Dahlan Iskan sayangkan pembangunan PLTU Batang

“Ketika proyek ini (PLTU Batang, red) akan dilaksanakan terdapat kendala pada pembebasan tanah. Sampai pergantian gubernur Jateng pada bulan Agustus lalu, tanah tersebut belum berhasil pembebasannya,” 

Warga Batang yang tergabung dalam Paguyuban Rakyat Batang Berjuang Untuk Konservasi berunjuk rasa menolak pembangunan PLTU Batang Jawa Tengah di Kedubes Jepang, Jakarta, Senin (22/7).

Semarang (ANTARA News) – Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan proyek pembangunan PLTU Batang yang terkendala dengan pembebasan lahan karena sebenarnya merupakan proyek percontohan.

“Ketika proyek ini (PLTU Batang, red) akan dilaksanakan terdapat kendala pada pembebasan tanah. Sampai pergantian gubernur Jateng pada bulan Agustus lalu, tanah tersebut belum berhasil pembebasannya,” kata Dahlan Iskan dalam seminar nasional “Here To Be Entrepreneur” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Fisip Undip, di Semarang, Rabu.

PLTU Batang, lanjut Dahlan Iskan, ditargetkan menjadi pembangkit listrik terbesar di Indonesia karena satu PLTU dapat menghasilkan 1.000 megawatt dan direncanakan dalam satu lokasi dibangun dua PLTU sehingga menghasilkan 2.000 megawatt.

Selain itu, PLTU Batang juga dirancang memiliki sistem modern yakni menggunakan teknologi Extra Super Critical berbeda dengan PLTU lainnya yang sudah ada di Indonesia.

Untuk PLTU biasa Critical sampai pada 660 derajat celcius atau memiliki tingkat keefisienan yang tinggi.

Dahlan menceritakan proses menggunakan Super Critical yang panasnya di ruang pemanasan suhunya mencapai 600 derajat celcius, sementara Extra Super Critical sampai pada 660 derajat celcius atau memiliki tingkat keefisienan yang tinggi.

Dahlan menceritakan proyek PLTU Batang menjadi urusan BUMN tiga tahun lalu dan masuk dalam Public Privat Patnership (PPP) atau perusahaan milik negara atau milik swasta.

Pemerintah kemudian meminta PLN mengadakan proyek percontohan PPP di Indonesia dan ada lima percontohan proyek di antaranya pengolahan air unggulannya di Jawa Timur dan pembuatan jalan tol.

“Dari lima percontohan proyek yang digunakan PPP tersebut, PLN dengan rencana proyek PLTU Batang yang paling baik penyelesaiannya dan tinggal memulai pembangunan proyek tersebut,” katanya.

Namun, kemudian proyek tersebut sudah tidak dipegang oleh BUMN lagi dan dipegang oleh gabungan investor yaitu Perusahaan Sumitomo dan Perusahaan Adaro, Indonesia selaku pemegang izin.

Proyek pembangunan PLTU Batang yang berkekuatan 2X1.000 megawatt diperkirakan membutuhkan total biaya Rp35 triliun dan semula akan dimulai proses pembangunannya pada 6 Oktober 2013, namun akhirnya tertunda karena masalah pembebasan lahan warga.

(N008/R010)

antaranews.com

One Comment to “Dahlan Iskan sayangkan pembangunan PLTU Batang”

  1. IPP SWASTA BANYAK MASALAH,KALAU TERDAPAT GOLDEN SHARE,NGAK KAPOK2 YA ? HE HE HE NENEK TAHU LA !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: