Dahlan Iskan: Erick Thohir Harumkan Bangsa

”Dan Bung Erick berhasil memasukinya dengan gagah,” 

dahlan iskan - tohir

Seorang pengusaha dari negara maju membeli klub sepak bola elite selalu menjadi berita besar.

Nah, ketika sang pengusaha hanyalah seorang anak dari negara berkembang, dunia niscaya melihat dengan mata terbelalak. Kagum bercampur rasa tidak percaya. 

Dan, Erick Thohir-lah yang membuat mata dunia terbelalak ketika dia benar-benar menjadi pemilik mayoritas klub elite Inter Milan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai pembelian klub bola Italia Inter Milan oleh Erick Thohir benar-benar mengharumkan nama bangsa Indonesia. Selain tidak mudah untuk bisa masuk ke kancah sepak bola Eropa, pengusaha dari negara berkembang kerap dipandang negara maju dengan sebelah mata.

”Dan Bung Erick berhasil memasukinya dengan gagah,” kata Dahlan kepada Republika, Ahad (20/10) pagi.

Apa yang dilakukan Erick bukanlah pekerjaan mudah. Tentunya teramat sulit meyakinkan pemilik lama, apalagi yang membeli bukanlah konglomerat dari negara maju. Tetapi, langkah Erick sepertinya tidak serumit dibayangkan orang. Pemilik lama mampu diyakinkan Erick bahwa dia punya uang dan kemampuan untuk membawa Inter lebih berprestasi di masa datang.

Dahlan mengomentari, pembelian klub besar yang berprestasi di Eropa itu membanggakan. “Saat itu juga, ketika mengetahui Erick membeli klub tersebut, saya langsung  memberikan ucapan selamat,” kata Dahlan.

Sebagai orang yang pernah menonton langsung kiprah Inter Milan di Milan, Dahlan akan terus mengikuti perkembangan prestasi yang klub sebelumnya dikuasai oleh Moratti.

Dia mendoakan prestasi Inter Milan akan semakin moncer setelah dibeli oleh Erick.

”Bung Erick Tohir telah mengharumkan nama bangsa kita. Dan telah mengangkat derajat negara kita,” kata Dahlan.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/10/20/muy8hk-dahlan-iskan-erick-thohir-harumkan-bangsa

***

Siapa ERICK THOHIR ?

 

Erick Thohir (lahir di Jakarta, Indonesia, 30 Mei 1970; umur 43 tahun) adalah seorang pengusaha asal Indonesia dan merupakan salah satu pendiri Mahaka Media. Ia menjadi terkenal karena aktivitas bisnisnya di bidang olahraga.

Erick adalah anak dari Teddy Thohir, salah satu pemilik (co-owner) dari grup Astra International bersama William Soeryadjaya. Saudaranya, Boy Thohir, adalah seorang bankir investasi. Ia juga memiliki kakak perempuan bernama Rika. Tohir kecil turut membantu bisnis keluarga.
Pada tahun 1993 Erick lulus program Master untuk Administrasi Bisnis (Master of Business Administration) dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, sebelumnya gelar sarjananya (Bachelor of Arts) diperoleh dari Glendale University.

Sekembalinya ke Indonesia, bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana dan R. Harry Zulnardy, ia mendirikan Mahaka Group. Perusahaan ini membeli Republika pada tahun 2001 saat berada di ambang kebangkrutan.[4] Karena belum berpengalaman di bisnis media, ia mendapat bimbingan dari ayahnya serta Jakob Oetama dari Kompas dan Dahlan Iskan dari Jawa Pos.
Erick menjadi Presiden Direktur PT Mahaka Media hingga 30 Juni 2008, ia kemudian menjabat sebagai komisioner sejak Juni 2010 hingga kini.

Mahaka Group kemudian membeli pula Harian Indonesia dan diterbitkan ulang dengan nama Sin Chew-Harian Indonesia dengan konten editorial dan pengelolaan dari Sin Chew Media Corporation Berhad yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Media ini kemudian dikelola secara independen oleh PT Emas Dua Ribu, mitra perusahaan Mahaka Media.
Erick juga menjabat sebagai Ketua Komite Konten dan Industri Aplikasi untuk Kamar Dagang Industri (KADIN).

Hingga 2009, Grup Mahaka telah berkembang dan menguasai majalah a+, Parents Indonesia, dan Golf Digest; Sementara untuk bisnis media surat kabar: Sin Chew Indonesia dan Republika; Stasiun TV: JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio. Selain di bidang media Erick juga memiliki usaha dibidang periklanan, jual-beli tiket, serta desain situs web. Ia juga pendiri dari organisasi amal “Darma Bakti Mahaka Foundation” dan “Dompet Dhuafa Republika” serta menjadi Presiden Direktur VIVA grup, dan Beyond Media.

Erick yang gemar bola basket pernah menjabat sebagai Ketua Umum PERBASI periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Southeast Asian Basketball Association (SEABA) selama dua kali, yaitu periode 2006–2010 dan 2010–2014.Tahun 2012 Erick dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade London 2012. Juga di tahun 2012, Thohir dan Levien menjadi pemilik saham mayoritas sebuah klub Major League Soccer, D.C. United.Transaksi ini membuatnya dikenal sebagai orang Asia pertama yang memiliki Tim Basket NBA setelah ia membeli saham dari Philadelphia.

Pada tahun 2013 Erick menawarkan dana sejumlah 250 hingga 300 juta Euro (2,8-3,2 triliun Rupiah) untuk membeli 80 persen saham dari klub sepak bola Italia Internazionale Milano atau yang lebih dikenal dengan nama Inter Milan setelah berdiskusi dengan pemiliknya, Massimo Moratti.

http://id.wikipedia.org/wiki/Erick_Thohir

Iklan

2 Komentar to “Dahlan Iskan: Erick Thohir Harumkan Bangsa”

  1. Apanya yang mau dibanggakan, wong bisnis sport yg penuh judi kok dijadikan kebanggaan. Inilah sebabnya mengapa kaum muslimin harus dalam ilmu keislamannya sblm jadi pengusaha atau pejabat agar tidak menyesatkan ummat. Dan setiap segala sesuatu akan ada pertanggungan jawabnya. Semoga Pak Dahlan lebih mendahulukan agamanya ketimbang dunia…. aamiin.

  2. Pak Dahlan Iskan itu pecinta sepak bola. Jadi kalau ada orang Indonesia yang bisa terkenal dalam bidang sepak bola, beliau pasti respek. Insya Allah tidak berarti mengesampingkan agama Mas San. Ini lebih ke bahwa Indonesia bisa lho, bisa apapun, bukan hanya bangsa yang kelas delapan. Indonesia bisa jadi negara maju. Kebeli klib sepak bola, bisa ini bisa itu. Itu yang perlu kita banggakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: