Dahlan Pilih Tanggapi Kedelai Ketimbang Mobil Murah

“Aku ini Menteri BUMN. Aku ini Menteri BUMN. Nanti dikira mengometari semua hal. Udah lah banyak yang bisa beri komentar. Nanti orang bilang iki menteri opo (ini menteri apa), semua hal dikomentari’,” 

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, lebih memilih menanggapi soal karut marut niaga kedelai daripada soal mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC).

Ia mengatakan dalam menstabilkan pasokan dan harga Perum Bulog tak dapat bekerja sendiri. Harus ada importir lain, agar tak dibilang monopoli. “Ya kan Bulog tidak boleh impor sendirian. Kan impor ini harus dibuka kepada siapa saja, nanti kalau enggak monopoli,” kata Dahlan ditemui di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Sebagai instrumen pemerintah yang ditugasi langsung dengan berbekal peraturan presiden, nyatanya Perum Bulog hanya mendapat alokasi impor kedelai 100.000 ton. Sementara importir terdaftar mendapat alokasi impor lebih besar dari itu.

Bahkan, pemain baru seperti Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), diberikan izin impor oleh Kementerian Perdagangan sebesar 125.000 ton. “Ya nanti Bulog ditingkatkan,” tegas Dahlan.

Sementara itu, ketika ditanya soal mobil murah, mantan Direktur Utama PLN itu, tak mau banyak bicara. “Aku ini Menteri BUMN. Aku ini Menteri BUMN. Nanti dikira mengometari semua hal. Udah lah banyak yang bisa beri komentar. Nanti orang bilang iki menteri opo (ini menteri apa), semua hal dikomentari’,” kelakar Dahlan.

kompas.com

 

Iklan

One Comment to “Dahlan Pilih Tanggapi Kedelai Ketimbang Mobil Murah”

  1. Yo Ora opo-opo Cak. Mosok DPR thok sing iso ngomentari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: