MH94 – Yang Sulit-sulit Bisa, yang Mudah Sulit

Manufacturing Hope 94

MH94

Salah satu yang tersulit dalam memproduksi peralatan berat di bidang listrik adalah membuat trafo 500 kv. Bulan depan Indonesia sudah mampu memproduksinya. Belum banyak negara yang mampu membuat alat jenis itu. Di seluruh ASEAN baru Indonesia yang mampu.

Maka Indonesia bisa segera masuk peta dunia yang memiliki prestasi teknologi kelistrikan.

Memang bukan BUMN yang mengerjakannya, tapi BUMN yang merangsangnya. Tiga tahun lalu Indonesia baru bisa memproduksi trafo 20 kv. Saya, yang ketika itu mulai menjabat Dirut PLN segera minta agar pabrik trafo tersebut segera meningkatkan kemampuan untuk memproduksi trafo 150 kv.

Tahun lalu Indonesia naik kelas lagi dengan memproduksi trafo 275 kv. Menjelang mengakhiri masa tugas di PLN saya minta ada produsen yang menjadi pelopor membuat trafo 500 kv. Permintaan saya itu ternyata direspons sungguh-sungguh oleh PT CG Power Bogor. Bulan depan lahirlah trafo 500 kv made in Indonesia.

Sebuah trafo 500 kv harganya sekitar Rp 40 miliar. Bahkan sebelum saya menjadi Dirut PLN harga sebuah trafo jenis itu mencapai Rp 120 miliar. Dunia kelistrikan heboh. Pertanyaan sering diajukan kepada saya: bagaimana bisa membuat harga sebuah trafo turun drastis seperti itu?

Caranya gampang. Sebagai orang yang dulunya sering ke luar negeri, saya tahu berapa harga trafo sejenis di sana. Nur Pamudji, direksi PLN yang paling muda (sekarang Dirut PLN) bahkan langsung membandingkannya dengan harga trafo di Vietnam. Tiap hari kami membicarakan mengapa harga trafo di Indonesia begitu mahal. Akhirnya ketemu: sistem tendernya yang membuat mahal.

Maka begitu sistem tendernya diubah harga trafo langsung anjlok: tinggal 30 persennya!

Sejak itu direksi PLN rajin mengubah sistem pembelian. Termasuk sistem pembelian yang pro produksi dalam negeri. Alat seperti kWh meter (meteran), kabel, trafo 20 kv, dan seterusnya disistemkan harus produksi dalam negeri. Caranya: dalam tender memang sudah disebutkan harus produksi dalam negeri.

Saya pun sering menerima laporan yang sangat menggembirakan: pabrik-pabrik travo, kWh meter, kabel, dan seterusnya kewalahan. Mereka sibuk sekali memenuhi order. Sampai-sampai harus kerja tujuh hari seminggu.

Kebijakan seperti itu terus dilakukan di PLN. Saya tentu ingin seluruh BUMN memiliki kebijakan pembelian yang mengutamakan produksi dalam negeri. Hal itu bisa ditempuh dengan cara membuat sistem tendernya memang mensyaratkan itu.

Bagaimana kalau di dalam negeri produsennya hanya satu? Bukankah akan lebih mahal? Karena tanpa pesaing?

Ada cara yang bisa dilakukan. Yakni sistem cost-plus atau cost-plus-plus. Pabrik tersebut harus mau diaudit mengenai struktur biaya produksinya. Lalu diperiksa harga-harga bahan bakunya. Harga bahan baku tidak bisa di-mark up. Produsen memang pandai tapi kita tidak boleh bodoh. Itulah prinsipnya.

Jangan memberi peluang pemasok menyembunyikan harga pokok. Dengan demikian kita akan tahu berapa harga beli yang wajar.

Kita ini sebenarnya tidak bodoh, tapi sogok-menyogoklah yang sering membuat orang pandai tiba-tiba bodoh. Lemahnya pembelaan terhadap produksi nasional sering kali bukan karena kebijakan yang salah, tapi lebih karena “kebodohan-kebodohan mendadak” seperti itu.

Mestinya kita juga bisa berbuat banyak dalam hal hand phone (HP), misalnya. Semua pihak tahu bahwa saat ini terlalu banyak HP ilegal. Pak Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan, sering menyebut lebih 70 juta HP ilegal. Bahkan HP yang ada di Indonesia boleh dikata hampir 100 persen impor.

Kalau saja semua HP itu legal negara bisa memperoleh tambahan dana sedikitnya Rp 30 triliun setahun.

Saya sependapat dengan Pak Gita. Tapi untuk bisa memproduksi HP di dalam negeri tidak mudah. Bukan soal teknologinya tapi perlakuan pajaknya. BUMN seperti PT Inti pernah berusaha keras memproduksi HP tapi selalu kalah harga. Untuk impor suku cadang HP dikenakan pajak. Tapi impor HP secara utuh tidak dikenakan pajak.

Kalau Indonesia bisa membuat trafo 500 kv, apalah sulitnya membuat HP.

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

12 Komentar to “MH94 – Yang Sulit-sulit Bisa, yang Mudah Sulit”

  1. perlu kerja ekstra keras para relawan DI, untuk mengenalkan gagasan-gagasan pak dahlan ke seluruh negeri, yg langsung to the point itu,segenap inti sari ilmu timteng, china dan jawa kiranya perlu berkolaborasi agar supaya dahlan iskan dapat dikenal dan segera dicintai rakyat yg rindu perubahan terutama kesejahteraan ekonomi yg mandiri

  2. seandainya nabi kidhir as masih menerima murid, saya membayangkan dan berdo’a semoga dahlan iskan diterima sebagai murid beliau, tentu ini lebih berharga dari wangsit siliwangi atau ramalan kitab musasar jayabaya

  3. Luar biasa. Kalau saja seluruh komponen bangsa ini lebih berpihak kepada produk dalam negeri, seperti ditunjukkan Menteri BUMN Dahlan Iskan, bisa dipastikan bangsa ini tidak bergantung kepada barang-barang buatan asing.
    Harga travo listrik 500kva yang semula harganya Rp 120 milyar, setelah jadi Dirut PLN, Dahlan Iskan (saat itu) harganya bisa ditekan jadi Rp 40 milyar, karena berbagai komponen penunjangnya harus menggunakan produk dalam negeri.
    Ini fakta, bahwa semasa menjadi Dirut PLN, dia berusaha menekan berbagai biaya sekecil mungkin. Masih adakah pejabat di negara ini berusaha menekan biaya anggarannya? Kayaknya tidak ada, karena semakin besar anggarannya, semakin besar juga yang bisa digarongnya. Inilah wajah pejabat dan politisi kita pada umumnya. Dalam otak mereka yang ada, hanya berapa trilyun dana yang bisa digarong dari anggaran kementeriannya. Menyedihkan….

  4. OOOOOOAAAAAALLLLAAAAHHHHHHHHH Begitalah cara membodohi rakyat sendiri SANGAT LUAR BIASA, DATA/INFO ITU SANGAT VALID GAK BO’ONG Sungguh negeri ini spt bangsa YAHUDI YG NAKAL, maaf bro org yahudi yg baik banyak bro, cuma yg jadi panutan org indo, yahudi yg nakal. He3x mereka PINTARNYA UNTUK MEMBODOHI TEMAN2NYA. Seandainya…..oh seandainya…….para pembodoh itu bs disikat separo saja,indo dah makmur apalagi bs di sikat sampe 80% indonesia jaya bro. para pembodoh itu saya yakin tempat persembunyianya di birokrat, pelaku politikus dan sejenisnya. moga2 sadar diri bro mereka. KPK ksana aja bro

  5. Maaf kalau saya membandingkan prestasi Pak DI dengan Jokowi. Rasanya jauh sekali ya. Sama Bu Risma Trimaharani Wali Kota Surabaya saja, Jokowi masih kalah jauh. Silahkan buktikan sendiri. Surabaya itu kinclong-kinclong hasil tangan dingin Risma, tanpa banyak publikasi. Heran juga dulu kok bisa jadi wali kota terbaik di dunia ya? Tetapi memang Jokowi didesain menjadi media darling.

    • Pak Jokowi / teamnya punya konsultan politik utk memaintain namanya. Salah satunya polmark Pak Eep yg sukses membranding gub Jabar yg sukses meski partai pengusungnya sedang d hantam prahara

  6. Mendukung Abah Dahlan Iskan menjadi Preside RI 2014

  7. Vote DI for RI 1 lah …

  8. dukung abah jadi RI 1

  9. Vote Dahlan Iskan for RI-1
    DEMI INDONESIA…..

  10. Bukan saya menyanjung Pak Dahlan, namun memang kenyataannya Pak Dahlan Iskan sangat pantas menjadi presiden. Beliau tidak hanya kaya gagasan dalam tataran ide, namun terbukti inovatif dan mampu memwujudkannya. Semoga Allah Swt memberikan kemudahan kepada Pak Dahlan Iskan menjadi RI-1

  11. Kepada Yth : Bapak/Ibu,Saudara2ku sebangsa dan tanah air, bahwa Pemilu 2014 Jangan Salah Pilih Pemimpin,karena masa waktu bangsa ini jelang 2020 hanya 5 tahun oleh sebab itu kita perlu Presidennya yang mampu bekerja ,bekerja,bekerja seperti Dahlan Iskan,Insyaallah Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bisa mensejahterakan rakyatnya dari Sabang hingga Merauke sebab,Presidennya Amanah,Siddiq,Tabliq,dan Fatanah,Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: