Buat Kilang Minyak, Pertamina Akan Respon Tawaran Investasi Irak

“Sekarang prioritasnya adalah memfollow up tawaran dari Irak tersebut, sambil mencari partner investor lain,” 

buat-kilang-minyak-pertamina-akan-respon-tawaran-investasi-irak
Tak dapat dipungkiri ketergantungan Indonesia akan impor minyak dan gas bumi masih cukup tinggi. Karena itu, Komisi VI DPR menyarankan pemerintah untuk memiliki dua refinery atau kilang minyak. Sehingga, ketergantungan impor berkurang dan tidak membuat defisit neraca perdagangan.

Usulan para wakil rakyat ini mendapat tanggapan positif dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang mengupayakan hal tersebut, namun masih terbentur kesiapan pendanaan.

“Refinery (kilang) memang ada masalah yaitu fasilitas keuangan yang belum selesai,” kata Dahlan di Gedung DPR Jakarta, Rabu (18/9) malam.

Selaku korporasi yang akan menjalankan hal tersebut, kata Dahlan, PT Pertamina tidak akan mampu melakukannya sendiri sehingga membutuhkan kerjasama dengan investor lain. Untuk itu, PT Pertamina akan menindaklanjuti tawaran investasi saham patner dari Irak sebesar 20 persen.

“Sekarang prioritasnya adalah memfollow up tawaran dari Irak tersebut, sambil mencari partner investor lain,” papar Dahlan.

Sebelumnya, Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartato mengatakan, Indonesia saat ini banyak mengimpor BBM dari Singapura karena Singapura punya dua kilang dengan kapasitas besar.

Oleh karena itu, dia mengatakan cara mengurangi ketergantungan akan impor migas yang dilakukan oleh perusahan BUMN adalah membangun refinery atau kilang minyak. Erlangga menilai, dengan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) yang dimiliki Indonesia saat ini sebesar USD3.400 membangun refeinery bukan sesuatu yang sulit.

“GDP per kapita kita saat ini USD3.400. Kami dapat kesan untuk membangun refinery dibutuhkan insentif. Melihat GDP kita, pembangunan refinary bukan hal yang susah dilakukan. Kita, paling tidak harus punya dua refinery untuk mengurangi ketergantungan pada impor,” tuturnya. (ags/oke)

http://berita8.com/berita/2013/09/buat-kilang-minyak-pertamina-akan-respon-tawaran-investasi-irak

***

Tak Punya Kilang Minyak, Dahlan Salahkan Fasilitas Keuangan

JAKARTA – Ketergantungan Indonesia akan impor migas masih cukup besar sehingga menjadi pendorrong terjadinya defisit neraca perdagangan. Oleh karena itu, Komisi VI DPR menilai Indonesia harus memiliki dua refinery atau kilang minyak untuk mengurangi ketergantungan impor.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, saat ini pemerintah memang tengah mengusahakan pembangunan refinery. Namun, yang menjadi persoalan yang belum terselesaikan hingga kini adalah dana.

“Refinery (kilang) memang ada masalah yaitu fasilitas keuangan yang belum selesai,” kata dahlan di Gedung DPR Jakarta, Rabu (18/9/22013) malam.

Oleh karena itu, pembangunan refinery tersebut akan ditangani secera korporasi oleh Pertamina. Pasalnya, saat ini ada tawaran investasi saham patner dari Irak sebesar 20 persen.

Namun, Dahlan mengatakan pertamina tidak akan mampu melakukannya sendiri sehingga membutuhkan kerjasama dengan investor lain. “Sekarang prioritasnya adalah memfollow up tawaran dari Irak tersebut, sambil mencari partner investor lain,” papar Dahlan.

Sebelumnya, Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartato mengatakan, Indonesia saat ini banyak mengimpor BBM dari Singapura karena Singapura punya dua kilang dengan kapasitas besar.

Oleh karena itu, dia mengatakan cara mengurangi ketergantungan akan impor migas yang dilakukan oleh perusahan BUMN adalah membangun refinery atau kilang minyak. Erlangga menilai, dengan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) yang dimiliki Indonesia saat ini sebesar USD3.400 membangun refeinery bukan sesuatu yang sulit.

“GDP per kapita kita saat ini USD3.400. Kami dapat kesan untuk membangun refinery dibutuhkan insentif. Melihat GDP kita, pembangunan refinary bukan hal yang susah dilakukan. Kita, paling tidak harus punya dua refinery untuk mengurangi ketergantungan pada impor,” tuturnya. (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2013/09/19/19/868410/tak-punya-kilang-minyak-dahlan-salahkan-faslitas-keuangan

***

Dahlan Akui Indonesia Telat Bangun Kilang Minyak

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui pembangunan kilang minyak (refinary) sudah sangat terlambat, meski sampai hari ini upaya untuk mencari investornya masih terus dilakukan.

“Sudah telat (kalau bangun 2014), harusnya tahun ini,” kata Dahlan ditemui usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di gedung parlemen, Jakarta, Rabu malam (18/9/2013).

Ia mengatakan, untuk membangun satu kilang minyak diperlukan setidaknya Rp 70 triliun. Idealnya harus dibangun dua kilang minyak agar ketergantungan Indonesia untuk mengolah minyak di luar negeri bisa berkurang.

“Jadi seolah-olah minyak mentah ini mondar-mandir, diekspor keluar (untuk diolah), kemudian impor minyak mentah lagi,” kata Dahlan dalam rapat.

Ketua Komisi VI DPR RI, Airlangga Hartarto, mengatakan, Indonesia merupakan nett importir bagi Singapura. Negeri Singa itu memiliki dua refinary. Ia meminta Dahlan untuk membuat rencana ketahanan energi, terutama untuk Pertamina.

“DPR sudah memutuskan melalui angket yaitu untuk membangun refinary. Dengan GDP 3.400 dollar AS, membangun refinary bukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan. Indonesia butuh minimal dua refinary,” kata Airlangga.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/09/19/0726036/Dahlan.Akui.Indonesia.Telat.Bangun.Kilang.Minyak

Iklan

One Comment to “Buat Kilang Minyak, Pertamina Akan Respon Tawaran Investasi Irak”

  1. Berita kedua, okezone tendensius mengatakan Dahlan menyalahkan…..seolah-olah Pak Dahlan suka menyalahkan. Judulnya bernada negatif, pola pikir orang yang negatif yg berasal dari koran yg berpikir negatif. Cobalah buat judul positif yang dapat meningkatkan semangat pembaca dan mencitrakan koran yang positif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: