Pernak Pernik Deklarasi Relawan DI di Yogyakarta

Dahlan Iskan - Relawan Yogyakarta

Menteri BUMN, Dahlan Iskan (kedua kanan) beserta istri, Nafsiah Dahlan (tengah) bernyanyi pada acara deklarasi Relawan Dahlan Iskan (ReDI) di Perempatan Tugu, Yogyakarta, Jumat (18/10). Pembentukan Relawan Dahlan Iskan tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah awal pergerakan untuk dapat menebar perubahan ke seluruh tanah air melalui berbagai kegiatan yang positif. ANTARA

***

Dahlan Iskan Deklarasikan Pendukungnya di Yogya

TEMPO.CO, Yogyakarta – Suasana monumen Tugu Golong Gilig Yogyakarta ramai dengan puluhan pemuda, Jumat malam, 18 Oktober 2013. Pemuda yang kebanyakan mahasiswa itu masing-masing membawa lilin menyala. Di pakaian mereka, terselip pin bulat bergambar wajah Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Bagian tengah pin itu tertulis “Relawan Demi Indonesia”.

Jelang tengah malam, suasana monumen Tugu itu mendadak riuh. Pasalnya sosok yang mereka tunggu, Dahlan Iskan, tiba tiba terlihat dari kejauhan. Dahlan tampak berjalan kaki sendirian di pinggir jalan, tanpa pengawalan siapapun menuju arah Tugu.

Beberapa pemuda pun lantas berlari menghampiri dan menyalami Dahlan yang malam itu mengenakan kemeja putih serta bersepatu kets. Dahlan langsung dikawal menuju pusat kerumunan yang sudah menunggunya sejak dua jam.

Hari itu, sebenarnya Dahlan ke Yogya untuk menghadiri sejumlah kegiatan. Di antaranya, mengisi kuliah di universitas dan mengikuti pengajian.

Usai mengikuti pengajian di Kabupaten Sleman, akhirnya Dahlan pun tak langsung kembali ke hotel yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Tugu. Ia menyempatkan diri menemui para anggota komunitas penganggumnya, “Relawan Demi Indonesia” yang biasa disingkat ReDI itu.

Mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara itu didapuk sekalian mendeklarasikan terbentuknya kelompok yang biasa saling berkomunikasi lewat akun Twitter @DahlanIs itu. Malam diisi dengan beragam acarara, mulai dari potong tumpeng, baca puisi, menyanyi hingga berfoto bersama dengan latar monumen Tugu.

Seorang pengurus kelompok wisata Gua Pindul Kabupaten Gunung Kidul, Subagyo, rela datang jauh-jauh malam itu untuk bertemu Dahlan. Subagyo membawa foto kenang-kenangan yang memuat gambar Dahlan tengah dibopong waktu mengunjungi objek wisata susur gua itu beberapa waktu silam. Subagyo juga meminta Dahlan menulis pesan di sebuah kertas untuk dibingkai dan dipamerkan kepada wisatawan Gua Pindul.

Koordinator ReDI Yogyakarta, Meichy Ismail menuturkan ReDI telah terbentuk di sejumlah kota di Tanah Air. Pembentukan komunitas yang berangkat dari dunia maya itu sengaja dilakukan sebagai sarana silaturahmi dan tukar pikiran orang yang sama-sama menganggumi sosok Dahlan. “Khususnya secara personal baik perilaku dan sikapnya keseharian,” kata dia

Meichy menuturkan ReDI tak ada urusannya dengan politik yang ditempuh Dahlan. “Mau masuk (partai) mana dan akan melakukan apa, kami mendukung sepanjang itu bermanfaat bagi masyarakat,” kata mahasiswa pascasarjana jurusan pertambangan sebuah universitas swasta di Yogyakarta itu.

Sementara itu Dahlan membenarkan kelompok ReDI ini telah ada di sejumlah kota. “Saya senang. Mereka katanya akan membantu kampanye saya (dalam konvensi Partai Demokrat ) secara sukarela. Saya hanya diminta fokus pada kerja saja (sebagai Menteri BUMN),” katanya sambil tersenyum.

Menurut Dahlan, para pemuda tersebut mendukungnya untuk dapat melakukan perubahan pada kondisi Tanah Air agar semakin lebih baik dalam segala bidang. Dukungan para relawan itu, menurut Dahlan, menjadi modal penting untuk menjalankan amanah rakyat, apapun posisinya.

PRIBADI WICAKSONO

tempo.co

 

***

Dirangkul Perempuan Tua dan Kumuh, Dahlan Didoakan

TEMPO.CO , Yogyakarta :Ada kejadian menarik saat Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Dahlan Iskan mengunjungi Yogyakarta pada Jumat tengah malam 18 Oktober 2013.

Saat itu Dahlan yang maju menjadi kandidat calon presiden lewat konvensi Partai Demokrat hendak menemui puluhan orang yang menamakan diri ‘Relawan Demi Indonesia (ReDI) di kawasan monument Tugu Yogyakarta. Dahlan sedianya turut menghadiri deklarasi komunitas yang selama ini menyukai gagasan-gagasannya dan membangun komunitas lewat jejaring social twitter miliknya, @dahlanis.

Namun, sekitar 300 meter dari monumen Tugu, Dahlan minta turun dari mobil yang juga ditumpangi bersama istrinya. Tepatnya, di sebelah barat monumen Tugu atau depan Pasar Tradisional Kranggan. Sementara mobil yang membawanya terus melaju hingga berhenti di kawasan Tugu dan menunggunya.

Mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu minta turun karena hendak membeli buah durian yang biasa dijajakan di depan pasar itu saat malam. Namun ternyata malam itu Dahlan apes. Ia tak menemukan satu penjual durian melainkan hanya penjual bunga.

Karena tak ketemu yang dicari, akhirnya Dahlan berjalan kaki sendirian menuju monumen Tugu di mana puluhan orang telah menunggunya. Namun sebelum sampai Tugu, sekitar 100 meter, Dahlan didekati seorang perempuan tua. Pakaiannya lusuh dan tak menggunakan alas kaki, seperti tunawisma.

Perempuan itu mendekat saat beberapa pemuda dari ReDI Yogya hendak menjemput Dahlan yang terlihat berjalan sendirian di pinggir jalan yang sudah sepi itu.

Namun perempuan itu tetap mendekat dan tiba tiba merangkul tangan Dahlan. Ia lalu berkata, “Pak, nanti kalau sudah jadi menteri eling wong cilik (Ingat rakyat kecil) ya?” katanya.

Dahlan yang sempat kaget terdiam beberapa saat. Ia memandangi perempuan berpakaian hitam hitam itu dengan raut masih heran.

Setelah beberapa saat, Dahlan baru menjawab. “Ya, Bu, nanti kalau saya sudah jadi menteri saya perhatikan,” kata Dahlan sambil tersenyum.

Setelah mendapatkan jawaban Dahlan, perempuan itu baru tampak puas dan ikut tersenyum. Tanpa meminta apapun dari Dahlan lagi, perempuan itu lalu melepaskan rangkulannya dan melanjutkan berjalan ke arah barat menjauhi Dahlan.

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/20/078523060/Dirangkul-Perempuan-Tua-dan-Kumuh-Dahlan-Didoakan

foto : antarafoto.com

***

Dahlan Iskan Tantang Kakek-Nenek Senam 6 Jam

TEMPO.CO, Yogyakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membuat geger ratusan warga lanjut usia (lansia) saat mengikuti acara senam massal yang diadakan di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Sabtu pagi, 19 Oktober 2013.

Dahlan yang hobi senam itu tiba-tiba menantang lansia yang datang ke acara itu untuk terus senam dengan iringan lagu populer dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. “Itu baru 12 lagu. Saya hafal gerakan senam 40 lagu. Bagaimana kalau ini diteruskan sampai jam 12 siang?” kata Dahlan sambil tersenyum dari atas panggung tempatnya memimpin acara senam.

Sontak warga yang rata rata berusia di atas 60 tahun itu berteriak protes. Namun, mereka tertawa dan berteriak gemas ketika tahu Dahlan hanya bercanda. Dahlan mengatakan, senam merupakan olaharga yang paling dia gemaria. Setiap akhir pekan mantan Direktur Utama PT PLN itu bersama sejumlah instruktur selalu senam di kawasan Monumen Nasional Jakarta.

“Ada instruktur yang berusia 65 tahun, tapi sudah hafal gerakan dari 120 lagu. Saya salut sekali,” kata Dahlan yang saat senam itu juga ditemani Menteri Pemuda dan Olah Raga Roy Suryo.

Dalam senam massal itu, sejumlah peserta mulai tampak kelelehan ketika acara berlangsung sekitar satu jam. Lain halnya Dahlan. Ia tampak masih bersemangat dan terus menggerak-gerakkan badannya. Sedikitpun tak nampak tak terkuras energinya meski 12 lagu mengalun tanpa henti mengiringi senam itu.

Istri Dahlan, Nafsiah Sabri, pada pertengahan acara, sudah tampak kelelehan, lalu mundur dari panggung untuk duduk beristirahat. Begitu pula Menteri Roy Suryo. Untuk mengusir lelah, Roy malah mengambil kamera yang dibawanya lalu merekam aksi Dahlan yang terus lincah bergerak.

Bahkan, saat diminta jeda oleh panitia untuk berpidato soal acara tersebut, Dahlan juga langsung menolak. “Pidato itu nggak ada gunanya. Yang berguna ya senam, lalu kerja, kerja, dan kerja,” urainya disambut riuh warga.

PRIBADI WICAKSONO

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/19/078523037/Dahlan-Iskan-Tantang-Kakek-Nenek-Senam-6-Jam

***

Dahlan Iskan Bawa Lari Bayi ke Mobilnya

TEMPO.CO, Yogyakarta – Ulah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sempat menghebohkan ratusan warga yang mengikuti acara senam massal yang diadakan di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Sabtu pagi, 19 Oktober 2013.

Usai bersenam pagi bersama warga lanjut usia, Dahlan sempat menggoda seorang ibu yang membawa balitanya. Si ibu itu ingin berfoto bersama Dahlan. Setelah berfoto, Dahlan tiba tiba saja menggendong balita perempuan itu dan membawanya berlari cepat menuju mobilnya yang terparkir jauh dari lokasi acara.

Aksi kejar-kejaran Dahlan dan si ibu itu mengundang riuh warga yang datang. “Anaknya saya bawa, ya?” kata Dahlan, sambil terus menggendong bayi itu masuk ke mobilnya. Si ibu hanya tertawa tanpa henti melihat tingkah Dahlan. Hingga akhirnya Dahlan memulangkan balita itu pada sang ibu. Dahlan pun pamit pulang.

Sebelumnya, saat melakukan senam bersama, Dahlan tiba-tiba menantang lansia yang datang ke acara itu untuk terus senam dengan iringan lagu populer dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. “Itu baru 12 lagu. Saya hafal gerakan senam 40 lagu. Bagaimana kalau ini diteruskan sampai jam 12 siang?” kata Dahlan sambil tersenyum dari atas panggung tempatnya memimpin acara senam.

Sontak warga yang rata rata berusia di atas 60 tahun itu berteriak protes. Namun, mereka tertawa dan berteriak gemas ketika tahu Dahlan hanya bercanda. Dahlan mengatakan, senam merupakan olaharga yang paling dia gemaria. Setiap akhir pekan mantan Dahlan bersama sejumlah instruktur selalu senam di kawasan Monumen Nasional Jakarta.
“Ada instruktur yang berusia 65 tahun, tapi sudah hafal gerakan dari 120 lagu. Saya salut sekali,” kata Dahlan.

PRIBADI WICAKSONO

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/19/078523038/Dahlan-Iskan-Bawa-Lari-Bayi-ke-Mobilnya

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: