Dahlan Pastikan akan Pecat Dirut PT Surveyor Indonesia Jika Terbukti Korupsi

“Kalau terbukti yang bersangkutan terlibat korupsi, apa pun bentuknya seperti mendapat bagian, mendapat kiriman dana, apalagi menyuruh tindak korupsi, maka tidak diberi ampun. Akan diberhentikan,” 

JAKARTA, MENITS.com – Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan akan memecat Dirut PT Surveyor Indonesia, Fahmi Sadiq jika terbukti melakukan praktik korupsi pada proyek di Kementerian Pendidikan Nasional senilai Rp55 miliar pada tahun 2010-2011.

“Kalau terbukti yang bersangkutan terlibat korupsi, apa pun bentuknya seperti mendapat bagian, mendapat kiriman dana, apalagi menyuruh tindak korupsi, maka tidak diberi ampun. Akan diberhentikan,” kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Kantor Pusat PT Sarinah (Persero), Jakarta, Kamis (3/10).

Menurut Dahlan, pemecatan akan dilakukan setelah pihaknya menerima bukti-bukti yang jelas dari pihak penyidik.

Sebelumnya, pada 21 Agustus 2013, Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta memeriksa Fahmi Sadiq, terkait dugaan kasus korupsi proyek pemetaan dan pendataan satuan pendidikan swasta dan negeri untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai SLTA di Kemendiknas.

Penyidik Kejati DKI juga telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini, masing-masing dua pejabat Kemendiknas berinisial IH, EH, yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan dua tersangka lainnya dari PT Surveyor Indonesia berinisial MF dan Y.

Meski demikian menurut Dahlan Iskan, pihaknya sampai dengan saat ini belum mendapat kepastian dari Kejaksaan apakah Fahmi Sadiq betul telah menjadi tersangka atau tidak.

“Kita akan cek ke kejaksaan, karena selama ini belum dapat fakta bahwa yang bersangkutan sudah jadi tersangka,” tegas Dahlan.

Tetapi lanjutnya, akan diteliti apakah Fahmi Sadiq dalam kasus ini menerima sesuatu atau tidak, dalam kapasitas menyuruh dilakukannya korupsi atau tidak.

“Kita lihat perkembangannya, apakah dugaan kasus korupsi itu terjadi karena di luar kontrol di lapangan. Dalam pemetaan itu jika ada data-data fiktif yang seharusnya dilaporkan tetapi tidak dilaporkan, maka Dirut harus ikut bertanggungjawab,” tegas Dahlan.

Tetapi yang menarik dari kasus itu, diutarakan mantan Dirut PT PLN ini adalah bagaimana proyek tersebut ditenderkan pada Oktober 2010, dan penandatangan kontrak November 2010.

“Mengapa Surveyor menerima proyek pemetaan seluruh sekolah di Indonesia itu, padahal jangka waktu penyelesaiannya sangat sempit,” ujar Dahlan.

Menurut pendiri Jawa Pos Group ini, dalam kondisi tender dilaksanakan akhir tahun, sangat mustahil bisa menyelesaikan proyek apalagi dikelola sendiri.

“Jadi patut juga dicurigai jika ada tender mendekati akhir tahun. Tidak terkecuali di Surveyor Indonesia, tapi pada semua BUMN jika ditenderkan akhir tahun patut dicurigai,” katanya.

Tender yang dilakukan dalam waktu sempit biasanya, karena beberapa hal seperti untuk menghabiskan anggaran, untuk mencapai target anggaran, yang bisa menjadi pemicu terjadinya praktik korupsi. (RS)

menits.com

***

Dahlan ancam copot bos Sucofindo jika terbukti terlibat kasus

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku sudah mendengar kasus yang menyeret nama Direktur Utama Sucofindo yaitu Fahmi Sadiq. Kasus ini adalah kasus mapping sekolah yang menimpa Fahmi ketika dia masih menjabat sebagai direktur utama Surveyor Indonesia.

Dahlan mengancam akan mencopot Fahmi jika terbukti terlibat dalam kasus mapping sekolah dengan Kementerian Pendidikan. Dalam kasus tersebut ditemukan sekolah fiktif dan bahkan tidak dikunjungi.

“Dirut Sucofindo sampai saat ini belum ada kepastian. Kita akan cek ke Kejaksaan. Kita belum mendapatkan fakta dia jadi tersangka. Kita akan teliti misalnya dia itu terima sesuatu atau tidak, mendapat bagian atau tidak, menyuruh atau tidak. Kalau memang dapat kiriman, menyuruh, dapat feedback, tidak ada ampun harus diberhentikan,” kata Dahlan di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10).

Dahlan juga masih terus mengkaji apakah dalam proyek survei fiktif ini direktur utama perusahaan harus bertanggung jawab atau tidak. Kasus ini menurut Dahlan sama seperti seseorang yang memalsukan tiket perjalanan dan ternyata fiktif. Ini termasuk dalam kasus penipuan.

“Kalau yang terjadi di luar kontrol kita, kita akan lihat. Ini proyek mapping sekolahan di seluruh Indonesia. Ada sekolah fiktif, tidak dikunjungi. Apa seorang direktur utama bertanggung jawab atau tidak, kita akan teliti. Apakah sampai melibatkan dirut apa di lapangan saja kita akan lihat,” katanya.

[noe]

http://www.merdeka.com/uang/dahlan-ancam-copot-bos-sucofindo-jika-terbukti-terlibat-kasus.html

***

Jika Dirut Sucofindo Terlibat Kasus, Dahlan : Tidak Ada Ampun Lah

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan akan mencabut jabatan Direktur Utama Sucofindo Fahmi Sadiq, jika memang benar Fahmi ada fakta yang melibatkan Fahmi dalam kasus mapping sekolah saat Fahmi masih menjabat sebagai Direktur Utama Surveyor Indonesia.

“Sampai saat ini masih belum ada fakta bahwa dirutnya jadi tersangka. Kita akan teliti nanti, misalnya dia itu terima sesuatu atau tidak, mendapat bagian atau tidak, menyuruh atau tidak dan seterusnya nanti kita akan selidiki,” ujar Dahlan usai Rapim di Sarinah Mall, Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Dahlan menambahkan, pihak Kementerian BUMN terus menyelidiki kasus mengenai fiktifnya survey kesekolah-kesekolah seluruh Indonesia, serta pihaknya juga terus mengkaji apakah dari proyek survey ini Direktur Utama perusahaan bertanggung jawab atau tidak.

“Kalau memang dia yang menyuruh ya tidak ada ampun lah, kita berhentikan, Dia ditunjuk untuk mapping sekolahan-sekolahan seluruh Indonesia, kemudian ada yang memalsukan tiket pesawat yang enggak cocok, itu apakah melibatkan dirut apa tingkat lapangan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Mantan Dirut PLN ini menuturkan hal ini akan menjadi pelajaran bagi Kementerian BUMN, dan ke depan Kementerian BUMN melarang kepada seluruh BUMN untuk tidak mengikuti tender proyek yang waktunya berada pada di akhir-akhir tahun.

“Kedepan tidak boleh ada BUMN yang tendernya dilakukan akhir tahun, yang waktu pelaksanaan tinggal satu bulan harus dicurigai, apakah tender menghabiskan anggaran, harus dicurigai, ke depan tidak boleh BUMN mengikuti tender seperti itu,” ungkapnya.

“Bagaimana bisa mapping seluruh sekolahan dalam waktu satu bulan, saya persoalkan BUMNnya, ada apa, kok mau ikut tender yang waktunya mepet seperti itu,” tutupnya. (dan) (wdi)

okezone.com

***

Mantan Dirut Surveyor diperiksa terkait korupsi Kemendiknas

Jakarta (ANTARA News) – Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta memeriksa mantan Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fahmi Sadiq, terkait dugaan kasus korupsi proyek Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) senilai Rp55 miliar.

“Benar sudah diperiksa Selasa (20/8) kemarin,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta, Ida Bagus Wismantono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Bagus mengatakan Fahmi Sadiq menjalani pemeriksaan berstatus sebagai saksi dugaan kasus korupsi Kemendiknas.

Ia menuturkan materi pemeriksaan seputar proses dan waktu pelaksanaan proyek Kemendiknas tersebut.

Menurut Bagus, penyidik kejaksaan akan meneliti dan mengevaluasi hasil pemeriksaan terhadap pejabat yang menduduki Dirut PT Sucofindo tersebut.

“Nanti kalau ada yang kurang tentu dia (Fahmi) akan dipanggil lagi,” ujar Bagus.

Kejati DKI Jakarta menyelidiki dugaan kasus tindak pidana korupsi proyek pemetaan dan pendataan sekolah senilai Rp55 miliar tahun 2010-2011 di Kementerian Pendidikan yang dilakukan pimpinan PT Surveyor Indonesia.

Penyidik Kejati DKI Jakarta juga telah menggeledah Kantor PT Surveyor Indonesia di Jalan Gatot Subroto Kavling 56 Lantai 9, Jakarta Pusat, Kamis (27/7). (T014/R010)

http://www.antaranews.com/berita/391691/mantan-dirut-surveyor-diperiksa-terkait-korupsi-kemendiknas

***

Dirut Sucofindo jadi tersangka korupsi Kemendiknas

Jumat, 23 Agustus 2013 21:05 WIB

Jakarta (ANTARA News) – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menetapkan tersangka terhadap Direktur PT Sucofindo FS terkait dugaan tindak pidana korupsi Kementerian Pendidikan Nasional senilai Rp55 miliar.

“Ya, hasil ekspos berkesimpulan adanya tersangka baru, FS,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta Ida Bagus Wismantono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Penetapan tersangka terhadap FS, ekspos dugaan kasus melibatkan Kepala Kejati, Asisten Intelijen, Asisten Pidana Khusus, dan penyidik kasus tersebut, Kamis (22/8).

Bagus menuturkan bahwa penyidik kejaksaan akan meneliti dan mengevaluasi hasil pemeriksaan FS guna mengincar tersangka lainnya.

Sebelumnya, penyidik Kejati DKI Jakarta memeriksa mantan Dirut PT Surveyor Indonesia, FS sebagai saksi dugaan kasus korupsi Kemendiknas, Selasa (20/8).

Kejati DKI Jakarta menyelidiki dugaan kasus tindak pidana korupsi proyek pemetaan dan pendataan sekolah senilai Rp55 miliar pada tahun anggaran 2010–2011 di Kementerian Pendidikan yang dilakukan oleh pimpinan PT Surveyor Indonesia.

Penyidik Kejati DKI Jakarta juga telah menggeledah Kantor PT Surveyor Indonesia di Jalan Gatot Subroto Kavling 56 Lantai 9, Jakarta Pusat, Kamis (27/7).
(T014/D007)
Editor: Ruslan Burhani

http://www.antaranews.com/berita/392023/dirut-sucofindo-jadi-tersangka-korupsi-kemendiknas

3 Komentar to “Dahlan Pastikan akan Pecat Dirut PT Surveyor Indonesia Jika Terbukti Korupsi”

  1. Menteri BUMN Dahlan Iskan ternyata tidak sekedar ngomong untuk memberantas tindak pidana korupsi di jajaran Kementerian BUMN serta di perusahaan-perusahaan pelat merah binaannya. Jika terbukti di antara mereka terlibat tindak pidana korupsi dia tidak akan ragu-ragu memecatnya. Semua tergantung hasil penyidikan serta penetapan dari pihak berwenang. Semoga sukses selalu…..

  2. Korupsi itu mirip banjir, Dia tidak bisa dicegah tapi bisa dikendalikan, dengan cara dimiskinkan dan dihukum berat ( jangan dihukum mati tapi dibuat sengsara seumur hidupnya)

  3. di PT Surveyor Indonesia memang banyak korupsinya, terutama divisi “MP” coba di usut lebih lanjut. banyak karyawan menengah sudah bisa beli mobil, rumah dan uangnya sudah ga berseri.. apalagi para direkturnya, perusahaan bumn seperti ini memalukan negara. aku yakin pak Dahlan Iskan bisa mengusutnya sampai tuntas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: