Alasan Dahlan Soal Minimnya Penyerapan Anggaran BUMN

“Mulai pertengahan Oktober tidak boleh lagi ada seminar, rapat kerja, lokakarya dan sejenisnya yang motifnya menghabiskan anggaran,”

Xf8AfpIeJn
JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyerap anggaran 2013 sebesar 67 persen hingga 70 persen dari alokasi yang disiapkan. Hal ini dilakukan untuk menghemat anggaran dan menghindari proyek atau tender yang meninmbulkan kasus.

“Ini bisa dilakukan karena kita bisa menghemat, misalnya tender lift bisa lebih murah karena kita dapat harga yang lebih bagus,” ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Gedung Askes, Kamis (10/10/2013).

Selain mengupayakan deal harga terbaik, Dahlan juga mengaku memangkas berbagai acara yang dirasa tidak perlu dan tidak memberikan manfaat nyata bagi Kementerian BUMN.

“Mulai pertengahan Oktober tidak boleh lagi ada seminar, rapat kerja, lokakarya dan sejenisnya yang motifnya menghabiskan anggaran,”tambahnya.

Lebih dari itu, mantan jurnalis ini juga melarang seluruh BUMN untuk ikut proyek di akhir tahun.

“BUMN khususnya kontruksi tidak boleh ikut tender akhir tahun untuk Bulan November Desember tahun 2013. Hal ini karena patut kita curigai, apa maksudnya tender baru di akhir tahun,”tegasnya.

Lebih dalam, Dahlan mengatakan dirinya khawatir, kelak, proyek-proyek seperti ini akan menimbulkan kasus di kemudian hari. Ia tak ingin muncul pihak-pihak yang menjadi korban untuk tender-tender yang tidak jelas.

“Kalau sampai ada yang ikut, akan saya batalkan,”katanya.

Meski nanti di akhir tahun kementerian pimpinannya dipastikan akan memiliki kelebihan anggaran, Dahlan mengaku tak takut dikecam oleh berbagai pihak.

“Nanti kalau dikecam karena tidak bisa menghabiskan anggaran, ya tidak apa-apa,”ujarnya santai. (kie) (wdi)

okezone.com

Iklan

One Comment to “Alasan Dahlan Soal Minimnya Penyerapan Anggaran BUMN”

  1. Suatu logika yang sangat realistis. Tidak jadi masalah anggaran Kementerian BUMN tidak habis, toh semua itu akhirnya kembali kepada negara. Lebih baik irit dari pada menghambur-hamburkan uang rakyat.
    Sementara rakyatnya masih hidup dalam kemiskinan, mau berobat atau menyekolahkan anaknya tidak bisa karena tidak punya uang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: