Dahlan: Enggak Apa-apa Dianggap Gila

“Loh, Anda dah lihat pamerannya Wiji Tukul belum? Di sana dibicarakan itu yang namanya gila-gila, mabuk-mabuk,” 

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terus maju dengan idenya membeli peternakan sapi di Australia, meski mendapat berbagai reaksi keras sejumlah pihak, bahkan penolakan dari Fraksi Partai Golkar.

“Masih (diteruskan rencana pembeliannya),” jawab Dahlan singkat ketika ditanya apa yang akan dilakukan setelah menuai penolakan di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Mantan Dirut PLN itu pun tak banyak menanggapi soal penolakan Fraksi Partai Golkar yang disampaikan Firman Subagyo dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI pada Senin siang. Dalam rapat tadi siang, Firman bahkan menyebut rencana Dahlan sebagai ide gila.

Ditanya soal ini, Dahlan pun cuek. “Ya enggak apa-apa,” ujarnya terkekeh. Sejurus kemudian, ia pun menambahkan, “Loh, Anda dah lihat pamerannya Wiji Tukul belum? Di sana dibicarakan itu yang namanya gila-gila, mabuk-mabuk,” canda Dahlan di hadapan wartawan.

Sebagai informasi, Firman bukan satu-satunya anggota Dewan yang bereaksi keras atas ide Dahlan. Sebelumnya, reaksi sinis serupa terlontar dari anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Viva Yoga Mauladi.

Bedanya, jika Firman mengatakan ide Dahlan sebagai ide gila, maka Yoga lebih memilih menyebutnya ide “ngawur”. Persamaannya, mereka memiliki pandangan jika sebaiknya Dahlan memberdayakan tenaga kerja dalam negeri.

“Mau dikemanakan raktyat kita ini, kita punya petani 40 juta. Yang bener itu hulunya di Indonesia, bukan hulunya di luar negeri, hilirnya di Indonesia. Tapi selama ini kan itu yang terjadi,” kata Firman, Senin siang.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/10/21/2041329/Dahlan.Enggak.Apa-apa.Dianggap.Gila

2 Komentar to “Dahlan: Enggak Apa-apa Dianggap Gila”

  1. Firman dan Yoga sebaiknya diikutkan dalam kelas training untuk program wirausaha. Biar tahu betul caranya membuat Business Plan yang tidak bakal bangkrut. Atau kalau memang sudah bisa buat, silahkan kirim ke Kompas dalam rubrik pembaca, baru diadu dengan idenya Pak DI. Kalau program sejenis panti sosial khan sudah dimulai sejak orba. Pembagian bibit sapi. Coba lihat bagaimana hasilnya dan seberapa effektif dan kenapa terjadi kelangkaan stock saat ini..

  2. DI maju terus, saya yakin anda tulus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: