4 BUMN Belum Layak Sandang Status Dream Team

“Personil BUMN masih ada yang belum dream team. Beberapa Dirut menghendaki mewujudkan dream team lebih baik, nanti akan kita temui direksinya. Ya masih ada 3 sampai 4 BUMN,” 

4 BUMN Belum Layak Sandang Status Dream Team

Liputan6.com, Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui masih ada empat perusahaan pelat merah yang belum bisa diajak melangkah maju untuk mewujudkan sebuah perusahaan Dream Team.

“Personil BUMN masih ada yang belum dream team. Beberapa Dirut menghendaki mewujudkan dream team lebih baik, nanti akan kita temui direksinya. Ya masih ada 3 sampai 4 BUMN,” ungkap Dahlan saat ditemui di Gedung Kementrian BUMN, Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Dahlan menilai perusahaan tersebut belum layak menjadi dream team karena belum maksimalnya kinerjanya dan manajemen yang belum berkualitas. Dream team adalah program Dahlan yang ingin membuat semua direksi solid untuk memajukan perusahaan.

Disinggung lebih jauh mengenai perusahaan yang belum mau maju tersebut, Dahlan masih enggan mengungkapkannya.

“Jangan lah kalau itu, nanti mereka ribut, tidak buat produktif. Mereka kerja harus sangat bagus. Pokoknya BUMN lumayan besar,”tegasnya.

Dalam beberapa waktu kedepan, Kementerian BUMN memastikan akan memanggil jajaran direksi dari perusahaan-perusahaan yang dimaksud untuk dapat didorong menjadi perusahan dream team.

“Kmai akan nilai yang apakah dirutnya berlebihan atau memang yang diinginkan dirutnya ini bener, kenapa kok tidak dream team,” pungkasnya. (Yas/Shd)

http://bisnis.liputan6.com/read/702527/4-bumn-belum-layak-sandang-status-dream-team

***

Tak Memuaskan, Dahlan Iskan Copot Dirut Pelindo IV

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengganti Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo). Pergantian itu dilakukan lantaran kinerja Direktur Utama Pelindo IV Harry Sutanto kurang memuaskan.

Dahlan menujuk Mulyono, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelindo II. “Diganti karena kinerjanya kurang memuaskan. Gantinya Mulyono,” ujar Dahlan usai mengelar rapat pimpinan (Rapim) BUMN di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/9).

Meski Mulyono hanya memiliki background sebagai Direktur Keuangan, Dahlan yakin dia mampu mengemban tugas dengan baik sebagai Dirut Pelindo IV. “Saya yakin dia juga bisa, karena waktu di Pelindo II operasionalnya berjalan baik, sehingga saya yakin dia juga sudah dapat contoh-contoh yang baik di sana,” terangnya.

Untuk lebih meyakinkan Mulyono bahwa dia mampu, bekas Dirut PLN itu memberi contoh beberapa Dirut BUMN yang sebelumnya juga tidak memiliki sebagai Dirut.

“Dia juga saya beri kebanggan orang keuangan yang berhasil jadi Dirut. Misalnya Pak Jonan dulu juga basicnya keuangan, tapi operasionalnya juga maju. Dirut ASDP, dia juga orang keuangan murni, tapi dia juga mampu menanggani masalah di perusahaan. Saya yakin dia juga bisa,” tegasnya.

Selain itu Dahlan juga mengingatkan Mulyono bahwa untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan tidak melulu dengan terus menambahkan fasilitas. “Jangan mudah menerima saran, tapi harus dievaluasi apakah betul-betul saran itu adalah jalan keluarnya,” tutur pria asal Magetan ini. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2013/09/25/192712/Tak-Memuaskan,-Dahlan-Iskan-Copot-Dirut-Pelindo-IV-

***

Hindarkan Direksi BUMN Titipan

JAKARTA (Suara Karya): Perombakan terhadap direksi badan usaha milik negara (BUMN) tidak boleh lagi berdasarkan kedekatan, teman, titipan, atau bersifat balas jasa karena pernah membantu satu kegiatan si pengambil keputusan. Penunjukan direksi BUMN harus betul-betul berdasarkan kompetensi, dan merupakan hasil seleksi paling baik dari persediaan SDM yang baik.

“Kita bisa merasakan, masih ada di antara direksi BUMN yang ada sekarang ini tidak berprestasi baik, namun masih tetap dipertahankan. Diharapkan, pada masa mendatang tidak ada lagi titipan atau memilih karena bersifat balas jasa, teman, atau semata-mata karena sosok yang sengaja dibina di sana. Ini agar BUMN tidak kedodoran melayani kepentingan rakyat, seperti yang banyak terlihat,” kata pengamat birokrasi pemerintahan, Djoko Darmono kepada Suara Karya, di Jakarta, kemarin.

Menurut Djoko, dari banyak BUMN, hanya beberapa saja yang dirut atau direksinya yang memiliki prestasi yang sangat baik. Boleh disebut salah satu diantaranya yang telah membuktikan mengangkat derajat dan martabat bangsa adalah Dirut PT Garuda Indonesia berserta jajaran direksinya.

“Saya berani menyebut jajaran direksi Garuda itu sebagai ” The Dream Team “. Kita yakin, masih banyak SDM bagus di negara ini yang bisa mengisi BUMN yang direksinya tidak berprestasi. Jadi jangan menyebut yang ditunjuk itu bagus kalau kenyataannya tidak berprestasi baik,” kata Djoko.

Sehubungan dengan akan dirombaknya susunan direksi sejumlah BUMN, Djoko meminta agar Kementerian Negara BUMN tidak main-main di dalam melakukan seleksi. Sebab, saat ini prestasi di dalam mengelola BUMN sangat dibutuhkan di tengah semakin defisitnya neraca transaksi berjalan Indonesia.

“Dengan defisit sebesar Rp 110 triliun (9,8 miliar dolar AS), terhadap product domestic brutto (PDB), itu berarti kita sudah melewati ambang ketentuan UU defisit maksimal 3 persen PDB. sedangkan jumlah itu sendiri telah mencapai 3,4 persen. Sehingga jangan main-main lagi di dalam memilih,” kata Djoko.

Segera Rombak

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan memberi sinyal akan merombak susunan direksi sejumlah BUMN karena dinilai belum mampu bekerja secara maksimal dan menjadi “Tim Impian” (the dream team).

“Ada tiga-empat BUMN saat ini, yang direksinya tidak padu. sehingga mereka masih belum bisa berkategori dream team. Oleh sebab itu, akan kita tindak lanjuti,” kata Dahlan, selepas pencanangan program “BUMN Bersih”, di Jakarta, kemarin.

Dahlan mengatakan, keputusan untuk melakukan evaluasi terhadap tiga hingga empat BUMN tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat pimpinan Kementerian BUMN. “Betul terdapat masukan dari direksi BUMN bahwa jajarannya tidak solid, sehingga kita perlu evaluasi,” ungkap Dahlan.

Walaupun begitu, bekas Dirut PT PLN ini tidak me-nyebutkan BUMN apa saja yang direksinya tidak padu. “Kita tidak akan menyebutkan, karena hanya akan membuat ketidaktenangan bekerja di perusahaan-perusahaan itu,” ujarnya.

Dahlan menyebutkan, di semua BUMN tanpa terkecuali harus terbentuk dream team sehingga mampu menjadikan perusahaan lebih unggul. Menurut catatan, dream team BUMN merupakan gagasan Dahlan Iskan yang mulai diterapkan sekitar awal 2012, di mana dalam satu susunan direksi harus solid dan kompak.

Pada aplikasinya, direktur utama BUMN sebagai orang nomor satu di perusahaan negara ini, diberikan hak dan wewenang penuh untuk memilih dan menentukan siapa yang menjadi direktur.

Oleh sebab itu, setiap pengambilan keputusan strategis perusahaan dapat dengan mudah dan cepat dilaksanakan, serta membuahkan hasil yang lebih baik sesuai dengan rencana bisnis perusahaan. (Sabpri).

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=335377

Iklan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: