Dahlan khawatir nasib Inalum setelah diambil alih Indonesia

“Karena sudah tidak dimiliki Jepang lagi, jangan sampai menumpuk tidak ada pasarnya terus menjadi faktor kesulitan di perusahaan itu. Semua itu harus ada yang bertanggung jawab,” 

Dahlan iskan - Inalum

Merdeka.com – Di tengah hasrat yang menggebu dari pemerintah untuk mengembalikan Inalum ke pangkuan Ibu Pertiwi, menyempal kekhawatiran Menteri BUMN Dahlan Iskan. Apakah kinerja Inalum akan sebaik ketika dipegang oleh Jepang?

“Bahan bakunya besar sekali ini. Bahan baku biasanya impor dari Australia. Apakah dengan perubahan pemilik siapa yang mengecek berapa lama kontraknya, harga berapa? 1 November sudah jadi tanggung jawab Indonesia.” kata Dahlan, di Jakarta, Kamis (17/10).

Selain itu, Dahlan khawatir mengenai pasar produk Inalum pasca pengambilalihan. Selama ini, 60 persen hasil produksi Inalum di ekspor ke Jepang.

“Karena sudah tidak dimiliki Jepang lagi, jangan sampai menumpuk tidak ada pasarnya terus menjadi faktor kesulitan di perusahaan itu. Semua itu harus ada yang bertanggung jawab,” katanya.

“Tapi secara statistik enggak perlu khawatir pasarnya kebutuhan dalam negeri besar tapi tetap harus ada yang bertanggung jawab kelancaran manajemennya,” lanjutnya.

Menurut Dahlan, selama ini Inalum beroperasi sangat bagus. Ini didukung oleh sumber listrik yang diusahakan sendiri.

“Listrik hal pokok dalam peleburan aluminium selama ini. Semuanya butuh energi dan murah sekali. Jika saja listriknya beli dari luar saya kira kondisi Inalum tidak akan seperti sekarang,” katanya.

[yud]

http://www.merdeka.com/uang/dahlan-khawatir-nasib-inalum-setelah-diambilalih-indonesia.html

Iklan

One Comment to “Dahlan khawatir nasib Inalum setelah diambil alih Indonesia”

  1. Master Agreement tempo doeloe memang seperti itu dan ,ke depan perlu kerja kerja kerja dan jangan ada konflik interest ,.serta aeandainya pangsa market jepang yang 60% berkurang separuhnya,maka yang 50% nya produk setengah jadi menjadi produk value added,untuk keperluan industri mobil,pesawat terbang dan hal itu yang dikhawatirkan Jepang,,Semoga pengelola bisnis ini nantinya dipegang orang2 amanah dan Mardeka !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: