5 Jurus Dahlan “Jauhkan” Dolar dari BUMN

“Devisanya sama, tapi bedanya kalau ekspor dilakukan oleh BUMN itu sendiri minimal dolar AS bisa ditempatkan di dalam negeri, sementara kalau dilakukan pihak ketiga kita tidak bisa paksa mereka bawa dolar AS ke dalam negeri,” 

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai perusahaan-perusahaan BUMN merupakan pengguna dolar AS Amerika Serikat (AS) yang paling banyak. Padahal, di tengah pelemahan mata uang Rupiah akhir-akhir ini, penggunaan dolar AS AS harusnya dikurangi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, ada lima hal yang akan dilakukan pihaknya guna menekan penggunaan dolar AS di dalam Perusahaan-perusahaan plat merah .

Pertama, seluruh dolar AS milik BUMN akan ditempatkan di dalam negeri. Kedua, dia menginginkan adanya keputusan agar pertamina bisa melakukan foward dan hedging atau kontrak pembelian BBB untuk mengurangi penggunaan dolar AS.

“Namun, ini memerlukan dukungan dari DPR karena Pertamina kemungkinan bisa menghadapi risiko kerugian dan ketika rugi jangan sampai Pertamina dikriminalisasi dan dianggap merugikan negara,” kata Dahlan dalam Rapat dengan DPR di Gedung DPR Jakarta, Rabu (18/9/2013) malam.

Ketiga, dia tengah merumuskan pembelian atau transaksi yang dilakukan BUMN tidak lagi menggunakan dolar AS.

“Nah ini sedang dirumuskan transaksinya dilakukan antar sesama BUMN, sehingga ketika mau membeli produk dari BUMN lain ini akan kita bicarakan bagaimana lagi tidak menggunakan dolar AS, kecuali ada beberapa hal tertentu yang mengharuskan pakai dolar AS. Misalnya, PLN beli BBM, pupuk beli gas,” kata dia.

Keempat, merumuskan transaksi pembelian dolar AS dilakukan antara BUMN penghasil dolar AS dengan yang membutuhkan dolar AS. sebab Selama ini, masing-masing BUMN menjual dan mencari dolar AS di pasar sehingga menimbulkan tekanan terhadap nilai tukar.

“Selama ini kalau BUMN mau jual dolar AS jualannya di pasar, kalau ada yang butuh dolar AS nyarinya di pasar. Ini menimbulkan tekanan nilai tukar. Ini akan disinkronkan, nanti ada pengaturan pada rate berapa BUMN menjual ke BUMN pembeli dolar AS, akan kita carikan payung hukumnya. Sementara gejolak ini terjadi diizinkan penggunaan dolar AS dalam rate tertentu,” Tambahnya.

Kelima, dia mengimbau ekspor CPO yang dilakukan perusahaan Kelapa Sawit milik BUMN tidak lagi melibatkan pihak ketiga, tetapi langsung dilakukan sendiri oleh perusahaan tersebut sehingga dolar AS yang dihasilkan bisa langsung di bawa ke dalam negeri.

“Sekarang kami perintahkan bahwa BUMN harus ekspor CPO sendiri. Dari skala negara tidak ada bedanya kalau di ekspor sendiri atau dengan melibatkan pihak ketiga,” katanya.

“Devisanya sama, tapi bedanya kalau ekspor dilakukan oleh BUMN itu sendiri minimal dolar AS bisa ditempatkan di dalam negeri, sementara kalau dilakukan pihak ketiga kita tidak bisa paksa mereka bawa dolar AS ke dalam negeri,” tukas Dahlan. ()

http://economy.okezone.com/read/2013/09/19/320/868407/5-jurus-dahlan-jauhkan-dolar-dari-bumn

***

BUMN Wajib Bertransaksi Pakai Rupiah

BUMN Wajib Bertransaksi Pakai Rupiah

Langkah ini diambil guna mendukung empat paket kebijakan pemerintah, yang salah satu tujuannya untuk menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Misalnya PLN beli gas milik PGN atau Pertamina dalam dolar AS, akan bicarakan tidak lagi dalam dolar kecuali ada komposisi tertentu yang harus dalam dolar. Juga PLN beli batu bara dari PTBA, kenapa pakai dolar, juga pupuk indoensia ketika bali gas dari PGN atau Pertamina,” kata Dahlan di Jakarta, seperti yang ditulis Kamis (19/9/2013).

Untuk memperkecil transkasi menggunakan dolar AS, lanjut dia, Pertamina juga telah menggunakan sistem forward and hedging, sistem ini akan diterapkan dalam proses transaksi prembelian bahan bakar minyak (BBM).

“Dolar BUMN sudah ditempatkan di dalam negeri, ini sudah firm. Ada keputusan kalau Pertamina bisa membeli BBM impor dengan forward dan hedging maka tekanan keperluan dolar bisa turun,” ungkapnya.

Untuk menerapkan sistem tersebut, menurut dia, perlu dukungan DPR dan instansi bidang hukum, karena bisa saja ketika sistem hedging diterapkan belum tentu untung dan bisa saja rugi.

“Jangan sampai merugikan keuangan negara dan Pertamina tidak dipersalahkan di kemudian hari,” ujar Dahlan. (Pew/Ndw)

http://bisnis.liputan6.com/read/696929/bumn-wajib-bertransaksi-pakai-rupiah

Iklan

One Comment to “5 Jurus Dahlan “Jauhkan” Dolar dari BUMN”

  1. Sikap nasionalisme dan keberpihakan Menteri BUMN Dahlan Iskan kepada bangsa dan negara sangat jelas. Sementara pejabat dan politisi di negara terkorup di dunia ini, baru dalam wacana. Mungkin mantan Dirut PLN ini satu-satunya pejabat tinggi negara yang tidak punya simpanan dolar atau valuta asing lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: