Dahlan: Mengabdi Masih Dicaci, Saya Setuju BUMN Jangan Diberi Subsidi

“PSO itu pengabdian. Jangan sudah mengabdi masih dicaci-maki. Cabut saja. Saya setuju BUMN jangan diberi PSO,” 

https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2013/09/30/4/dahlan.jpg

Jakarta – Penyaluran dana subsidi atau Public Service Obligation (PSO) oleh APBN melalui BUMN kerap dituding negatif. Padahal menyalurkan subsidi seringkali membebani BUMN dalam keuangan dan menghambat aksi korporasi. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan dirinya ingin penyaluran subsidi lewat BUMN dihentikan

“PSO itu pengabdian. Jangan sudah mengabdi masih dicaci-maki. Cabut saja. Saya setuju BUMN jangan diberi PSO,” ucap Dahlan kepada detikFinance di Balikpapan seperti dikutip Senin (30/9/2013).

Menurut Dahlan, BUMN dilarang meminta penyaluran PSO kecuali ditugaskan. Penyaluran PSO melalui BUMN kerap bermasalah bahkan dipersalahkan. Ia pun setuju penyaluran subsidi ini dilelangkan.

“SHS (PT Sang Hyang Seri) kayak begitu, Pertani akhirnya kayak gitu, terus Berdikari akhirnya kayak gitu. Sekarang Berdikari, SHS, Pertani, Pelni ke depan nggak perlu. Jengan dianggap mereka mengemis PSO. Itu penugasan. Kalau mau dicabut, dicabut saja kalau nggak puas,” sebutnya.

Seperti PLN hingga Pertamina neraca keuangan hingga aksi korporasinya terganggu karena penyaluran PSO ini. Meskipun penugasan, BUMN menurutnya sering menjadi bahan cacian.

“Kan misalnya PSO di bidang elpiji 12 kg kan Petamina rugi. PSO di bidang listrik kan membuat PLN tidak bisa berkembang,” tegasnya.

Dahlan mengakui, BUMN tanpa menyalurkan subsidi bisa jauh lebih berkembang. Saat ini beberapa BUMN penerima penyaluran subsidi seperti Pertamina, PLN, Pelni, ASDP, Kereta Api, Pertani, Sang Hyang Seri, hingga PLN.

(feb/dnl)

http://finance.detik.com

***

Dahlan lebih suka BUMN tidak lagi dibebani PSO

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan aparat yang berwenang segera menuntaskan pengusutan dugaan penggelembungan atau mark up dana public service obligation (PSO) BUMN. Dia lebih senang jika nantinya BUMN tidak lagi dibebani tugas PSO.

“Diusut saja lah. Kalau PSO mau dicabut, dicabut saja,” ujar Dahlan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (1/10).

Sebenarnya, menurut Dahlan, BUMN belum tentu suka menjalankan tugas PSO yang diberikan pemerintah. Justru, selama ini BUMN merasa terbebani oleh kewajiban tersebut.

“Jangan dianggap Pertamina, PLN, KAI itu sebang dapat tugas PSO. Jangan ada anggapan perusahaan yang mengemban tugas PSO merasa senang,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Dahlan menegaskan, program PSO sama sekali tidak menguntungkan sehingga layak untuk dicabut. “Mereka sudah kerja keras, kalau tidak menguntungkan, cabut saja,” pungkas dia.

[yud]

http://www.merdeka.com/uang/dahlan-lebih-suka-bumn-tidak-lagi-dibebani-pso.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: