Dahlan Undang Dua Bupati Tuntaskan Bandara Silangit

“Angkasa Pura tidak bisa melanjutkan pengembangan karena terkendala lahan yang belum sepenuhnya terbebaskan,” 

Dahlan Iskan - Bandara Silangit

Jakarta ( Berita ) : Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan akan menemui dua bupati yang berada di sekitar Bandar Udara Silangit, Sumatera Utara, untuk menyelesaikan masalah lahan bagi pengembangan bandara tersebut.

“Saya akan mengundang dua bupati di sekitar Silangit, untuk menyelesaikan soal lahan agar pengembangannya selesai,” kata Dahlan usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Kantor Pusat PT Pelindo II, Jakarta, Kamis [24/10].

Menurut Dahlan, pengembangan bandara yang berlokasi di Siborong-borong, Tapanuli Utara ini, sejak Bandara Silangit, di Siborong-borong Tapanuli Utara ini sejak Januari 2013 sudah dialihkan statusnya dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan kepada PT Angkasa Pura II. “Pengembangan sudah dilajukan, dana sudah tersedia sekitar Rp150 miliar. Namun, saat ini terkendala soal lahan,” ujarnya.

Menurut mantan Dirut PT PLN ini, lahan bandara Silangit ada di dua kabupaten sehingga belum bisa langsung dibangun karena statusnya masih milik pemda. “Angkasa Pura tidak bisa melanjutkan pengembangan karena terkendala lahan yang belum sepenuhnya terbebaskan,” tegas Dahlan. Pengerjaan pengembangan fasilitas bandara ini, kata dia, sudah dimulai dengan memperpanjang dan memperlebar landasan pacu. “Fasilitas refueling bahan bakar juga sudah selesai dibangun Pertamina. Tinggal pengembangan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Meskipun sudah dapat diterbangi maskapai Wings Air, Bandara Silangit masih minim fasilitas sehingga perlu disempurnakan.Bandara Silangit berjarak sekitar 284 km dari Kota Medan ini memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 2.400 meter, lebar 30 meter bisa didarati Boeing 737 Seri 500.Dengan dikelola AP II diharapkan dapat segera dikembangkan sehingga bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 seri terbaru NG 800 (ant )

beritasore.com

***

Pengembangan Bandara Silangit Terkendala Lahan

 

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan pengembangan Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, terhambat lahan. “Ternyata bandara itu menempati tanah kabupaten, sehingga mau dibangun, tidak bisa,” kata Dahlan di kantor PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Kamis, 24 Oktober 2013.

Padahal, dia melanjutkan, lahan sudah tersedia. Selain itu, ia menyebut fasilitas refuelling dari PT Pertamina juga sudah ada. Ia mengatakan, pengembangan bandara dilakukan dengan memperpanjang dan memperlebar landasan.

“Anggarannya Rp 150 miliar dari PT Angkasa Pura II,” kata Dahlan.

Tahun lalu, pemerintah menyerahkan kegiatan operasional Bandara Silangit kepada PT Angkasa Pura II. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti Singayuda Gumay mengatakan, dengan pengalihan tersebut, Bandara Silangit mampu menjadi ujung tombak perekonomian kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

MARIA YUNIAR

tempo.co

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: