DPR: Beli Peternakan Sapi di Australia Kebijakan “Ngawur”

“Ini kebijakan ngawur. Model menteri kayak begini masih dipertahankan,” 

Viva Yoga Mauladi

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, membeli lahan seluas 1 juta hektar sebagai lahan peternakan sapi di Australia mendapat reaksi keras dari anggota Komisi IV DPR RI itu Viva Yoga Mauladi.

“Ini kebijakan ngawur. Model menteri kayak begini masih dipertahankan,” katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Politisi Partai Amanat Nasional ini menilai rencana Dahlan merupakan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat Indonesia. “Pertama, kenapa tidak memanfaatkan lahan produktif yang masih tidur untuk diberdayakan. Kedua, kenapa tidak melibatkan petani peternak di Indonesia,” kata dia kepada Kompas.com, usai diskusi.

Ketiga, lanjutnya, dengan membuat peternakan di Australia, tentu yang menjadi tenaga kerjanya warga setempat, bukan tenaga kerja Indonesia.

Yoga menilai kebijakan tersebut tidak melindungi dan memberdayakan petani. Dahlan sebagai Menteri BUMN seharusnya tidak melihat partial suatu kebijakan dari sisi ekonomi saja. Namun, perlu diperhatikan rembesan atau trickle down effect pada petani peternak dan penyerapan tenaga kerja.

“Saya usulkan Presiden SBY menolak rencana pembelian tanah 1 juta hektar di Australia untuk bangun peternakan di sana,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Dahlan berencana mengembangbiakkan sapi di Australia. Di sana, menurutnya, biaya melahirkan sapi lebih murah lima kali lipat daripada di Indonesia. Dari segi kesehatan juga lebih baik, lantaran kemungkinan kecil terjadi inses.

Sementara itu, biaya penggemukan sapi Indonesia lebih murah tiga kali dibanding di Australia. Rencananya, sapi-sapi yang sudah dilahirkan di peternakan di Australia akan digemukkan di feed lotter di Indonesia.

http://indonesiarayanews.com/news/politik-keamanan/05-23-2013-16-00/pan-klarifikasi-politikus-tewas-di-sultra

 

***

Dituding “Ngawur” karena Beli Peternakan di Australia, Dahlan: Ha-ha-ha…

KOMPAS.com — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan enggan menanggapi reaksi dari anggota Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, yang mengatakan keputusannya membeli lahan peternakan sapi di Australia adalah ngawur.

“He-he-he…,” Dahlan tertawa saat ditanya soal penilaian ngawur itu, Rabu (18/9/2013). Ide Dahlan membeli 1 juta hektar lahan peternakan dinilai tak memberdayakan peternak lokal dan tidak berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dalam negeri.

Ketika dikonfirmasi soal itu, mantan Direktur Utama PLN itu kembali menertawakan dengan lebih keras. “Ha-ha-ha….” Bahkan ketika ditanyakan soal pertimbangan apa yang membuatnya berencana berekspansi lahan peternakan ke Australia, reaksi Dahlan tetap sama, tertawa.

Sebelumnya, Selasa (17/9/2013), Yoga menunjukkan reaksi keras atas ide Dahlan. Menurutnya, masih banyak lahan yang bisa diberdayakan di Indonesia. Daripada memberdayakan tenaga kerja Australia, Dahlan lebih baik memberdayakan tenaga kerja dalam negeri.

Ide Dahlan juga tidak memberikan dampak pada sektor riil. “Ini kebijakan ngawur. Menteri model kayak begini masih dipertahankan,” kata Yoga di Rumah Gagasan PAN 14, Selasa.

“Saya usulkan Presiden SBY menolak rencana pembelian tanah 1 juta hektar di Australia untuk bangun peternakan di sana,” katanya.

kompas.com

Iklan

7 Komentar to “DPR: Beli Peternakan Sapi di Australia Kebijakan “Ngawur””

  1. Viva, tampangnya aja tampang orang gak bener….MODEL dHEWAN gini MASIH DIPERTAHANKAN…..hiyyyy…..dasar…..wacana doang bisanya, jadi pelaku dong……saya menghimbau RAKYAT utk jangan memilih hewan kayak gini, baiknya dikandangin aja….
    Rakyat pasti percaya sama dahlan iskan, dibanding sama orang model Viva dHewan gini…..

  2. KOMPORRRRRRRRRR……KOMPORRRRRRRRRRRRRR. Jangan terpengaruh tuh yg bikin/nulis beritanya yg tipe gini cuman kompas doang, KADANG BERITANYA ASLINYA GAK KAYA GITU MAKSUD DAN TUJUANYA TAPI DIBUAT2….. SEOLAH2 BEGITU… gak usah ngaruh.lagian siapa yah viva yoga tuh setahuku ya sekelas viva news.beritanya kaya bakriiiiii…ya tentu masih mending vivanya bakri daripada viva yoga………TERSERAH LUUU YOGA..LIHAT MUKELO KAYA KEB………OOOO.NGOMONG YA TERSERAH MULUTMU TOH.CUMA INGAT2 AJA OMONGAT ITU MENCERMINKAN KWALITAS ORANGNYA………MAKIN NGOMONG KAYA GITU MAKIN RENDAH AJA KWALITASNYA

  3. Bener sekali itu, ngapain beli hewan sampai ke aussie, di indonesia juga banyak anggota hewan…..

  4. Sesama hewan dilarang saling mendahului….

  5. Tipe Provokator seperti ini baiknya diberi modal untuk menjalankan idenya. Apakah teorinya akan sehebat kata-katanya.
    Adakah nyalinya tetap tegar jika dikritik, atau menyalahkan orang lain untuk membenarkan kegagalannya…..

  6. saya setuju dengan usulan cak eko setiabudi,,coba ksih modal buat menjalankan idenya,,kata orang suroboyo ”ojok ojok isok e ngedabrus tok,,tp gak isok kerjo” hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: