Tanya Jawab Dahlan Iskan dengan Para Relawan Demi Indonesia

“Sidang Kabinet Jam 7 Pagi, lalu Kerja-Kerja-Kerja”

“INI BARU CALON PRESIDEN”: Dahlan Iskan saat disambut para ReDi. Dengan santai, dia menyambut salam kompak.(gusti ambri/kp)
DAHLAN Iskan tak pernah menolak berdialog dengan siapa pun. Saat Relawan Demi Indonesia (ReDI) Kaltim bercengkerama dengannya di Hotel Hakaya, Menteri BUMN ini dengan hangat menjawab semua pertanyaan. Berikut beberapa kutipannya.
Pertanyaan (P): Kenapa Pak Dahlan mau ikut Konvensi Partai Demokrat? Apa tidak takut hanya diperalat untuk meningkatkan kembali pamor partai yang sedang turun?
Dahlan Iskan (DI): Saya tidak berfikir demikian. Saya hanya mencoba melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Pak SBY. Jangan sampai negara ini berbelok lagi. Pertumbuhan ekonomi yang 6 persen setiap tahun itu harus terus dilanjutkan. Tentunya ada beberapa perubahan yang perlu dilakukan untuk perbaikan. Soal diperalat, saya sungguh lebih suka ber-khusnudzon (berbaik sangka) saja.
P: Selama ini CSR dari BUMN masih rendah di bidang pendidikan. Kami harapkan Pak Dahlan bisa mengambil tindakan supaya CSR BUMN untuk dunia pendidikan lebih mudah.
DI: Dulu perusahaan BUMN memberikan CSR besar sekali untuk pendidikan. Karena di APBN anggaran pendidikan kecil. Sejak 2 tahun lalu, zaman sudah berubah. Anggaran pendidikan tahun lalu Rp 320 triliun. Tahun ini Rp 370 triliun karena diwajibkan oleh Undang-Undang. Itu bukan dana yang kecil, dan belum pernah terjadi dalam sejarah. Kasarannya, untuk menghabiskan saja sulit. Dan saya yakin tahun depan bisa hampir Rp 400 triliun dan Rp 500 triliun pada 3 tahun kemudian. Makanya lebih baik itu yang dioptimalkan. Sementara CSR BUMN lebih difokuskan pada pengentasan kemiskinan. 
P: Waskita Karya yang sedang renovasi Masjidilharam, kami usulkan untuk nanti bisa sekaligus menangani perawatannya. Karena mempermudah warga ketika naik haji.
DI: Iya, semua sudah tahu, kalau perusahaan BUMN Indonesia mengerjakan renovasi Masjidilharam. Dan sekarang ditawari proyek membangun Masjid Nabawi sekaligus perawatannya. Saat ini sedang pembicaraan. Doakan saja.
P: Kalau Pak Dahlan jadi presiden, seberapa sering menghadiri sidang kabinet? Lalu bagaimana strategi Bapak untuk memeratakan perekonomian di Indonesia?
DI: Sidang kabinet paripurna saya kira cukup sebulan sekali. Tapi kalau kabinet terbatas harus lebih sering. Itupun lebih fokus pada pemecahan persoalan, dan langsung pada kebijakan. Dan kalau bisa sidangnya jam 7 pagi, supaya siangnya bisa bekerja, begitu.
Untuk pemerataan, kita harus desentralisasi bukan sentralisasiItu yang sudah lama saya terapkan di Jawa Pos Group. Setiap daerah bisa mengeluarkan kebijakan sendiri, dan laba dari daerah tidak disedot oleh pusat supaya daerah bisa menghidupi diri sendiri. Napas itu yang dijaga.Banyak yang bilang Surabaya itu perekonomiannya nomor 2, tapi bagi saya nomor 10. Nomor 1 Jakarta, 2 Jakarta, 3 masih Jakarta, baru yang kesepuluh Surabaya. Terus Balikpapan nomor berapa ya? (lantas tersenyum).

P: Jika Pak Dahlan jadi presiden, apakah mungkin akan memindah ibu kota ke Palangkaraya untuk memecah kepadatan di Jakarta?
DI: Itu butuh proses yang panjang. Dan tidak bisa diputuskan oleh satu presiden saja. Artinya harus oleh presiden sekarang dan presiden selanjutnya, presiden selanjutnya dan selanjutnya lagi. Karena dalam 5 tahun pertama pasti belum ada sesuatu yang bisa diperbuat. Tidak bisa nanti presiden selanjutnya lantas membatalkan dan kembali ke ibu kota yang lama.
Di Brazil, ibu kotanya bukan Rio, melainkan kota Brazilia. Itu proses perpindahannya butuh 20 tahun.
P: Jika Pak Dahlan menang konvensi Demokrat, dan pasti menang, kira-kira siapa wakilnya?
DI: Aturan mainnya partai dapat mengusung calon presiden beserta wakilnya jika mendapat 20 persen suara. Makanya sekarang Partai Demokrat sedang mengupayakan itu. Nah, kenapa saya tidak melakukan kontak dengan Demokrat, baik DPC maupun DPD? Karena saya tidak mau menjadi ikan di kolam yang sama. Karena Partai Demokrat sudah diisi oleh Pak Edi Pramono, Marzuki Alie, kalau saya masuk lagi, bukan kolamnya makin lebar, tapi penghuninya makin banyak. Bisa jadi malah bagian saya yang sedikit. Makanya saya tidak kontak dengan Demokrat, saya dengan Anda-Anda sekalian saja, tidak apa-apa (disambut tepuk tangan).
P: Bagaimana strategi pembangunan ke depan di luar Jawa?DI: Saya kira seminar-seminar sudah cukup, tinggal kerja-kerja-kerjaSaya bersyukur masuk PLN, di situ saya menjadi bawahan menteri, dan sekaligus “sekolah” memahami cara berfikir kalangan pemerintah. Ternyata, mengambil keputusan itu susah sekali, karena birokrasiKemudian saya juga bersyukur menjadi Menteri BUMN. Di situ saya “sekolah” lagi, dan praktis memahami seluruh permasalahan di Indonesia. Karena di BUMN semua ada, listrik, BBM, pariwisata, perkebunan, pertanian, kelautan, bandara dan lain-lain. Dan saya tahu permasalahannya.

Misalnya saja, menurut saya menterjemahkan Undang-Undang ada kalanya salah. Contoh kasusnya untuk mengetahui ekonomis atau tidak suatu proyek, ditenderkan. Jika tidak ada yang berminat berarti tidak ekonomis. Tapi itu butuh waktu 6 bulan. Dan aturannya, harus dicoba dua kali tender, jika memang tidak ekonomis baru diserahkan ke BUMN.
Artinya butuh waktu yang lama sekali. Sekarang saya jadi menteri memang belum bisa mengubah aturan itu, tapi kalau saya jadi presiden, hayo… Saya cabut aturan itu, cabut!
**
Usai tanya jawab, Dahlan menyempatkan senam Dahlan Style bersama para ReDI. Hadir pula Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Dahlan lalu melanjutkan perjalanan ke Manado pukul 21.00 Wita. (*/rsh/che/k7)
Iklan

8 Komentar to “Tanya Jawab Dahlan Iskan dengan Para Relawan Demi Indonesia”

  1. lanjutkan Bapak, saya relawan frelance yg ikut juga mengkampanyekan bapak disetiap kesempatan ………
    Salam untuk relawan DI

  2. Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN
    Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagai pengganti Menteri BUMN. Menteri BUMN pemimpin Dirut PLN dan Dirut BUMN lainnya.
    Selama 2009 sampai 2011 perubahan apa yang dilakukan pak dahlan ?
    jika saya jadi pemimpin BUMN saya malu tampil di sinetron sedangkan saya lihat di banyak daerah banyak listrik yang mati. ataukah itu hanya pencitraan menjelang pemilihan presiden 2014 ?
    Masyarakat itu mintanya mudah, minta jalan diperbaiki (Adhi karya, wika, waskita karya,Bina marga,dll), minta listrik tetap hidup(PLN), air tetap hidup(PDAM dikelola pemda), lalu rakyat minta aman dari kejahatan(Polisi). simpel, mau korupsi beratus milyar masyarakat tidak peduli, pokoknya perutnya terisi, rakyat bisa kerja. itu saja pejabat Indonesia tidak bisa kerjakan. masalahnya apa pak Dahlan iskan, anda pimpinan PLN, jika tidak sanggup anda sediakan listrik tetap hidup di Indonesia ini, anda swastakan saja, jangan di monopoli listrik di Indonesia ini. biar ada persaingan sehat. kami mau bayar mahal untuk dapatkan listrik yang berkualitas. jika kami pakai gengset, terlalu bodoh di negara sekaya ini kami pakai gengset. kenapa pak dahlan iskan ? karena banyak gunung berapi di Indonesia ini banyak uap air, banyak air terjun di Indonesia ini. Apakah anda akan meniru konversi minyak tanah ke gas yang sama-sama tidak bisa diperbaharui. Ibarat masuk ke kandang singa membawa kambing, kita berikan kambing itu kepada singa, setelah lapar singa itu akan memakan kita. Apakah Indonesia harus menyewa gengset sedangkan siswa SMK saja bisa buat mobil. Dimana harga diri negara Indonesia yang punya APBN 1500 Trilyun ini bapak buat. Bapak dahlan iskan fokus sajalah kepekerjaan bapak untuk mengurusi listrik dan BUMN lainnya, jangan main twitter dan main sinetron. Jangan berusaha membangun pencitraan, sudahlah anda kan sudah tau pak Jokowi sudah jelas kualitasnya bekerja untuk rakyat, lebih baik di sisa masa tugas bapak yang tinggal 1 tahun lagi berusaha sebaik-baiknya memimpin BUMN untuk kebahagiaan rakyat. Jika saya jadi bapak, saya akan cari jalan keluarnya dari seringnya mati listrik di kota-kota besar, saya berikan jangka waktu jika listrik masih mati maka dirut pecat, jika masih mati listrik juga menteri pecat. Rakyat tidak bisa kerja, tidak bisa hidup normal, tidak bisa mencari makan, tidak bisa berbuat apa-apa. Mudah-mudahan pak dahlan iskan mendengarnya dan bekerja untuk rakyat diakhir masa tugasnya 1 tahun lagi. Terima kasih.

    • @Dan
      – Semoga tidak lupa, berapa jumlah & lama listrik mati sebelum dan sesudah pak Dahlan di PLN kemudian di BUMN
      – Semoga tidak lupa bagaimana respon petugas PLN terhadap komplain pelanggan sebelum dan sesudah pak Dahlan di PLN kemudian di BUMN
      – Semoga masih bisa mengingat bahwa PLN dibawah pak Dahlan sudah mengemis-ngemis minta GAS ke menteri yg bersangkutan dan ternyta hanya dapat janji
      – Semoga tidak lupa pak Dahlan minta Gubernur Sumut Ijin bangun bendungan Asahan 3 dan tdk dikasih, dari awal beliau menjabat karena mengestimasi 3 tahun kemudian (tahun ini) permintaan listrik akan melampaui kapasitas pembangkit yg ada blm lagi jika ada yg harus dimaintenance
      – Semoga mengetahui Adhi karya, wika, waskita karya,Bina marga itu kontraktor, yg buat jalan Menhub & pekerjaan umum. Jalan tol mungkin masih masuk
      – Silahkan hitung swasta bikin pembangkit harganya pasti jauh-jauh diatas PLN. Mengapa pabrik pilih PLN drp bikin pembangkit atau jenset ? harganya PLN hanya separuh dari ongkos produksi listrik sendiri.

      – Benarkah SMK buat mobil? Lihat baik-baik beritanya, kalau perlu datanglah ke Solo tempat mobil Esemka dibuat.
      – Tengoklah ke Solo, dimana PKL itu dipindahkan lihat omzet dan penghasilannya. Tengok juga biaya pemindahannya
      – Tengoklah ke Solo, Proyek kendaraan, kereta wisata dsb dimana sekarang berapa biaya yg sudah dikeluarkan & hasilnya bagaimana
      – Tengoklah ke Solo, apa aja yg diklaim sebagai keberhasilan di media dan bandingkan dengan riilnya. Syukur2 bisa membandingkan dengan walikota sebelum Jokowi.
      – Main iklan? lihat itu main iklan dibarter dengan apa? Perjanjian dg perusahaan tersebut utk membeli hasil dari petani yg memanfaatkan lahan hutan (tumpang sari)

      Semoga tetap kritis terhadap informasi tidak hanya ke Pak Dahlan, dan tetap pak Dahlan memang harus dikritisi juga

      Salam

  3. Pak Dahlan Iskan , udah siap jadi Presiden kerja,kerja ,kerja yang dia geluti,sejak mulai dari PLN hingga Kementerian ,BUMN saat ini telah membuat tekad bagaimana arah negara yang kokoh sudah dilakukannya itulah kjeunggulan Presiden RI ke ke 7,Insyaallah 2020, negara kita sudah mantap! Mari kita perjuangan beliau ke istana dengan membangun Jembatan hati tak perlu kampanye riuh2 banyak menghabiskan energi,semoga!

  4. @dan: sikap kritis Anda mantap….saya setuju…..namun yang terbaik saat ini untuk mengelola negara ya DI….. Arah gebrakannya sudah jelas…. Mega? ya nggaklah….dulu sudah pernah tanpa hasil apa2…malah banyak BUMN yang sukses terjual ke tangan asing….. A*B? ah…entah siapa lagi itu…. Yuk….mari mainkan sikap kritis dengan cerdas….

  5. Sudah jelas, langkah-langkah Menteri BUMN Dahlan Iskan jika terpilih sebagai Presiden RI pada Pilpres 2014. Sekarang saatnya kita bekerja keras dan cerdas agar mantan Dirut PLN itu bisa terpilih sebagai presiden nanti. Demi Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat, semua tantangan itu harus kita hadapi dengan semangat semangat dan semangat pantang menyerah. Semoga sukses selalu… amin amin ya rabbal alamin

  6. Siapa pun layak disebut “pemimpin” atau jadi “pemimpin” kalau dia tidak lari justru ketika dihadapkan pada masalah dan caci maki. Hanya mereka yang berjiwa besar yang tetap mampu menegakkan kepala. Besarnya samudera, itu karena kerendahannya dan kesedianya menerima semua tumpahan beban yang dicurahkan parit, sungai dan muara-muara penuh lumpur dan sampah…… Bukan mengagung-agungkan kebesaran tapi alergi dikritik…. DI adalah keterwakilan dari sebuah Samudera yang tidak terukur besar dan dalamnya karena tali yang kita miliki sangat-sangat kurang cukup panjang (dibanding wawasannya )….. Carut marutnya negara ini hanya bisa dibenahi oleh pemimpin yang memiliki “Multi Talent” bukan para spesialis (sangat-sangat ahli) dengan wawasan terbatas yang mengkotakkan diri dengan (pembatasan) spesialis yang dibangga-banggakan…

  7. …….dan…SELAMAT BERKOMPOR RIA BAGI SUSANTO……..EMBER…..EWER.EWER……. JJJJJAAAAKARTTTTAAAAAA ADALAH INDONESIA DAN INDONESIA bukan jakarta…makan tuh jokowi……jokowi tuh baek……suruh liat tuh perbatasan indo dan malaya. disana saudara2 kami membeli TRAKTOR PAKE UANG PRIBADI demi membuat jalan tembeus ke malaya…karena memang harus kesana untuk mencukupi kebutuhan sehari2 dan menjual hasil bumi juga kesana…… MAKAN tuh jakarta…..kami sedih sebagai org kaltim uang hanya berputar di jakarta meskipun barang dan pekerjaanya di kaltim anda tau sus…….oi susanto dan kawan2nya tuh TRAKINDO/UNITED TRAKTOR pemasukan terbesarnya dr kaltim……tuh LNG DARI KALTIM……minyak dari kaltim…tau kah sus….. saudara2 kami diperbatasan.gula sekilo 25rb, bensin seliter 25rb…….saudara2 kami diperbatasan GAK PERLU CINGCONG DAN BERMULUT BESAR SAMPE DOWERRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR………………………………..RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRITU GAK PERLU…MEREKA BANYAK YG PINDAH WARGA NEGARA KARENA DINEGERI JIRAN GAK ADA KORUPTOR YG KEBANGETAN KAYAK DI INDO……….DIMANAPUN KOROPTOR ITU ADA TAPI GAK SAMPE KEBANGETEN SPT DI INDO……….SELAMAT BROOOO SELAMAT BUAT JAKARTA………… MAKAN TUH JAKARTA.KALO DISURUH MILIH KAMI SENANG BERGABUNG DENGAN MALAYA DARIPADA DENGAN JAKARTA. kami senang ada Bung Dis yg mau kami calonkan dengan susah payah karena sejatinya beliau tidak mau…….kamilah yg minta beliau spy ia bersedia…….. semua Qodar……ya @ semoga engkau meng QODAR PAK DAHLAN JADI PRESIDEN GUNA MEMPERBAIKI NEGERI INI.. DAN KAMIPUN BERHARAP SETELAH DAHLAN ……..JOKOWILAH PENERUSNYA SEHINGGA NEGERI INI TIDAK TERLENA DENGAN HIRUK PIKUK POLITIK MENCARI PRESIDEN…..OK BRO SEMOGA SEMUANYA SUKSES…..BUNG DIS SUKSES.JOKOWI SUKSES.NEGERI INI SUKSESSSSSSSSSSSS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: