Punya Darah Mlangi, Siap Mengaji Lagi

Dahlan Iskan - Mengaji Entrepeneur
Dari Kunjungan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jogjakarta (1)

Salah satu rangkaian kegiatan Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan di Jogjakarta lalu adalah berkunjung ke kampung santri Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman. Di sini, mantan bos Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini didapuk mengisi acara Ngaji Entrepreneur Bermanfaat di depan para santri yang terhimpun dalam Himpungan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) DIJ Jumat malam (18/10).

Syukron Arif Muttaqien, Jogja

Tertegun. Begitulah ekspresi raut Dahlan saat disodori buku Sekilas Sejarah Mbah Kyai Nur Iman. Kiai Nur Iman adalah tokoh yang juga dikenal dengan nama Bendoro Pangeran Haryo (BPH) Sandiyo. Dia juga mencermati kisah berdirinya Masjid Jami’ Mlangi oleh salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Ar Risalah yakni Kiai Mustafid. Dengan seksama, tangannya membuka lembar demi buku sejarah yang terdiri dari 15 halaman tersebut. Beberapa kali pria kelahiran Magetan ini terlihat mengeryitkan dahi.

Sambil membaca lembar demi lembar buku sejarah tersebut, Dahlan dengan serius mendengarkan penjelasan dari Mustafid soal sejarah dan kondisi kampung santri Mlangi. Termasuk sejarah dan asal usul leluhur masyarakat Mlangi yakni Kiai Nur Iman.

Begitu selesai acara, Dahlan dengan spontan mengatakan bahwa dia memiliki silsilah keturunan dari Mlangi. Pasalnya, leluhurnya adalah para pejuang perang pendukung Pangeran Diponegoro yang kemudian menyebar ke Jawa Timur. Salah satunya ke Magetan.

”Saya yakin saya punya darah keturunan Mlangi. Sebab, leluhur saya adalah para pejuang Diponegoro yang kemudian pergi ke Magetan,” ujar Dahlan dengan semangat.

Ya, Mlangi memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perang Diponegoro. Selain di Goa Selarong, para pejuang Diponegoro juga sempat menggunakan Mlangi sebagai basis perjuangan. Beberapa kali para pejuang di bawah komando Diponegoro menggelar rapat menyusun strategi di kampung ini. Para putra dan cucu Kiai Nur Iman juga ikut membantu Diponegoro dalam melawan penjajahan Belanda. Di antaranya, Kiai Salim, Kiai Hasan Besari, dan Kiai Ghozali.

Dahlan juga langsung meminta diantarkan untuk berziarah ke makam Kyai Nur Iman yang berada di belakang Masjid Pathok Negoro Mlangi. Di dampingi para santri, Dahlan dengan khusyuk memanjatkan doa untuk Kiai Nur Iman dan leluhur Mlangi.

”Saya janji akan kembali lagi ke sini (Mlangi) untuk menggali lebih banyak lagi. Sebab, saya yakin mbah-mbah saya berasal dari sini,” ujarnya.

Dahlan memang tidak asing dengan kalangan pesantren. Pria yang tidak ingat tanggal lahirnya dan kemudian memutuskan 17 Agustus 1951 sebagai tanggal kelahiranya ini dilahirkan di Magetan dari pasangan Mohamad Iskan dan Lisnah. Dalam beberapa kesempatan, Dahlan sempat mengatakan keluarganya sudah memiliki pesantren di Magetan dan Kediri, Jawa Timur.

Bahkan, dia pernah diberi amanat untuk mengurus pesantren milik keluarganya itu. “Namun, karena saya waktu itu sibuk urus perusahaan, pengurusan pesantren jadi terbengkalai,” ceritanya dalam suatu kesempatan.

Saat ini dia juga ikut menjadi dewan pembina di salah satu pesantren di Singapura yakni Al Irsyad. Pesantren ini menggunakan sistem pendidikan modern dan ada afiliasi dengan lembaga pendidikan di Cambridge University Inggris.

Dalam acara Ngaji Entrepreuneur, Dahlan meminta para santri tidak berkecil hati. Semua orang bisa menjadi pengusaha sukses. Tak terkecuali para santri. ”Kuncinya cuma satu, dalam bisnis harus punya tauhid. Tauhid itu punya keyakinan. Keyakinan itu tidak boleh musrik. Jadi, harus yakin. Jadi, kalau sukses harus yakin dulu,” ujarnya.
Selain itu, kunci sukses lain harus istiqomah. Untuk jadi pengusaha sukses, santri harus menggeluti usaha dengan fokus dan tekun. ”Istiqomah itu tidak boleh toleh sana dan sini. Harus fokus satu bidang usaha agar bisa berhasil,” tandasnya.

Selain Dahlan, sebagai narasumber adalah beberapa perwakilan BUMN di Jogja dan pemilik Toko Mas Kranggan R. Herianto Kurniawan MBA alias Koh Bing. (*/amd)

http://www.pontianakpost.com/nasional/9829-mengaku-punya-darah-mlangi-siap-mengaji-lagi.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: