing tidak diperpanjang. Baru oleh pemerintahan sekarang ini hal itu terjadi. Jepang memang ngotot minta perpanjangan. Tapi pemerintah tegas: tidak bisa.

Kita menaruh hormat pada Jepang. Dan kita harus memuji sikap Jepang ini. Kita juga harus salut pada tim pemerintah yang dibentuk Presiden SBY untuk menegosiasikan proses penyerahan PT Inalum ke bangsa sendiri. Tim itu diketuai oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat. Menkeu, dan Menteri BUMN sebagai anggota.

Yang jelas Jepang tetap menjadi sahabat terbaik Indonesia. Masih banyak kerjasama lain sedang dan akan berlangsung.

Hari ini pun saya meninjau proyek kerjasama Jepang-Indonesia di Kalbar. Yakni pembangunan pabrik chemical alumina yang sangat besar di Kabupaten Sanggau. Yakni antara BUMN PT Antam Tbk (80%) dan Swadenko Jepang (20%). Kita juga lagi siap-siap bangun pabrik smelter grade alumina yang besar. Juga di Kalbar. Jepang tertarik untuk ikut. Kita lagi pilih-pilih partner terbaik. “Peminatnya banyak,” ujar Dirut Antam Tato Miraza. Misalnya Mitsui dari Jepang, tiga perusahaan dari Tiongkok, satu perusahaan aluminium dari Dubai. Perusahaan Norwegia juga berminat. Dan yang paling ngotot dari Rusia. Saya serahkan pada direksi PT Antam untuk memilih yang terbaik bagi negara.

Kita doakan penyerahan PT Inalum ke Indonesia itu akan berjalan lancar. Komisi VI DPR sudah sangat mendukung dan memberikan persetujuannya. Tinggal persetujuan dari Komisi XI DPR yang masih dalam proses.

Penyerahan PT Inalum ke pangkuan Indonesia itu baiknya kita syukuri.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

7 Komentar to “MH100 – Dua Tahun dengan Banyak Kejadian”

  1. Dua tahun menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan merasa bosan. Mungkin karena terlalu bersemangat dan monoton.
    Seperti kita ketahui, mantan Dirut PLN ini dari hari ke hari sepertinya tidak pernah ”istirahat”, hari sabtu dan minggu yang mestinya untuk keluarga, kenyataannya untuk kerja kerja dan kerja.
    Kadang saya bertanya, kapan hari untuk keluarga, seperti diharapkan Ibu Hj. Nafsiah Sabri atau Ny. Dahlan Iskan, bahwa dirinya ingin menikmati hari tua bersama suami, dua orang putra-putri dan dua orang cucunya.
    Apa sebenarnya yang dicari mantan wartawan Jawa Pos itu, kalau bukan Demi Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat????

  2. waktu remajaku dijogja yg aku tunggu dihari senin pagi adalah kalau gak jawa pos ya kompas, soalnya mencari berita sepak bola seri A hanya koran itu yg uptodate,, tahun 89-90 jaman trio belanda & jerman, kini hal2 yg uptodate yg selalu aku ikuti bukan serie A lagi tapi MH,

  3. ingat jepang, ingat doraemon, doraemon robot kucing yg kesaktiannya melebihi raja jayabaya, imajinatif dan melintas batas

  4. semoga selalu diberikan kesehatan agar bisa menata Indonesia. Semoga Kehidupan kedua Abah ditakdirkan untuk memperbaiki Indonesia

  5. ya lah bosan bung…pokoknya cari cara yg baru biar ga bosen..emang dunia itu selalu baru.minimal hari berganti baru.. syukur bung Dis masih bertahan.lha memang kalo di JPNN tuh 2-3 th dah senior gak kayak di PNS…….setelah 25 th baru dibilang senior….bosan jadi mentri.SMOGA… JADI PRESIDEN…..KU DOAKAN SLALU……MOGA2 BUNG DIS JADI PRESIDEN YANG SEDERHANA……PEKERJA KERAS DLLL SPT TUH PRESIDEN MEXIKO APA YG MANA YA??? TUH PRESIDENYA GAK MAU TRIMA GAJI…POKOKNYA YG GITU2 LOH….KALO DAH QODAR YAAAAAAA…GAK KMANA2… GAK ADA YANG BISA NOLAK…….KALOPUN GAK DI QODAR YAAA…EMANG NASIBNYA GITU…HARUS IKHLAS NERIMANYA……..NAMUN HARAPANKU BUNG DIS JADI PRESIDEN…YG MENGHARAP AKU LOH…BUKAN BUNG DIS… SOALE.SUDAH SAATNYA……INDO DIPIMPIN ORG YG LEBIH BAIK…..SMOGA SUKSES BUNG

  6. Dahlan Iskan ,Dulu,kini dan Mendatang terus bekerja,bekerja,bekerja,itulah ibadahnya DEMI INDONESIA yang Sejahtera !

  7. Seandainya bapak tidak jadi presiden, bagi saya bapak adalah salah satu pejuang sejati yang mau mengabdikan diri demi kejayaan negeri ini INDONESIA, kita tau para pejuang pasti banyak musuhnya jangankan dari luar yang dari dalam negeripun juga lebih banyak…namun kita tidak perlu pesimis, jika ALLAH SWT berkehendak dan TAKDIR yg terbaik untuk negeri ini dipimpin oleh Pak Dahlan Iskan…maka hal tersebut tentu tidak ada yg tidak mungkin….selamat berjuang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: