Dahlan Iskan Tantang Tim Udinus Terapkan Energi Tanah Merah

“Oke, tentukan biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik untuk rumah. Jika saya kuat, akan saya biayai. Seminggu lagi akan saya tanyakan,” 

tanah-jadi-listrik

Sekitar pukul 15.15, Menteri BUMN Dahlan Iskan tiba di kampus Udinus Jl Nakula 5-11, Semarang.  Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Dahlan melangkah menuju gedung E untuk mengisi kuliah umum.

Setelah memasuki pintu gedung bercat biru itu, Dahlan berhenti sejenak. Ia mengamati sebuah karya mahasiswa Udinus yang dipajang di lantai 1.

“Ini karya mahasiswa Udinus yang mendapat penghargaan dari Universiti Teknikal Malaysia,” kata seorang dosen kepada Dahlan. Dahlan mengangguk, lalu menyodorkan beberapa pertanyaan kepada beberapa mahasiswa yang menjaga karya tersebut.

Sari Ayu Wulandari (31) yang kebetulan ditanyai Dahlan menjelaskan secara detail karya itu. Dosen elektro Udinus itu mengatakan, karya tersebut bernama Energi Tanah Merah (Etam). Etam, lanjut Ayu, mampu menghasilkan energi listrik sebesar 150 Watt. Di meja tersebut, Dahlan melihat beberapa lampu bisa menyala menggunakan energy listrik dari tanah itu.

“Coba karya ini diterapkan di rumah Anda. Butuh biaya berapa untuk keperluan energi listrik di rumah? Akan saya biayai,” kata Dahlan mengejutkan dosen mahasiswa bimbingannya itu. Tanpa pikir panjang, Ayu langsung mengiyakan.

Kepada Tribun Jateng, Ayu mengatakan karya itu akan dipraktikkan di rumahnya di Barongan II 203 B, Kabupaten Kudus. Ayu mengaku, siap saat ditantang menteri BUMN itu. Baginya, itu merupakan kesempatan untuk membuktikan kualitas karya mahasiswa Udinus.

Ayu menyadari sisten Etam masih memiliki kekurangan. Energy listrik yang dihasilkan pun masih tergolong kecil. Untuk kebutuhan rumah, ia belum tahu secara pasti berapa estimasinya. “Ini perlu penelitian lagi, ujarnya.

Anggota Tim Etam Catur Trimunandar (21) memaparkan, saat menghasilkan karya Etam tersebut, Tim membutuhkan waktu dua tahun. “Kami harus meneliti tanah yang baik, jenis katoda dan anoda serta cairan yang dipakai,” ungkapnya.

Saat ditanya estimasi dana oleh Dahlan, ketua Tim Etam Satrian Pinandita (22) mengatakan, akan menentukannya selama satu minggu.

Mendengar jawaban itu, Dahlan langsung mengiyakan. “Oke, tentukan biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik untuk rumah. Jika saya kuat, akan saya biayai. Seminggu lagi akan saya tanyakan,” tandas Dahlan. (*)

http://jateng.tribunnews.com/2013/10/19/dahlan-iskan-tantang-tim-udinus-terapkan-energi-tanah-merah

***

Mahasiswa di Semarang Ciptakan Energi Listrik dari Tanah

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Tiga mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, berhasil menemukan penghantar listrik dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

Catur Trimunandar (20), Satria Pinadita (21), dan Nandhief Handriyanto Setiadi (20) menciptakan Etam yang dapat menghantarkan listrik.

“Etam merupakan energi tanah merah. Dari tanah merah ini kami mampu mengubahnya menjadi energi listrik,” ujar ketua penelitian, Catur Trimunandar kepada Tribun Jateng, Senin (30/9/2013).

Catur menambahkan penelitian pertamanya dilakukan dengan memilih jenis tanah yang paling baik untuk menghantarkan listrik.

Tanah yang diuji ketiga mahasiswa itu yakni tanah merah, tanah pasir dan tanah humus, dan tepilih tanah merah sebagai tanah penghasil energi listrik terbaik karena memiliki senyawa sulfat atau SO4.

“Sebenarnya semua jenis tanah memiliki potensi sebagai energi listrik, tetapi yang terbaik yakni tanah merah,” ungkap Catur.

Setelah memilih jenis tanah, selanjutnya memilih bentuk elektroda, serta jenis katoda (sisi positif) serta anoda (sisi negatif) yang paling baik untuk menghantarkan listrik.

“Dari beberapa percobaan bentuk terbaik yakni silinder pejal, untuk anodanya yakni lempeng tembaga dan katodanya lempeng seng. Serta jenis cairan untuk penghantarnya yakni air laut,” terang Catur.

Dari satu sel Etam yang dibuat dapat menghasilkan energi listrik 0,9 hingga 1,1 volt. “Kalau untuk menghidupkan lampu sebesar 50 watt maka tinggal ditambahkan saja selnya,” tandasnya.

Mereka bertiga melakukan penelitian tersebut dan berhasil raih Juara Favorit di Ajang EIA (Electrical Inovation Award) tahun 2013 ini. Adapun tiga mahasiswa tersebut yaitu;Catur Trimunandar (20), Satria Pinadita (21), dan Nandhief Handriyanto Setiadi (20). Inovasi ini disebut mereka dengan nama ETAM (Energi Tanah Merah).

Seperti apa ETAM itu

Energi Tanah Merah (ETAM) adalah sumber energi yang berasal dari tanah liat. Materi tanahnya pun tidak sulit untuk didapatkan. Dalam penelitiannya mereka menguji dan memilih tanah yang paling baik untuk menghantarkan listrik.

Jenis tanah yang mereka uji yaitu, tanah pasir, tanah merah dan tanah humus. Hasilnya terpilih tanah merah sebagai penghasil energi listrik terbaik karena memiliki senyawa sulfat atau SO4.

Untuk membuat Etam bahannya sederhana. Dengan bahan berupa tanah liat, airlaut/menineral, lempengan seng, tembaga, kabel, dapat dibuat satu CELL Etam berarus DC dengan kapasitas 0,8 – 1,1 volt.

Bahan-bahan itu dirangkai menjadi sebuah cell lalu ditanam di dasar tanah dan disambungkan ke lampu LED. Hasil uji coba alat in mampu menghasilkan listrik dan menyalakan lampu taman.

Dari beberapa percobaan yang telah dilakukan bentuk terbaik untuk elektroda adalah silender pejal. Anodanya adalah lempeng tembaga dan katodanya adalah lempeng seng. Sedangkan jenis cairan penghantarnya adalah air laut.

Sistem kerjanya, semakin banyak cell yang ditanam di tanah maka listriknya akan semakin stabil. Cell ini dapat bertahan hingga 9 bulan. Supaya awet, perawatanya dengan cara menjaga kelembapan tanag dan rutin ganti seng jika keropos.

Alat ini masih hasil penelitian awal dan berupa prototipe sehingga perlu penelitian dan pengembangan lebih lanjut.

http://www.tribunnews.com/regional/2013/10/01/mahasiswa-di-semarang-ciptakan-energi-listrik-dari-tanah

Iklan

One Comment to “Dahlan Iskan Tantang Tim Udinus Terapkan Energi Tanah Merah”

  1. Hasil penelitian ETAM sekarang sudah bisa dilihat di sini:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: