Enam Pembangkit Listrik Bakal Cukupi Kebutuhan Sumatera

“Listrik itu tahun ini cukup, tahun depan bisa enggak cukup. Medan saja pertumbuhan kebutuhan listriknya 100 megawatt. Berarti harus bangun yang baru,” 
sebelum-sumut-krisis-listrik-dahlan-sempat-perang-dingin

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan, setidaknya ada enam pembangkit listrik yang akan dibangun hingga lima tahun ke depan.

Ia mengklaim, keenam pembangkit itu dapat memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera. Namun, ia mengakui kebutuhan listrik bakal terus bertambah. Sehingga, mau tak mau harus ada perencanaan pembangunan pembangkit listrik mulai dari sekarang.

“Listrik itu tahun ini cukup, tahun depan bisa enggak cukup. Medan saja pertumbuhan kebutuhan listriknya 100 megawatt. Berarti harus bangun yang baru,” kata Dahlan di Jakarta, Senin (21/10/2013) malam.

Ia menuturkan, pembangkit listrik Sarulla paling cepat jadi dalam dua tahun ke depan. Pemangkit listrik di Asahan 3, bakal rampung tiga tahun mendatang. Sementara itu, pembangkit listrik di Takengon bakal beroperasi dua tahun lagi. Sedangkan pembangkit listrik pangkalan susu rampung tahun depan. “Teluk Sirih paling lama 6 bulan lagi, Meulaboh paling lama 6 bulan lagi,” sebut Dahlan.

Meskipun pembangkit-pembangkit listrik itu bakal beroperasi dalam tempo kurang dari lima tahun, namun Dahlan mengatakan mungkin belum mencukupi. Ia menambahkan paling tidak ada tambahan pangkalan susu.

Dahlan memastikan perencanaan pembangunan pembangkit listrik harus baik. “Tidak hanya teknis, tapi apakah izin dikeluarkan tidak, pendanaannya siap tidak. Karena (proyek) itu triliunan semua,” katanya.

kompas.com

***

BUMN Didorong Bangun Pembangkit Listrik di Medan

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan berpikir untuk meminta perusahaan pelat merah membentuk konsorsium untuk membangun pembangkit listrik di Sumatera Utara. Berkaca pada keberhasilan proyek jalan tol di Bali yang digarap secara konsorsium, ia menilai persero yang kuat bisa membantu Sumatera mengatasi krisis listrik.

“Untuk Medan, kalau BUMN bisa konsorsium sendiri untuk jalan tol di Bali, kenapa tidak konsorsium pembangkit listrik di Sumatera Utara?” ujar mantan Dirut PLN itu, di Jakarta, Senin (21/10/2013).

“Nanti saya minta BUMN untuk bangun pembangkit listrik di Sumatera Utara dan tempat-tempat lain,” katanya lagi.

Namun demikian, lanjut Dahlan, idenya kali ini bisa terealisasi jika ada izin dari kementerian teknis, serta PLN.

Ia berharap, pihak terkait itu bisa mendukung sebagaimana Pemda Bali, Kementerian PU, dan Jasamarga memperlancar proyek jalan tol di Bali.

Ditanya apakah idenya ini sudah disampaikan kepada para direksi BUMN, Dahlan mengaku belum. Ia mengaku idenya itu baru tercetus saat ditanya oleh media. “Gini-gini, minggu depan saya akan kumpulkan BUMN kuat, juga PLN untuk terima ide ini. Jangan terus pusing mikirin listrik,” tuturnya.

“Ini masih itu-itu saja, Wika, PP, Adhi karya. Mereka kan butuh proyek-proyek,” jawab Dahlan saat ditanya persero mana yang kuat membentuk konsorsium pembangkit listrik.

kompas.com

***

Digagas, konsorsium BUMN atasi krisis listrik

JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan memiliki gagasan untuk menangani krisis listrik nasional dengan membentuk konsorsium BUMN untuk membangun pembangkit listrik.
“BUMN jika digabungkan akan mampu membangun pembangkit berapa pun kapasitasnya. Untuk itu BUMN yang kami nilai siap dan mampu dari sisi pendanaan akan kami kumpulkan pekan depan,” kata Dahlan.

Menurut Dahlan, ide pembentukan konsorsium BUMN untuk membangun pembangkit listrik terinspirasi dari kesuksesan BUMN membangun jalan tol di atas laut Bali.

“Kalau jalan tol saja BUMN bisa berkolaborasi, tentu bisa juga diterapkan pada infrastruktur listrik,” ujar Dahlan.

Lebih lanjut dijelaskannya, BUMN yang akan diminta untuk membentuk konsorsium dengan PT PLN tersebut seperti Wijaya Karya, Pembangunan Perumahan, Waskita Karya, Adhi Karya, termasuk dengan perbankan BUMN.

“Ini (membangun dengan membentuk konsorsium) kita lakukan supaya jangan terus pusing mikirin masalah listrik ini terus menerus,” ujarnya.

Meski begitu, mantan Dirut PT PLN ini mengungkapkan kesiapan konsorsium BUMN tersebut harus diikuti dengan kesiapan instansi terkait dan termasuk Pemerintah Daerah masing-masing wilayah.

“Izin Pemda soal pembebasan lahan, soal teknis, harus diperoleh agar tidak ada kendala dalam proses pembangunannya,” tegas Dahlan.

Ia menjelaskan, krisis listrik yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau saat ini terjadi karena sejumlah pembangkit eksisting harus diperbaiki.

“Sudah berkali-kali perawatannya ditunda. Sekarang harus diperbaiki sehingga memicu kehilangan listrik di Belawan, dan dari pembangkit Ombilin, di Sumatera Barat hingga sekitar 250MW,” ujarnya.

Untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik tersebut, Dahlan mengatakan, PLN sudah menyewa genset yang ditempatkan di sejumlah lokasi sehingga diharapkan dalam dua pekan sudah bisa mengalirkan listrik.
(dat06/antara)

waspada.co.id

***

Bangun Pembangkit Listrik Paling Cepat Tiga Tahun

JAKARTA – Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji menyambut baik ide Menteri BUMN Dahlan Iskan yang akan mengumpulkan perusahaan pelat merah untuk membangun pembangkit listrik guna mengatasi krisis listrik di berbagai daerah.

Menurut Nur, gagasan tersebut bisa saja direalisasikan mengingat konsorsium BUMN konstruksi sukses membangun jalan tol Bali di atas laut.

“Seperti jalan tol Bali kira-kira ya? Ide yang bagus sekali,” ujar Nur saat dihubungi JPNN, Selasa (22/10).

PLN kata Nur, akan siap membantu dan terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik ini. Dia menilai meskipun dibangun secara kroyokan oleh BUMN tetap saja pembangkit tersebut akan rampung selama 3-4 tahun.

“Mungkin pembangunannya tidak bisa lebih cepat dari tiga tahun, karena memang tidak mudah untuk membangun pembangkit listrik dan kami siap membantu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dahlan mengatakan, dirinya mendapat inspirasi gagasan tersebut dari suksesnya konsorsium BUMN membangun jalan tol di atas laut Bali. Dahlan berpikir bahwa kesuksesan BUMN konsorsium dalam mengerjakan proyek tol Bali di atas laut bisa juga diterapkan dalam mengatasi krisis listrik di Sumatera dan sekitarnya. (chi/jpnn)

jpnn.com

***

Bangun 6 Pembangkit Dalam 5 Tahun

JAKARTA-Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan, setidaknya ada enam pembangkit listrik yang akan dibangun sampai dengan lima tahun ke depan. Keenam pembangkit tersebut bisa memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera.

Namun, ia mengakui kebutuhan listrik bakal terus bertambah. Sehingga, mau tak mau harus ada perencanaan pembangunan pembangkit listrik mulai dari sekarang. “Listrik itu tahun ini cukup, tahun depan bisa enggak cukup. Medan saja pertumbuhan kebutuhan listriknya 100 megawatt. Berarti harus bangun yang baru,” kata Dahlan di Jakarta.

Ia menuturkan, pembangkit listrik Sarulla paling cepat selesai dibangun dalam dua tahun ke depan. Pembangkit listrik di Asahan 3, bakal rampung tiga tahun mendatang.

Sementara itu, pembangkit listrik di Takengon bakal beroperasi dua tahun lagi. Sedangkan pembangkit listrik Pangkalan Susu rampung tahun depan. “Teluk Sirih paling lama 6 bulan lagi, Meulaboh paling lama 6 bulan lagi,” sebut Dahlan.

Meskipun pembangkit listrik itu bakal beroperasi dalam tempo kurang dari lima tahun, namun Dahlan bilang, mungkin belum bisa mencukupi. Ia menambahkan, paling tidak ada tambahan pangkalan susu.

Dahlan memastikan, perencanaan pembangunan pembangkit listrik harus disusun dengan baik. “Tidak hanya teknis, tetapi apakah izin dikeluarkan tidak, pendanaannya siap tidak. Karena (proyek) itu triliunan semua,” katanya.

Terkait ide Menteri BUMN Dahlan Iskan yang akan mengumpulkan perusahaan pelat merah untuk membangun pembangkit listrik guna mengatasi krisis listrik di berbagai daerah, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji menyambut baik ide tersebut.

Menurut Nur, gagasan tersebut bisa saja direalisasikan mengingat konsorsium BUMN konstruksi sukses membangun jalan tol Bali di atas laut. “Seperti jalan tol Bali kira-kira ya” Ide yang bagus sekali,” ujar Nur saat dihubungi JPNN (grup Sumut Pos), Selasa (22/10).

PLN, kata Nur, akan siap membantu dan terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik ini. Dia menilai meskipun dibangun secara kroyokan oleh BUMN tetap saja pembangkit tersebut akan rampung selama 3-4 tahun. “Mungkin pembangunannya tidak bisa lebih cepat dari tiga tahun, karena memang tidak mudah untuk membangun pembangkit listrik dan kami siap membantu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dahlan mengatakan, dirinya mendapat inspirasi gagasan tersebut dari suksesnya konsorsium BUMN membangun jalan tol di atas laut Bali. Dahlan berpikir bahwa kesuksesan BUMN konsorsium dalam mengerjakan proyek tol Bali di atas laut bisa juga diterapkan dalam mengatasi krisis listrik di Sumatera dan sekitarnya. (chi/jpnn)

hariansumutpos.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: