Serba serbi Konvensi Demokrat

DAHLAN-KONVENSI-PD

Dahlan Iskan: Ini Ujung Pengabdian Saya

Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan keikutsertaannya dalam konvensi capres Demokrat adalah sebagai bentuk pengabdian dirinya kepada negara. Penerimaan undangan dari komite konvensi pun telah ia diperhitungkan secara matang.

“Toh umur sudah tua, track record sudah saya buat, ini ujung pengabdian saya. Beda pertimbangan ketika saya masih muda. Berbuat atau tidak berbuat,” jelasnya dalam jumpa pers sebelum deklarasi peserta konvensi di Hotel Sahid Jakarta, Minggu (15/9) malam.

Menteri yang kinerjanya pernah dinilai terbaik ini mengaku siap memenangkan konvensi capres Partai Demokrat. Terbukti dengan elektabilitas dirinya yang cukup tinggi di antara para peserta lainnya.

“Saya siap dengan berbagai skenario, kalau tidak siapkan berbagai skenario itu tidak bahagia. Kalau suatu saat ditakdirkan (jadi capres) partai ya siap,” katanya.

Kendati begitu, Dahlan enggan berandai-andai apabila nantinya terpilih menjadi presiden dari Partai Demokrat pada Pemilu 2014.

“Masih terlalu jauh, saya masih konsentrasi mengikuti proses konvensi ini. Semua masih jauh itu,” kilah menteri kelahiran Takeran, Magetan ini. (man/medcen/ndy)

sumeks.co.id

***

Bersaing dengan Calon Peserta Konvensi PD, Dahlan Iskan Merendah

peserta-konvensi-calon-presiden-partai-demokrat-menandatangani-komitmen-siap-_130916160627-178

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan angkat bicara soal partai politik (parpol). Menurutnya, Indonesia harus mempunyai parpol menengah yang kuat.

“Saya percaya partai apa saja sepanjang tujuannya baik. Sejak reformasi saya inginkan Indonesia ada partai tengah yang kuat,” kata Dahlan di Jakarta, Minggu (15/9).

Dia menambahkan, berdemokrasi tidak bisa tanpa parpol.

“Indonesia besar dan beraneka ragam. Tentu saat ini kita punya partai tengah. Sayangnya belum ada yang dominan. Ke depan harus ada,” imbuh salah satu peserta konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat (PD) ini.

Dia mengaku hanya PD yang menampungnya sebagai capres melalui konvensi.

“Kebetulan hanya Demokrat yang nampung,” ucapnya.

Pada bagian lain, Dahlan berjanji tidak akan memanfaatkan jaringan Jawa Pos Grup. Pasalnya, Dahlan tidak ingin mengorbankan bisnis media hanya untuk kepentingan jangka pendek.

Dahlan tidak mempermasalahkan jika tidak terpilih sebagai pemenang konvensi.

“Enggak apa-apa kalau memang tidak terpilih,” ujar pendiri Jawa Pos Grup ini.

Ditanya soal kelebihannya dari peserta konvensi lainnya, Dahlan merendah.

“Di antara 10 peserta, malah justru saya yang paling lemah. Saya hanya tamatan SMA, pernah kuliah tapi DO (drop out),” tandasnya.

beritasatu.com

***

Utamakan Tugas Menteri, Dahlan Iskan Telat ke Acara Konvensi

JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan datang terlambat saat acara jumpa pers Komite Konvensi Capres Partai Demokrat di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu, (15/9). Begitu tiba, Dahlan yang selalu setia mengenakan kemeja putih itu langsung meminta maaf atas keterlambatannya.

Ketika sejumlah jurnalis mengaku kecewa atas keterlambatan itu, Dahlan kembali mengucapkan maaf. Mantan Dirut PLN itu pun membeber penyebab keterlambatannya, yakni karena ada pekerjaannya sebagai Menteri BUMN yang tidak bisa ditinggal begitu saja.

“Saya minta maaf karena saya baru dari Bali mengikuti rapat untuk persiapan APEC. Wajar jika anda kecewa. Tapi saya sudah menyatakan berkali-kali bahwa saya memang mengutamakan pekerjaan saya. Jadi maaf, ini saya terlambat karena saya mengutamakan tugas pokok saya,” tutur Dahlan sambil tersenyum.

Dahlan bahkan mengaku tak mempersoalkan andai didiskualifikasi dari ajang konvensi capres akibat keterlambatannya itu. “Saya terima jika demikian, karena saya memang terlambat karena kerja,” ucap mantan jurnalis itu.

Dalam jumpa pers itu, Dahlan enggan menyampaikan visi misinya. Ia memilih untuk menyampaikannya pada pukul 19.00. Ia tidak ingin waktu jumpa persnya yang terlambat mengganggu jadwal yang sudah ditentukan panitia konvensi. “Saya sampaikan nanti saja di dalam,” tutur Dahlan. (flo/jpnn).

jpnn.com

***

Deklarasi Konvensi, Dahlan Iskan Berterimakasih pada Istri

Istri Dahlan iskan

JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan adalah satu dari 11 peserta Konvensi Partai Demokrat yang mendapat kesempatan memaparkan visi dan misinya sebagai capres. Berbeda dengan para kandidat capres lain, saat membuka pemaparannya Dahlan justru memulai dengan mengucapkan terima kasih pada istrinya Nafsiah Sabri.

“Pertama saya ucapkan terimakasih pada istri saya. Karena dulu istri saya yang paling menentang saya jadi orang pemerintahan,” tutur Dahlan di Ballroom Hotele Grand Sahid, Jakarta, Minggu malam, (15/9). Pernyataan Dahlan itu langsung disambut tawa semua peserta yang hadir.

Menurut Dahlan saat akan memasuki pemerintahan, istrinya menakut-nakutinya bahwa ia akan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setiap kali ada pejabat pemerintah ditangkap, Dahlan mengaku terus diingatkan istrinya.

“Kata istri saya nanti kamu seperti itu. Istri saya bilang, untuk apa hidup udah makmur, punya anak sukses, cucu yang lucu kenapa mau di pemerintahan. Tapi akhirnya saya tetap masuk di pemerintahan,” ungkapnya.

Dahlan pun akhirnya tetap menerima tawaran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Direktur PLN dan Menteri BUMN hingga saat ini. Menurutnya itu terjadi karena dukungan yang diberikan Nafsiah meski di awal menentang.

“Sekarang juga istri saya pakai jilbab biru, mungkin pertanda. Saya juga ingin lanjutkan apa yang sudah dilakukan Bapak Presiden SBY,” tandas Dahlan. (flo/jpnn)

jpnn.com

***

Jika Jadi Presiden, Dahlan Bakal Miskinkan Koruptor

dahlan-konvensi-130916-a

Liputan6.com, Jakarta : Menteri BUMN sekaligus peserta Konvensi Capres Partai Demokrat, Dahlan Iskan berjanji akan menindak tegas para koruptor jika terpilih sebagai presiden pada Pilpres 2014 mendatang. Tidak hanya memenjarakan koruptor, dia juga berjanji akan memiskinkan mereka dengan jeratan hukuman perdata.

“Kalau saya jadi presiden maka koruptor akan saya tuntut samapai hukuman perdata,” kata Dahlan saat memaparkan visi-misinya sebagai peserta Konvensi capres Partai Demokrat di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (15/9/2013).

“Kita akan buat mereka miskin,” ucap Dahlan

Sontak, tepuk tangan pun bergemuruh menyambut pernyataan Dahlan. Menurutnya, dengan memiskinkan koruptor akan membuat setiap orang berpikir 2 kali sebelum melakukan korupsi.

Dalam kesempatan yang sama, Dahlan pun menyampaikan terima kasih pada istrinya. Sebab, istri tak ingin Dahlan terjerat masalah korupsi dengan menjadi pejabat negara.

“Saya harus terima kasih kepada istri saya. Karena ketika saya diangkat oleh Pak SBY untuk menjadi Dirut PLN dan Menteri BUMN, istri saya selalu melarang saya, dan bahkan kalau ada berita koruptor ditangkap KPK maka istri saya menarik saya ke depan TV dan mengatakan ‘Jangan macem-macem, nanti kamu seperti itu’,” tutur Dahlan.

Namun, kini sang istri tercinta telah memberikan dukungan sepenuhnya untuk mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat. Bahkan, sang istri turut hadir pada acara deklarasi 11 peserta konvensi capres.

http://news.liputan6.com/read/693684/jika-jadi-presiden-dahlan-bakal-miskinkan-koruptor

***

Kerja, kerja, kerja…

Dahlan: Penduduk miskin 90Juta, gak bisa diselesaikan dengan pidato

Dahlan: Penduduk miskin 90Juta, gak bisa diselesaikan dengan pidato - Kerja, kerja, kerja... - Dahlan Iskan menjelang pidato di konvensi Capres: Tidak gampang mencapai apa yang sudah dilakukan Pak SBY, dan kita harus teruskan.
Dahlan: Penduduk miskin 90Juta, gak bisa diselesaikan dengan pidato – Kerja, kerja, kerja… – Dahlan Iskan menjelang pidato di konvensi Capres: Tidak gampang mencapai apa yang sudah dilakukan Pak SBY, dan kita harus teruskan.

Dahlan Iskan menjelang pidato di konvensi Capres: Tidak gampang mencapai apa yang sudah dilakukan Pak SBY, dan kita harus teruskan.
(Foto: Aulia Rachman.)
LENSAINDONESIA.COM: Dahlan Iskan, peserta konvensi Capres Partai Demokrat, menegaskan di depan undangan deklarasi peserta konvensi, bahwa jutaan kemiskinan penduduk Indonesia saat ini tidak bisa diselesaikan dengan ‘cuap-cuap’ politik saja. Tapi, harus diselesaikan dengan kerja keras bersama.

Dahlan berpandangan, pertumbuhan ekonomi masyarakat harus mencapai 6,3 persen per tahun.
Alasannya, karena Indonesia masih menyisahkan masyarakat sangat miskin berjumlah 30 juta orang, dan masyarakat hampir miskin berjumlah sekitar 60 juta orang. Yang berarti total masih ada 90 juta orang miskin.

Baca juga: Kecewa, 11 Capres Demokrat tak punya misi nasionalisasi Migas dan Ramadhan Pohan tanggapi santai Capres konvensi ‘digembosi’ Anas

“Ini tidak bisa diselesaikan dengan pidato, tidak bisa diselesaikan hanya dengan agitasi. Tapi, ini bisa diselesaikan dengan kerja, kerja kerja,” tegas Dahlan dalam orasi politiknya saat menyampaikan visi dan misi sebagai peserta konvensi Capres Demokrat di Hotel Grand Sahid Jakarta, Minggu (15/09/2013).

Ia pun optimitis bisa meneruskan pencapaian yang diraih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karenanya, Dahlan berharap dapat memenangkan konvensi Capres Partai Demokrat.

“Tidak gampang mencapai apa yang sudah dilakukan Pak SBY, dan kita harus teruskan. Tentu dengan berbagai upaya dan dukungan dari berbagai pihak,” kata wartawan yang berhasil mengembangkan lebih seratus media serta melahirkan ribuan wartawan di seluruh Indonesia ini.

Menteri BUMN ini juga berjanji, jika memenangkan konvensi dan terpilih sebagai Presiden periode mendatang, “Akan berusaha keras meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia.” @yuanto

lensaindonesia.com

***

Dahlan Iskan: Negara Ini Terlalu Banyak Impor

Dahlan Iskan saat  visi dan misi peserta sebelum perkenalan dengan para Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Indonesia Jakarta, Minggu (15/9). Deklarasi calon presiden dari Partai Demokrat akan dilaksanakan pada April 2014.--RAKA DENNY/JAWAPOS/JPNN
JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut keadaan ekonomi Indonesia sering bergejolak karena kebiasaan impor yang dilakukan Indonesia sejak 1998. Akibatnya, Indonesia yang tadinya bisa menjadi negara industri kemudian menjadi negara dagang. Lebih banyak menerima barang impor dibanding menghasilkan sendiri.

Hal ini disampaikan Dahlan dalam pemaparan visi dan misinya di hadapan Komite Konvensi, Jakarta, Minggu, (15/9). Dahlan menyebut, sebagai calon presiden ia ingin mengubah pandangan itu.

“Impor lebih gampang daripada ngurus industri. Karena itu segala macam impor. Tidak bisa begini. Dalam 5 tahun ke depan harus diselesaikan. Ubah kembali masyarakat kita jadi masyarakat industri,” tutur Dahlan.

Menurut Dahlan bukan karena kebijakan yang menyebabkan demikian, tapi karena kebiasaan sejak era reformasi yang mengakibatkan Indonesia lupa menjadi negara industri. Ia berharap pemerintah selanjutnya bisa mewujudkan kembali perekonomian yang lebih baik untuk Indonesia.

“Kita ini negara yang besar, kita harus kejar negara besar sehingga kita bisa kalahkan Meksiko dan Spanyol. Spanyol tentu kita tidak bisa kalahkan Barcelona. Masih lama kalau untuk kalahkan. Tapi dalam ekonomi kita bisa, bukan tidak bisa. Ya dengan kerja, kerja, kerja,” tegas Dahlan. (flo/jpnn)

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=191136

***

Dahlan Iskan Ingin Ubah Indonesia Jadi Bangsa Industri

Dahlan Iskan dalam visi dan misinya pada konvensi calon presiden Partai Demokrat menyatakan komitmennya untuk mengubah karakter masyarakat Indonesia dari bangsa pedagang menjadi bangsa industri.

“Kita pernah hampir bisa menjadi masyarakat industri tapi karena mega krisis (pada 1997-1998) bangsa industri kita kembali menjadi bangsa pedagang,” kata Dahlan di Jakarta, Minggu (15/9/2013) malam.

Menteri Badan Usaha Milik Negara yang merupakan peserta konvensi dengan nomor urut 11 itu menilai masyarakat Indonesia meninggalkan karakter bangsa industri yang hampir tercapai karena menjadi pedagang jauh lebih mudah dari pada mengurus pabrik dan berhadapan dengan buruh.

“Impor lebih gampang,” ujarnya.

Ia menyebut besarnya volume impor sebagai salah satu penyebab tidak seimbangnya neraca perdagangan yang mengganggu perekonomian Indonesia beberapa waktu terakhir.

Pada kesempatan itu Dahlan, yang secara khusus berterima kasih atas dukungan istrinya, juga mengemukakan komitmennya pada upaya pemberantasan korupsi.

Sementara itu Ketua Komite Konvensi Partai Demokrat Maftuh Basyuni sebelum memperkenalkan secara resmi 11 peserta konvensi mengatakan bahwa komite konvensi bekerja secara transparan dan tidak diintervensi oleh partai.

Ia juga mengutip kalimat pujangga besar Indonesia Rangga Warsita yang mengatakan bahwa suatu saat nanti akan ada satria piningit yang akan membawa Indonesia pada masa depan yang gemilang. Mantan Menteri Agama di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu berharap satria piningit itu berada di antara 11 peserta konvensi itu,

Konvensi Partai Demokrat diikuti oleh 11 peserta yaitu Ali Masykur Musa, Anies Rasyid Baswedan, Dahlan Iskan, Dino Patti Jalal, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, dan Sinyo Harry Sarundajang.

Acara yang digelar di salah satu hotel berbintang di Jakarta itu dimeriahkan oleh para pendukung masing-masing kandidat yang meramaikan acara tersebut dengan mengusung papan kertas, balon dan bendera untuk menunjukkan dukungannya. [ANT/Irm]

– See more at: http://utama.seruu.com/read/2013/09/16/183097/dahlan-iskan-ingin-ubah-indonesia-jadi-bangsa-industri#sthash.7Yr6hNT2.dpuf

***

Konvensi Demokrat, Relawan Dahlan Iskan Bagi-bagi Buku

dahlaniskan(15)

Liputan6.com, Jakarta : Di sela-sela kesibukan para peserta Konvensi Partai Demokrat sibuk menyampaikan visi dan misi untuk bertarung menjadi Capres dalam Pemilu 2014 mendatang, sejumlah relawan Dahlan Iskan “bergerilya” mempromosikan Menteri BUMN itu. Mereka membagi-bagikan buku tentang profil dan novel yang menceritakan kehidupan Dahlan Iskan.

Pantauan Liputan6.com, Minggu (15/9/2013), relawan Dahlan Iskan membagikan 2 buku berjudul ‘Dahlan Iskan: SIAAAP !’ Karya TB Silalahi dan buku trilogi novel inspirasi Dahlan Iskan berjudul ‘Surat Dahlan’ karya Khrisna Pabichara dan 1 buah CD tentang profil Dahlan Iskan.

“Ini cuma untuk memperkenalkan sosok Pak Dahlan saja sebagai sahabat. Ada 2 buku, kita dengan senang hati membagikannya tidak ada unsur paksaan, 1 lagi CD tentang profil Pak Dahlan,” kata relawan Irwansyah Dalimunte di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (15/9/2013).

Bersama beberapa rekan yang mengenakan kaos bergambar Dahlan Iskan, Irwansyah mengaku bahwa pihaknya tak diperintah dan diinstruksikan oleh Dahlan untuk membagi-bagikan buku dan CD profil sang Menteri BUMN itu.

“Tidak ada instruksi dari Pak Dahlan jadi ini resmi dari para relawan Pak Dahlan Iskan,” tutur Irwansyah.

Partai Demokrat yang mengundang sejumlah tokoh telah melakukan penjaringan dan mengumumkan 11 peserta konvensi malam ini. Ada pun kesebelas peserta konvensi partai berlambang Mercy itu adalah Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Irman Gusman, Marzuki Alie, Pramono Edhie Wibowo, dan Sinyo Haris Sarundajang. (Adi)

liputan6.com

***

Dahlan Iskan Yakin Partai Demokrat Bisa Bangkit Lagi

20130829_dahlan-iskan-mengikuti-konvensi-partai-demokrat_3342
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskanpercaya, Partai Demokrat yang sempat tercemar akibat beberapa anggotanya terlibat kasus korupsi, bisa bangkit lagi di Pemilu 2014.

“Partai Demokrat adalah partai tengah yang kuat, tapi sempat tercemar. Saya percaya masih bisa dibangun dan dikuatkan kembali,” ujar Dahlan Iskan, saat jumpa pers Konvensi Capres Demokrat, Minggu (15/9/2013).

Jika Dahlan menjadi pemenang dalam Konvensi Demokrat dan maju menjadi calon presiden dari Partai Demokrat, ia punya beberapa resep untuk memerkuat partai berlambang Mercy.

“Saya punya beberapa resep khusus ke depannya nanti,” ungkap Dahlan.

Bos Jawa Pos grup pun yakin, akan muncul beberapa partai tengah yang baru setelah pemilu, untuk kesekian kalinya. Dahlan berharap, partai tengah bisa membawa aspriasi hampir seluruh masyarakat Indonesia.

“Saya orang yang kurang puas, kenapa tidak terbentuk partai tengah kuat? Mungkin setelah enam sampai tujuh pemilu, akan ada partai tengah yang kuat,” papar Dahlan. (*)

tribunnews.com

***

Dahlan Iskan dan Anis Baswedan yang Terbaik

“Dahlan dan Anies paling unggul dalam menyampaikan visi dan misi,” kata Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Mercubuana Heri Budianto di Jakarta, Selasa (17/9).

Ia menjelaskan, Dahlan dan Anies unggul dalam dua hal. Pertama, subtansi visi misi yang disampaikan dalam pidato. Kedua, faktor teknis saat menyampaikan pidato, yakni tata bahasa yang digunakan dan mimik.

Dari segi subtansi, kata Heri, Dahlan menyampaikan isu krusial terkait perlunya mengatasi persoalan kemiskinan. “Ini pesan yang mudah dipahami oleh rakyat kita, dan merupakan isu utama mengenai soal-soal kerakyatan,” katanya.

Isu yang disampaikan Dahlan, lanjut Heri, merupakan cerminan sikap dan kinerjanya selama di kabinet. Ketika menjalankan tugas, pria kelahiran Magetan ini kerap turun ke lapangan dan menyapa langsung masyarakat. Karena itu, ia mengetahui persoalan-persoalan kerakyatan. “Ini kekuatan Dahlan yang tidak dimiliki calon lainnya,” kata Heri.

Ia menuturkan, Anies juga menyampaikan subtansi menarik mengenai diperlukannya sumber daya manusia yang handal untuk membawa bangsa Indonesia menuju kemakmuran. Selain itu, kata Heri, Penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini menyatakan diperlukan SDM yang berintegritas untuk mengatasi persoalan tsunami korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini.

“Saya menilai Anies mampu menyampaikan pesan sesuai dengan apa yang dia lakukan selama ini sebagai pendidik dan menyampaikan dengan baik,” kata Heri.

Namun ia menjelaskan, Dahlan dan Anies memiliki suatu perbedaan. Menurut Heri, pesan yang disampaikan Dahlan lebih mudah dipahami publik dari segala tingkatan. Sementara Anies masih terjebak dengan pesan-pesan politik yang hanya bisa dipahami oleh kalangan tertentu.

Meski begitu, Heri menyebut Dahlan dan Anies merupakan tokoh yang bisa menyaingi kandidat capres dari partai lain apabila salah satunya menjadi pemenang konvensi capres Demokrat.

“Menurut saya jika Demokrat ingin diperhitungkan dalam Pemilihan Presiden tahun 2009, maka keduanya memiliki kans besar untuk itu. Tinggal melihat proses konvensi apakah kedua tokoh ini mampu bersaing dengan kandidat lain,” kata Heri. (gil/jpnn)

jpnn.com

***

Pengamat Nilai Dahlan dan Anies Dapat Menangi Konvensi Demokrat

Jakarta, Seruu.com – Pengamat politik Heri Budianto berpendapat, dari 11 kandidat peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat. Hanya ada dua orang yang diyakininya dapat memenangkan pertarungan itu. Yakni, Dahlan Iskan dan Anies Baswedan yang dianggapnya paling unggul dalam menyampaikan visi dan misi capres konvensi Partai Demokrat di Hotel Sahid, Minggu (17/9/2013) kemarin.

Heri menjelaskan, keduanya memiliki keunggulan di dua hal, pertama substansi visi misi yang disampaikan dalam pidato, kemudian yang kedua faktor teknis dalam menyampaikan pidato yakni tata bahasa yang digunakan dan mimik ketika menggunakan intonasi dalam pidato tersebut.

“Saya melihat keduanya memiliki kelebihan dibandingkan dengan kandidat lain,” kata Heri saat dihubungi wartawan, Selasa (17/9/2013).

Dia mencontohkan seperti Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam pemaparannya menyoroti substansi soal pentingnya Indonesia mempertahankan dan meneruskan apa yang sudah dicapai oleh Presiden SBY dan perlunya mengatasi persoalan kemiskinan.

Isu tersebut menurutnya, merupakan isu yang sangat krusial soal bangsa Indonesia yakni kemiskinan. Ini merupakan pesan yang mudah dipahami oleh rakyat kita, dan merupakan isu utama mengenai soal-soal kerakyatan.

“Penekannya yang menyatakan bahwa soal kemiskinan hanya bisa dikerjakan dengan “kerja kerja kerja” merupakan keunggulan Dahlan,” ujar Heri.

Dia berpendapat jika pesan politik Dahlan sebenarnya bisa dikemas lebih merakyak seperti “blusukannya Jokowi”. Apabila bisa dikemas dengan tagline lebih merakyat, maka Dahlan akan bisa bersaing dengan Jokowi meraih simpati rakyat, khususnya rakyat kecil.

Menurutnya apa yang disampaikan Dahlan merupakan cerminan sikap dan kinerja Dahlan selama di kabinet. Dahlan kerap turun ke lapangan dan menyapa langsung rakyat dan bersentuhan dengan persoalan-persoalan kerakyatan.

“Ini kekuatan Dahlan yang tidak dimiliki calon lainnya,” katanya.

Meski begitu, lanjut dia ada yang berbeda antara Dahlan dan Anies yakni dimana pesan-pesan Dahlan lebih mudah dicerna dan lebih mudah dipahami oleh publik dari segala tingkatan, sementara Anies masih terkukungkung dengan pesan-pesan politik yang bisa dipahami oleh kalangan tertentu.

“Saya kira kedua tokoh inilah yang bisa menyaingi kandidat capres dari partai-partai lain jika salah satunya memenangkan capres partai demokrat via konvensi,” ucapnya.

Lebih jauh Heri menegaskan jika Demokrat ingin diperhitungkan dalam Pilpres 2009, maka keduanya memiliki kans besar untuk itu.

“Tinggal lagi proses konvensi apakah kedua tokoh ini mampu bersaing dengan kandidat lain,” tandas Pakar Komunikasi dan Politik Universitas Mercu Buana ini. [wishnu]

seruu.com

***

Pidato Lengkap Dahlan Iskan – Pengenalan Konvensi Partai Demokrat

Assalamualaikum Wr Wb.

Ijinkan pada kesempatan yang sangat baik ini saya mengucapkan terima kasih kepada istri saya karena pada dasarnya istri saya selalu menentang ketika saya menjadi orang pemerintah.

Saat pak SBY minta saya menjadi Dirut PLN dan kemudian menjadi Mentri BUMN istri saya menentang keras.

Istri saya selalu menyampaikan kepada saya dan bahkan kalau lagi ada KPK menangkap orang korupsi istri saya selalu menggeret saya kedepan televisi. “Lihat tuh, nanti kamu seperti itu. Ditangkap di televisi seperti itu.” Istri saya bilang:” Untuk apa, hidup sudah makmur, anak-anak sukses, cucu-cucu lucu-lucu, untuk apa, nanti kamu ditangkep seperti itu.”

Saya akhirnya menyampaikan kepada istri saya bahwa nanti kalau saya jadi presiden koruptor jangan hanya dipidanakan, jangan hanya masuk penjara, tapi harus digugat secara perdata agar harta negara bisa kembali kepada negara. Saya mengucapkan terima kasih kepada istri saya ternyata istri saya ternyata istri saya mendukung bahkan hadir di forum ini lebih dari itu saya lebih kaget lagi karena dia ternyata hari ini menggunakan jilbab biru. Minta berdiri sebentar istri saya. Baik, Terima kasih.

Saya sangat pengin meneruskan apa yang sudah dicapai oleh pak SBY. Tidak gampang mencapai prestasi seperti yang dilakukan Pak SBY. Saya pengin meneruskan itu. Tidak boleh negara ini belok lagi. Tidak boleh. Harus diteruskan. Tentu dengan berbagai perubahan. Dengan berbagai perubahan.

Misalnya kita harus meneruskan ekonomi kita harus tetap tumbuh diatas 6,3 %. Mengapa….??
Ada tiga hal kenapa kita harus tetap tumbuh diatas 6,3%

Pertama, kita masih punya rakyat yang sangat miskin sejumlah sekitar 30 juta orang. 30 juta orang bisa dibilang masih 30 juta orang, bisa dibilang tinggal 30 juta orang. Terserah. Kita masih punya yg hampir miskin 60 juta orang. Berarti total masih sekitar 90 juta orang. Ini tidak bisa diselesaikan dengan pidato, tidak bisa diselesaikan dengan orasi, tidak bisa…. tidak bisa diselesaikan dengan agitasi.
Ini hanya bisa diselesaikan dengan KERJA…KERJA…KERJA…!!!! Kita cari orang yang mau bekerja di negeri ini.

Alasan kedua mengapa kita harus tetap tumbuh diatas 6,3 %. Kita ini negara yang besar, kita harus mengejar negara2 besar. Kalau kita bisa tumbuh diatas 6,3% selama lima tahun berturut-turut, kita bisa mengalahkan Meksiko, kita bisa mengalahkan Spanyol. Kita akan bisa menjadi negara terbesar nomor 9 terbesar didunia. Spanyol yang dulu menjajah kita bisa kita kalahkan ekonominya.

Tentu jangan berharap sepakbolanya mengalahkan Barcelona atau Real Madrid dulu. Itu perlu waktu. Tetapi ekonominya bisa kita kalahkan.Tentu jangan berharap sepakbolanya mengalahkan Barcelona atau Real Madrid dulu. Itu perlu waktu. Tetapi ekonominya bisa kita kalahkan.

Alasan ketiga mengapa kita harus tumbuh diatas 6,3% pertahun. Karena kita ini bisa, bukan tidak ini bisa. Masalahnya kita mau atau tidak mau. Kalau Pemerintah, DPR, Hukum (yudikatif) bersatu, kita bisa melakukan apa saja, seperti pak Dino tadi sampaikan. Itu bisa. Dan dengan demikian kita tinggal satu pertanyaan. Mengapa setiap ekonomi kita tumbuh diatas 6% lima tahun berturut-turut selalu diikuti dengan gejolak ekonomi seperti sekarang ini. Kenapa. Kenapa kalau tumbuh diatas 6 % selama lima tahun berturut-turut selalu terjadi gejolak. 2003, 2008 sekarang. Mengapa?

Karena impor kita terlalu besar.

Kita pernah hampir berhasil menjadi negara industri. Pada akhir pemerintahan bapak Presiden Soeharto. Pada akhir orde baru. Waktu itu kita hampir bisa menjadi masyarakat industri. Tapi karena mega krisis pada tahun 98, bangsa industri kita, para industriawan kita beralih kembali menjadi bangsa pedagang. Dulunya mereka pedagang, kemudian menjadi masyarakat industri. Gara-gara krisis beralih lagi menjadi pedagang. Impor lebih gampang dari pada ngurus pabrik, impor lebih gampang dari pada ngurus buruh. Karena itu segala macam diimpor, segala macam diimpor. Ini bukan soal kebijakan tetapi memang masyarakat kita sejak tahun 98 berubah dari masyarakat industri yang hampir jadi, kembali kepada masyarakat pedagang.

Ini dalam lima tahun kedepan harus diselesaikan. Harus diselesaikan mengubah kembali masyarakat pedagang kita menjadi masyarakat industri. Kebijakan ini harus kita lakukan dalam lima tahun.

Inilah yang bisa saya sampaikan malam ini, tentu saya pingin ngomong hukum, pingin ngomong pendidikan, pingin ngomong idm, tetapi waktu hanya lima menit tentu tidak baik kalau saya menghabiskan waktu itu. Terima kasih,

KERJA… KERJA… KERJA… Demi Indonesia. Terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

***

Dahlan: Konvensi Demokrat Gak ‘Happening’

“Konvensi ini sepertinya nggak happening, ya? Yang happening malah Ruhut Sitompul,”

TEMPO.CO , Jakarta: Peserta Konvensi Partai Demokrat Dahlan Iskan sempat berseloroh prihal pencarian kandidat calon presiden yang diusung Partai Demokrat pada 2014. Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyebut Konvensi Partai Demokrat tak happening.

“Konvensi ini sepertinya nggak happening, ya? Yang happening malah Ruhut Sitompul,” kata Dahlan di lokasi pengambilan gambar untuk acara dialog Soegeng Sarjadi, gedung Wisma Kodel, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2013. Maksudnya, konvensi kalah greget dari penolakan atas Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi Hukum di DPR.

“Ya, belum mulai. Mungkin nanti,” pembawa acara itu, Soegeng Sarjadi, menimpali. Dialog di forum ini bakal ditayangkan oleh stasiun Televisi Republik Indonesia Senin pekan depan.

Setelahnya Dahlan kembali berseloroh. “Tapi ini sudah clear kan dengan TVRI? Ini kan slot TVRI,” ujar dia. “Nggak apa-apa, ini slot saya. Kalau nggak boleh, nanti saya yang keluar dari TVRI,” Soegeng kembali menimpali. “Anda semua di sini kan sebagai panelis saya.”

Forum Pengenalan Capres

www.tempo.co

2 Komentar to “Serba serbi Konvensi Demokrat”

  1. Mengeluh=tidak cerdas

  2. Maju terus pak Dahlan, saya mendukung bapak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: