BUMN Dituding Selewengkan Subsidi, Dahlan: Silakan Diusut

“Jangan ada anggapan perusahaan yang mengemban tugas PSO kesenangan. Ini tugas. Mereka sudah kerja keras,” 

1231337audit-hambalang780x390

Liputan6.com, Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersedia penugasan penyaluran subsidi yang dilakukan perusahaan BUMN dicabut, jika terbukti perusahaan tersebut menyelewengkan subsidi untuk masyarakat.

Dahlan mengungkapkan, selama ini perusahaan penyaluran subsidi (Public Service Obligation/PSO) tidak semuanya mendapat untung. Untuk itu, dia meminta agar dugaan penyelewangan subsidi segera diusut.

“Diusut sajalah, jangan dianggap Pertamina itu senang dapat tugas PSO. Kalau PLN belum tentu senang dapat PSO, kereta api juga,” kata Dahlan di Jakarta, Selasa (1/10/2013).

Menurut Dahlan, menyalurkan subsidi merupakan tugas yang berat karena perusahaan tersebut harus bekerja keras agar subsidi tersebut mencukupi dan tidak merugikan negara.

“Jangan ada anggapan perusahaan yang mengemban tugas PSO kesenangan. Ini tugas. Mereka sudah kerja keras,” ungkap Dahlan.

Jadi jika masih ada golongan yang tidak puas atas hasil kerja perusahaan BUMN yang mengemban tugas tersebut dan terbukti melakukan penyelewengan subsidi Dahlan besedia tugas penyaluran subsidi dicabut.

“Jadi kalau misalnya dicabut, cabut saja nggak ada masalah. kalau tidak memuaskan cabut saja. Nggak masalah. Kalau PSO mau dicabut, dicabut saja,” terangnya.

Sekadar informasi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya dugaan penyelewengan dana penyaluran subsidi yang dilakukan BUMN. Sepanjang semester I-2013, BPK menemukan 9 BUMN telah melakukan mark up penyaluran dana subsidi hingga Rp 9,03 triliun. (Pew/Ndw)

liputan6.com

***

 

Dahlan : Justru Saya Ungkapkan Subsidi Listrik Tak Tepat Sasaran

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku banyak pemberitaan mengenai Public Service Obligation (PSO) BUMN. Salah satunya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dianggap tidak tepat sasaran.

Tidak tepat sasarannya PSO tersebut dimulai sejak masa kepemimpinan menjadi Direktur Utama PLN. Dahlan pun membantah, pasalnya yang pertama kali mengungkapkan kepada DPR mengenai tidak tepatnya PSO adalah dirinya.

“Banyak subsidi yang tidak tepat sasaran. Justru saya yang mengungkapkan kalau subsidi tidak tepat sasaran kepada DPR,” ucap Dahlan usai Rapim di Sarinah Mall, Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Dahlan menjelaskan, tidak tepat sasarannya PSO subsidi listrik ini hanya dinikmati oleh 160 perusahaan dengan nilai subsidi sekira Rp7 triliun.

“160 perusahaan yang menikmati subsidi sekira Rp7 triliun, tapi ada media malah memberitakan sejak saya,” jelasnya.

Sebelumnya, Dahlan juga menyebutkan, bahwa perusahaan BUMN belum tentu senang mendapatkan tugas PSO dari pemerintah.

“Diusut sajalah, jangan dianggap Pertamina itu senang dapat tugas PSO. Kalau PSO mau dicabut, dicabut saja, kalau PLN belum tentu senang dapat PSO, kereta api juga. Jangan ada anggapan perusahaan yang mengemban tugas PSO kesenangan,” katanya. (dan)

(wdi)

okezone.com

Iklan

2 Komentar to “BUMN Dituding Selewengkan Subsidi, Dahlan: Silakan Diusut”

  1. Diusut sajalah, dari pada menjadi fitnah, sehingga permasalahannya jelas. Bagi Menteri BUMN Dahlan Iskan, pengusutan atas kasus itu, tidak ada masalah. Bahkan, dia minta, jika kasus itu benar, segelarah diusut. Itulah sikap seseorang jika dirinya sama sekali tidak terlibat dari penyalahgunaan dana PSO

  2. INSYA ALLAH, KINI MASYARAKAT SUDAH : “SANGAT-CERDAS” :
    Fitnah-fitnah memang mulai ber-g.e.n.t.a.y.a.n.g.a.n.
    Ditunggu Laporan BPK ke KPK,gitu aja koq : “repot”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: