DPR setuju Inalum ditangani Kementerian BUMN

“Kami juga meminta proses pengambilalihan dapat terlaksana sehingga PT Inalum dapat menjadi 100 persen milik pemerintah terhitung tanggal 1 November 2013,” 

Dahlan Iskan - Inalum

Rapat Kerja Gabungan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho melepas ketegangan dengan tertawa dalam Rapat Kerja Gabungan dengan Komisi VI DPR-RI untuk membahas pengambilalihan saham PT Inalum di Senayan, Jakarta, 22 Oktober 2013. Rapat itu sendiri berlangsung hingga pukul 22.30 WIB. (kemenperin.go.id)

Jakarta (ANTARA News) – Komisi VI DPR menyetujui pengelolaan PT Inalum jatuh ke tangan Kementerian BUMN pascapengambilalihan 58,87 persen saham perusahaan itu sebelum 1 November 2013.

“Komisi VI dan pemerintah sudah sepakat pengelolaan Inalum setelah pengakhiran perjanjian tetap berada di bawah pembinaan Kementerian BUMN RI sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan,” kata Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto, saat membacakan kesimpulan Rapat Kerja Gabungan dengan Menperin MS Hidayat dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Selasa malam.

Dalam rapat yang juga dihadiri Kepala Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Mardiasmo, dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho ini ditetapkan lima kesimpulan.

Kseimpulan lainnya, bahwa Komisi VI DPR memberikan persetujuan terhadap hasil perundingan yang telah dicapai oleh Tim Perundingan Proyek Asahan yang dibentuk melalui keputusan Presiden RI Nomor 27 Tahun 2010.

“Kami juga meminta proses pengambilalihan dapat terlaksana sehingga PT Inalum dapat menjadi 100 persen milik pemerintah terhitung tanggal 1 November 2013,” paparnya.

Selanjutnya, Komisi VI juga menyetujui pembayaran share transfer atas nama pemerintah untuk dibayar langsung sesuai kesepakatan dengan Nippon Asahan Alumunium (NAA) Jepang sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Master Agreement beserta addendumnya dan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan.

Poin lainnya, Komisi VI menerima keinginan pemerintah provinsi Sumatera Utara beserta 10 pemerintah kabupaten/kota se-kawasan Danau Toba/daerah berpartisipasi memiliki saham di PT Inalum sebesar 30 persen.

“Dengan catatan kepemilikan pemerintah RI dipertahankan minimal 70 persen,” tambah Airlangga.

http://www.antaranews.com/berita/401640/dpr-setuju-inalum-ditangani-kementerian-bumn

***

Inalum dikelola BUMN, Dahlan tak mau kekurangan bahan baku

Merdeka.com – Sejalan dengan bakal kembalinya pengelolaan PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum ke pangkuan pemerintah Indonesia, Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta untuk memperpanjang kontrak bahan baku.

Ini dilakukan menjawab kekhawatiran yang menyebutkan Inalum akan kekurangan bahan baku jika dikelola Indonesia. Dalam keputusan rapat Komisi VI bersama pemerintah diputuskan kalau nantinya Inalum akan dikelola oleh BUMN.

“Bahan baku jangan sampai (kekurangan) ketika dialihkan ke Indonesia. Jangan sampai kita kesulitan. Kita setujui dalam beberapa waktu lalu untuk memperpanjang kontrak bahan baku selama 2 tahun ke depan. Saya minta direksi,” kata Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10) malam.

Sementara untuk pasar penjualan produk Inalum, Dahlan optimis dengan kekuatan pasar dalam negeri. Selama di bawah Jepang, hasil olahan Inalum 70 persen diekspor ke Jepang.

“Pasarnya kan selama ini di Jepang, nanti 70 persen diserap dalam negeri. Industri dalam negeri banyak sekali yang butuh aluminium,” katanya.

Mengenai share saham Inalum dengan Pemerintah Daerah Sumatera Utara Dahlan tidak mau berkomentar banyak. Dahlan hanya mau fokus pada pengambilalihan.

“Rencana bisnis jangan ribut itu dulu yang penting kembali ke Indonesia dulu. Ini kan nanti sama sama pemerintah juga. Pemda misalnya dapat 30 persen mereka kan harus menyiapkan setoran juga, harus izin ke DPRD juga. Kembali dulu saja,” tutupnya.

[noe]

http://www.merdeka.com/uang/inalum-dikelola-bumn-dahlan-tak-mau-kekurangan-bahan-baku.html

***

Soal Inalum, Dahlan Iskan: Jangan Heboh Dulu

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, prioritas pertama pemerintah saat ini adalah mengambilalih PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada 1 November 2013.

Ia menegaskan pembagian antara pusat dan daerah bisa dilakukan setelahnya. “Memang saya dengar-dengar suara daerah minta bagian. Saya kira itu terbuka untuk dibicarakan,” kata Dahlan ditemui usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Senin (21/10/2013) malam.

“Tapi jangan satu, dua hari ini. Nanti kalau heboh-heboh, tanggal 1 enggak jadi deh jatuh ke Indonesia. Nanti kehilangan semua,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan, ternyata pengambilalihan Inalum harus melewati persetujuan DPR RI. Menurutnya, ini harus diketahui oleh publik.

“Banyak yang menyangka tidak pakai persetujuan DPR. Jangan tanya aturan apa, saya lupa. Karena itu, besok malam kan ada rapat dengan DPR, gabungan dengan Komisi VI. Sehingga kami minta persetujuan DPR,” jelas mantan Dirut PLN itu.

Dahlan menyatakan bahwa persetujuan DPR diperlukan terkait dengan anggaran yang dialokasikan. Pemerintah sejauh ini telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7 triliun untuk memiliki 100 persen saham Inalum.

Sebelumnya, dalam pertemuan terakhir, pihak Jepang menginginkan harga Inalum sebesar 626 juta dollar AS, sedangkan Indonesia sendiri menginginkan harga Inalum hanya 424 juta dollar AS.

Namun kabar terakhir meyebutkan, pihak Indonesia telah menaikkan tawarannya menjadi 558 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 6,14 triliun (kurs Rp 11.000 per dollar AS) kepada Nippon Asahan Aluminium (NAA).

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/10/22/1838076/Soal.Inalum.Dahlan.Iskan.Jangan.Heboh.Dulu

One Comment to “DPR setuju Inalum ditangani Kementerian BUMN”

  1. Untung menteri Perindustrian setuju ya, kalau menteri ESDM ragu2 apakah blok mahakam akan kita ambil alih apa tidak. aneh sekali. Ingat Blok cepu yg dihadiahkan indonesia pada exon bukan pertamina ? ingat perpanjangan kontrak freeport ? ingat juga kontrak gas murah ke cina. mari ambil alih untuk kesejahteraan dan harga diri bangsa !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: