Dahlan bantah PLN sewa genset dari China

“Kenapa media bilang sewa genset itu dari China? Itu tidak pernah. Kita sewa dari Eropa, Jerman, Amerika, Swedia, Inggris. Enggak ada genset dari China,” 

Dahlan Iskan - Genset Sumut

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, akhirnya buka suara terkait proses penyewaan genset oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ini dikarenakan dia terlihat risih dengan pemberitaan media yang mengatakan bahwa penyewaan genset PLN selama ini berasal dari China.

Menurut Dahlan, selama ini PLN tidak pernah menyewa genset untuk listrik dari negeri ginseng tersebut. “Kenapa media bilang sewa genset itu dari China? Itu tidak pernah. Kita sewa dari Eropa, Jerman, Amerika, Swedia, Inggris. Enggak ada genset dari China,” kata Dahlan di Gedung Mandiri Pusat, Jakarta, Kamis (17/10).

Menurut mantan bos PLN ini penyewaan genset dilakukan PLN karena kebutuhan listrik di Indonesia yang terus meningkat. Peningkatan kebutuhan listrik tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Untuk saat ini kebutuhan listrik di Indonesia masih bisa dipenuhi oleh PLN. Namun untuk 6 bulan ke depan belum tentu bisa dicukupi karena tingginya permintaan listrik.

“Listrik sekarang cukup tapi 6 bulan lagi belum tentu cukup. Pembangunan pembangkit listrik harus terus dilakukan. Misalnya 300 MW masih cukup untuk sekarang saja, belum kebutuhan 6 bulan lagi. Setahun lagi pasti tidak cukup lagi,” tuturnya.

Seperti diketahui, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2009 dan 2010 menunjukkan adanya potensi kerugian inefisiensi dengan nilai mencapai Rp 37 triliun. Kerugian itu terjadi karena PLN masih menggunakan bahan baku BBM. Padahal, jika menggunakan gas biaya produksi listrik PLN dapat lebih efisien dari segi harga.

Soal temuan adanya kekeliruan kontrak penyediaan gas, sehingga PLN terpaksa menyewa genset dari China, Dahlan hanya bungkam.

Sebelumnya, Wakil Ketua BPK Hasan Bisri menyatakan kekeliruan paling fatal ada pada kontrak kerja yang dibuat PLN. “Kesalahan PLN, misalnya dalam kontrak tidak diatur sanksi,” ujar Hasan beberapa waktu lalu.

Dahlan sendiri tidak menampik temuan potensi kerugian negara lantaran inefisiensi dalam operasional PT PLN. Dia mengakui bahwa PLN mengalami kerugian yang sangat besar, jauh di atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan.

Dahlan membela diri ketika dituding sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas inefisiensi PLN. Menurut Dahlan, kerugian tersebut sudah terjadi sejak lama dan menjadi warisan turun temurun.

“Itu (warisan) sejak lama. Sejak zaman Majapahit,” ujar Dahlan di kantor Kemenko Perekonomian.

[bmo]

http://www.merdeka.com/uang/dahlan-bantah-pln-sewa-genset-dari-china.html

Iklan
Tag:

One Comment to “Dahlan bantah PLN sewa genset dari China”

  1. Persoalan Peningkatan Pembangunan Infrastruktur Listrik di Indonesia terkendala disebabkan PLN sejak meningkatnya pertumbuhan ekonomi(PE) Negara,yang ditanda dengan i kenaikan Pendapatan masyarakat Indonesia (PDB) tidak sebanding dan seharusnya jika PE 5% maka idealnya Kapasitas Terpasang (KT) 2 x lipat atau safetynya 3 x lipat,tapi faktanya dalam hal merencanakan,membangun,mengoperasikan serta memilihara fasilitas dan utilitas kelistrikan (PLN) tidak mardeka. Kita lupa bahwa Produksi,Distribusi dan Konsumsi dalam ilmu listrik berlaku dalam waktu bersamaan ( Coindence factor) kondisi inilah bisnis ketenagalistrikan not as usual businesss but spesific.
    Oleh karena itu langkah cerdas ke depan bahwa Pemerintah ,DPR ,Masayarakat ,,bersama PLN melakukan revitalisasi dari kondisi sistem kelistrikannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: