“Sepinggan Terbaik Ke-2 Nasional”

“Bandara Balikpapan ini lebih bagus dari pada bandara di Jakarta. Bandara Balikpapan, Bali dan Kualanamu itu satu kelas dan masih di atas bandara Jakarta. Jadi kalau se-Indonesia ya, terbaik ke-2 lah setelah Bandara Bali yang baru,” 


Dahlan saat meninjau proyek perluasan Bandara Sepinggan, Balikpapan.(gusti ambri/kp)

BALIKPAPAN – Sosok Dahlan Iskan, terus menjadi daya tarik bagi warga. Kedatangannya kemarin sore ke Balikpapan, langsung disambut ratusan Relawan Demi Indonesia (ReDI) se-Kaltim. Semua ingin salam kompak dengan kandidat kuat presiden ini.

Sesuai jadwal, Menteri BUMN Dahlan Iskan bersua para ReDI di Hotel Hakaya Plaza, Bandara Sepinggan. Meski kedatangan Dahlan di Balikpapan sebenarnya hanya transit, yakni rute Banjarmasin menuju Manado, namun tak menyurutkan semangat para ReDI menyambutnya. Waktu beberapa jam tersebut, juga dimanfaatkan Dahlan meninjau progres proyek perluasan Bandara Sepinggan.

Dahlan tiba di Sepinggan sekitar pukul 16.20 Wita. Tampilannya sedikit berbeda. Ia tidak mengenakan kemeja putih, melainkan baju batik dengan warna dominan biru dan sedikit motif putih. Di pintu kedatangan, ia disambut Chairman Kaltim Post Group (KPG) Zainal Muttaqin, CEO Kaltim Post Group Ivan Firdaus, Direktur Kaltim Post Tatang Setyawan, Direktur Balikpapan TV Sugito, dan beberapa jajaran manajemen KPG.

Hadir pula Wakil Wali Kota Balikpapan Heru Bambang, GM Angkasa Pura Harry Sikado dan Pimpinan Proyek Perluasan Bandara Sepinggan Wendo Asrul Rose.

Disinggung soal bajunya, Dahlan hanya tersenyum. “Oh, ini dikasih orang tadi. Barusan kan saya menghadiri kongres PWI. Dan syaratnya harus mengenakan baju daerah setempat,” ucapnya. Dengan menggunakan mobil, Dahlan lantas diantar ke lokasi proyek. Sebelumnya, ia juga menyalami puluhan penumpang dan juga pengunjung Bandara Sepinggan.

Sampai di lokasi proyek, didampingi Wendo Asrul Rose, Dahlan menyisir lantai 3. Dari situ, Dahlan sempat beberapa saat memandangi ke arah runway, lantas tersenyum. Langkah cepatnya terus menyusuri sisi-sisi ruangan. Lantai 3, kemudian lantai 4, turun ke lantai 2 dan lantai 1.

Selama 45 menit, Dahlan tak sedikitpun mengurangi kecepatan langkahnya. Tak ada raut lelah. Ia terlihat antusias dan terus tersenyum. Dahlan tak segan merangkul dan menyapa para pekerja yang sedang bertugas. Berdiskusi langsung dengan pekerja lapangan.

Usai berkeliling, Dahlan bersalaman dan melayani permintaan foto bareng dari para pekerja proyek. “Bandara Balikpapan ini lebih bagus dari pada bandara di Jakarta. Bandara Balikpapan, Bali dan Kualanamu itu satu kelas dan masih di atas bandara Jakarta. Jadi kalau se-Indonesia ya, terbaik ke-2 lah setelah Bandara Bali yang baru,” terangnya.

Ditanya soal saran, Dahlan kembali memuji. “Sarannya, fantastic. Bagus sekali. Desainnya bagus,” tambahnya.

Meski sudah berjalan selama hampir satu jam, perjalanan dari lokasi proyek menuju Hotel Hakaya Plaza kembali ditempuh dengan berjalan kaki. Dahlan juga masih sempat menyalami orang yang ia temui di sepanjang jalan.

Terpisah, Wendo menjelaskan, lokasi yang dikunjungi Dahlan merupakan bagian dari paket II meliputi pembangunan Gedung Terminal dan fasilitas penunjang dengan nilai Rp 1,238 triliun. Paket tersebut progresnya sudah mencapai 74,5 persen sesuai jadwal targetnya 71,36 persen.

Perluasan Bandara Sepinggan sendiri terdiri 6 paket. Paket pertama Rp 130 miliar sudah rampung 22 Januari lalu meliputi desain dan pembangunan fasilitas penunjang seperti kantor. Sedangkan paket III meliputi pembangunan flyover, jalan dan fasilitas penunjang lain senilai Rp 253 miliar. Progresnya sudah 88,18 persen dari target terjadwal 85,99 persen.

Sementara 3 paket tambahan, yakni paket 4 meliputi pembangunan tower, hanggar, apron. Kemudian paket 5 meliputi pembangunan gedung parkir dan lainnya, dan paket 6 meliputi penambahan garbarata B2 dan B3. Ketiga paket tersebut ditargetkan rampung awal tahun 2014.

“Kami targetkan 15 Januari fisik rampung. Setelah itu kami akan ajukan verifikasi ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Mudah-mudahan pertengahan Februari sudah bisa beroperasi,” tambahnya.

Jika jadi, Bandara Sepinggan mampu menampung 10 juta penumpang per tahun. Saat ini, daya tampung Bandara hanya 1,7 juta, namun keterpakaiannya sampai 425 persen. “Hitungannya, tingkat toleransi itu sampai 150 persen, berarti sudah sangat overload,” kata Wendo.

Bandara dengan luas 110 ribu meter persegi tersebut ditargetkan masih tetap ideal untuk menampung pertambahan jumlah penumpang sampai 2019.

Namun, Wendo mengakui dengan pertumbuhan jumlah penumpang dari tahun ke tahun yang menembus angka 16 persen, kemungkinan sebelum waktu yang ditentukan bandara sudah overload lagi.

“Tapi kami kembali pada angka toleransi tadi yakni sampai 150 persen. Kalaupun nanti sudah tidak memadai dan perlu dibangun ya kami bangun,” tambahnya.

Terkait terminal yang lama, Wendo mengatakan nantinya akan dibangun sebagai tempat istirahat bagi calon penumpang yang menginap di Bandara.

“Selama ini ruang tunggu masih belum terakomodir. Sesuai pesan Pak Dahlan tadi, kami akan akomodir, dan sesuai perencanaan kita akan bangun itu,” terangnya.

Nantinya calon penumpang bisa tidur di ruang tersebut, bahkan disediakan fasilitas untuk mandi. “Tapi kami terapkan cost recovery. Tidak mahal, untuk biaya penggantian air dan sabun untuk mereka mandi, itu saja,” pungkasnya. (*/rsh/che/k7)

http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/31150/sepinggan-terbaik-ke-2-nasional.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: