Dahlan: Menjadi Entrepreneur Tidak Harus Dagang

“Gamelan digital yang diciptakan oleh civitas akademika Udinus seharusnya tidak hanya sekadar bisa diunduh atau dimainkan saja. Akan tetapi juga harus ditulis atau dibuat buku panduan tentang cara bermain gamelan tersebut. Maka itu saya menantang mahasiswa Udinus untuk membuat buku E-Gamelan sehingga makin menarik dan masyarakat dapat mengetahuinya,” 

E-Gamelan

SEMARANG, suaramerdeka.com – Menjadi pengusaha atau entrepreneur itu tidak selalu harus berdagang dan berjualan. Bagi mahasiswa, jika hendak menjadi pengusaha dapat memulai dengan berinovasi dan menciptakan suatu karya.

Hal itu disampaikan Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Minggu (20/10). Dia mengatakan, sebagai mahasiswa itu tidak hanya datang ke kampus untuk kuliah dan mengumpulkan tugas. Akan tetapi juga harus mengembangkan potensi dan meningkatkan skill atau ketrampilan.

“Jika memang berminat menjadi pengusaha maka jangan pernah takut gagal. Prinsipnya ingin menjadi pengusaha, kalau jatuh harus bangun kalau ambruk harus kembali bangkit. Tentu saja untuk melakukan itu semua perlu optimisme yang dibangun oleh mahasiswa itu sendiri. Optimisme untuk maju dan bisa melakukan sesuatu harus ditempuh oleh para mahasiswa,” katanya.

Mantan Direktur PLN itu pada kuliah umum tersebut juga mengajak mahasiswa berdialog dan membangun semangat mereka untuk berinovasi. Dahlan juga memberikan respon positif pada karya mahasiswa Udinus terutama, E-Gamelan dan Energi Tanah Merah (Etam).

“Gamelan digital yang diciptakan oleh civitas akademika Udinus seharusnya tidak hanya sekadar bisa diunduh atau dimainkan saja. Akan tetapi juga harus ditulis atau dibuat buku panduan tentang cara bermain gamelan tersebut. Maka itu saya menantang mahasiswa Udinus untuk membuat buku E-Gamelan sehingga makin menarik dan masyarakat dapat mengetahuinya,” tuturnya.

Demikian juga, lanjut dia, terkait pembangkit listrik tenaga tanah liat/tanah merah itu merupakan satu langkah mahasiswa yang sangat kongkrit. Namun, perlu dibuktikan kepada masyarakat secara luas mengenai alternatif pembangkit listrik tersebut.

Sementara itu, Rektor Udinus Dr Edi Noersasongko MKom menyampaikan, inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan bagian dari pelajaran IT preneurship. Pihaknya berharap inovasi gamelan digital dapat semakin dikenal dan bahkan mendunia.

“Dengan menciptakan E-Gamelan, itu merupakan upaya Udinus untuk memasyarakat warisan budaya Indonesia. Sehingga harapannya, gamelan juga diakui Unesco dengan Heritage of The World,” katanya.

suaramerdeka.com

***

Udinus Kembangkan Gamelan Digital

Musik gamelan dewasa ini sudah jarang terdengar dan terpinggirkan. Masyarakat pun tak terkecuali orang Jawa Tengah perlahan mulai meninggalkan musik asli peninggalan para pendahulunya itu.Ini merupakan dampak dari arus globalisasi yang menggerus nilai-nilai dan budayadi masyarakat. Mencegah hilangnya musik gamelan, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) bekerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarangmengambil terobosan dengan membuat gamelan elektronikatau e-gamelan.

Kerabat Keraton Solo, Kanjeng Pangeran (KP) Edy S Wirabhumi mengatakan, program tersebut sebagai upaya untuk lebih mengenalkan seni budaya gamelan ke masyarakat dunia. Selain itu, menjadi bentuk kepedulian untuk memudahkan anak-anak muda untuk lebih mengetahui tentang gamelan dan belajar mengenai gamelan.

“Upaya digitalisasi gamelan ini kerja sama atas Keraton Solo dan Udinus Semarang. Rencana launching yang rencananya akan dilangsungkan pada Juni 2012 mendatang dimajukan karena strategi pasar dan mengingat perkembangan teknologi saat ini sangatlah cepat,” kata Edy S di Bangsal Semorokotho Keraton Solo, beberapa waktu lalu.
Tujuan dari kerja sama pembuatan e-gamelan ini, lanjut dia, sebenarnya untuk memindahkan musik gamelan ke dalam bentuk digital sehingga tidak perlu repot mengumpulkan banyak orang ketika ingin memainkan musik gamelan. Musik ini juga dapat dimainkan di rumah dan masyarakat dapat mempelajarinya. “Untuk belajar dari rumah bisa dan nanti tinggal memilih akan menabuh alat gamelan sesuka hati sendiri,” ujarnya.

Edy menuturkan, proses perekaman musik gamelan dilakukan di Sasana Handrawina Keraton Solo. Namun saat ini baru menggunakan gamelan Kiai Gora. “Semua peralatan gamelan Kiai Gora menjalani proses rekaman kecuali alat kendang. Setidaknya ada 16 instrumen yang sudah direkam dan harapan ke depannya nanti orang-orang dari seluruh dunia dapat mengakses ini dan belajar gamelan,” kata dia.

Rektor Udinus Semarang, Dr Edi Nur Sasongko mengungkapkan bahwa awal mula ketertarikan untuk membuat e-gamelan ini tak lain dari upaya dan bentuk keprihatinan Udinus terhadap banyaknya generasi muda yang ternyata tidak banyak mengetahui tentang gamelan. Menurutnya, seni karawitan dan gamelan dalam bentuk e-gamelan ini dapat mendunia dan memiliki regenerasi.
“Udinus memiliki niat untuk melestarikan gamelan dan keinginan untuk memperdalam gamelan itu sendiri dengan menjalin kerja sama dengan Keraton Solo,” ujar dia.

Menurut Rektor, e-gamelan dapat diunggah melalui komputer atau semacam ipad yang kini banyak digunakan oleh kawula muda. Apalagi Udinus memiliki teknologi informasi yang dapat digabung dengan budaya Jawa. Program seperti ini sebelumnya pernah ada namun kelebihan dari kita adalah lebih lengkap instrumen dan lainnya,” ucapnya.

http://www.bamz.us/2012/09/udinus-kembangkan-gamelan-digital.html

***

Nguri-uri Budaya Jawa, Udinus Pamerkan E-Gamelan

Semarang, CyberNews. Seiring perkembangan teknologi, alat musik tradisional Jawa atau gamelan, ternyata dapat dapat dimainkan, dengan menggunakan perangkat komputer. Seperti halnya inovasi yang dibuat oleh mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Mahasiswa-mahasiswa kreatif ini juga menanpilkan kreasinya tersebut di Pameran Produk Inovasi (PPI) 2011 yang digelar di PRPP Jateng pada Jumat (30/9) hingga hari ini, Minggu (2/10).

E-gamelan atau elektrik gamelan, adalah sebuah program yang berisi animasi alat musik gamelan yang bentuk serta suaranya pun sama dengan aslinya. Inovasi musik ini merupakan bentu baru gamelan yang di desain, melalui penelitian yang dilakukan oleh tim dosen dan beberapa mahasiswa udinus semarang, dan termasuk dalam kategori skim prioritas nasional 2009-2010.

Beberapa alat gammelan seperti gong dan kempul, slenthem, kenong demung, saron barung, saron panerus, bonang barung dan bonang penerus pun di buat sesuai dengan aslinya, serta dipadukan dengan suara gamelan. E-gamelan ini sengaja di ciptakan untuk mengatasi keterbatasan tempat, terlebih bagi para siswa di sekolah dan pencinta musiik gamelan.

Dalam pameran ini, berbagai produk inovasi dan kreatifitas yang dihasilkan masyarakat, akademisi, dan pelajar juga ditampilkan. Selain itu, juga dipamerkan berbagai temuan baru seperti bidang pertanian, industri kreatif, serta produk tepat guna.

Pameran diikuti oleh 55 stand sekolah unggulan yang menempati Bale Merapi dan 104 stand akademisi serta daerah yang ada di Bale Merbabu. egiatan ini diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka memeriahkan Hari Kebangkitan Teknologi ke 16 itu.

suaramerdeka.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: