Dahlan Terima Gelar Profesor dari Malaysia

“Bapak Dahlan mampu menyuntikkan semangat, motivasi dan menjadi inspirasi kepada anak-anak didik di UniMAP untuk berjaya seperti beliau,”  

Dahlan iskan - profesor Malaysia

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menerima gelar profesor tamu dari Universiti Malaysia Perlis hari ini, Jumat, 13 September 2013. “Tawaran seperti ini juga banyak datang ke saya. Mungkin ada hubungan batin dengan UniMAP, jadi saya terima,” kata Dahlan saat ditemui di acara penganugerahan gelar di hotel Mandarin Oriental di Jakarta.

Dahlan menyatakan akan berkunjung ke Malaysia untuk memberikan kuliah umum. “Di sana saya juga ingin ikut melihat komunitasnya, jadi tidak hanya mengajar tapi juga belajar,” katanya.

Oleh UniMAP, Dahlan dikenal mumpuni di dunia pers dengan pengalaman yang dimiliki sebagai Chief Executive Officer Jawa Pos dan Jawa Pos News Network. UniMAP berharap agar Dahlan dapat membagi ilmunya kepada mahasiswa Fakulti Komunikasi Media Baru yang baru dibentuk.

“Kami juga berharap Bapak Dahlan dapat membantu dalam bidang enterpreneurship di UniMAP, terutama dalam mempromosikan produk-produknya,” ujar Canselor UniMAP Syed Faizuddin dalam sambutannya.

RIRIN AGUSTIA

tempo.co

***

Dahlan Iskan Kini Jadi sang Profesor

Dahlan Siap Berhentikan Pejabat SKK Migas Rangkap Jadi Komisaris Dahlan Siap Berhentikan Pejabat SKK Migas Rangkap Jadi Komisaris
Dahlan Iskan Tak Ambil Cuti Walau Ikut Konvensi Capres Dahlan Iskan Tak Ambil Cuti Walau Ikut Konvensi Capres
Liputan6.com, Jakarta : Hari ini nampaknya menjadi hari spesial bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Pasalnya, dia resmi menyandang gelar Profesor Tamu dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP). Kini Dahlan Iskan jadi sang profesor.

Gelar kehormatan ini diberikan secara langsung oleh rektor UniMAP Tuanku Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail.

“Dahlan Iskan sangat besar pengaruhnya di Indonesia sehingga dia menjadi Menteri pertama yang kami anugerahkan gelar tersebut. Dengan berbagai pengalamannya sebagai CEO di sebuah media, beliau merupakan tokoh yang disegani negara ini,” ucap Syed di acara Pengaruniaan dan Pelantikan Gelar Profesor Tamu UniMap di Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Dia menggambarkan sosok Dahlan telah meningkatkan kredibilitasnya, terutama di bidang jurnalistik selama lebih dari 30 tahun.

“Bapak Dahlan diharapkan mampu menyuntikkan semangat, motivasi dan menjadi inspirasi kepada anak-anak didik di UniMAP untuk berjaya seperti beliau,” katanya dengan logat Melayu-Malaysia.

Syed berharap, mantan Direktur Utama PLN ini dapat membantu dalam bidang kewirausahaan di UniMAP terutama mengkomersilkan produk-produk penyelidikan dan mencapai sasaran UniMAP menjadi Universitas terbaik di antara 500 besar di dunia.

“Pelantikan ini diharapkan juga dapat mengeratkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang pendidikan,” pungkas dia. (Ndw/Igw)

http://bisnis.liputan6.com/read/691735/dahlan-iskan-kini-jadi-sang-profesor

***

UniMAP Sasar Jadi 500 Kampus Terbaik di Dunia

JAKARTA – Universiti Perlis Malaysia (UniMAP) menargetkan bisa mencapai sasarannya menjadi 500 kampus terbaik di dunia. Oleh karena itu, pihaknya menganugerahkan gelar Profesor kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Demikian disampaikan Raja Muda Perlis Canselor UniMAP, DYTM Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullail, dalam Watikah Profesor Tamu UniMAP, di Hotel Mandarin, Jakarta, Jumat (13/9/2013).

“Pengalaman luas yang dimiliki Dahlan Iskan diharapkan dapat membantu UniMAP merangkai strategi menggapai sasaran utamanya menjadi 500 kampus terbaik di dunia,” ungkapnya.

Tuanku Syed Faizuddin menyatakan, dengan adanya penganugerahan ini, diharapkan dapat mengeratkan lagi hubungan antara Indonesia dan Malaysia. “Terutama dalam aspek pendidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menerima gelar Profesor dari UniMAP. Pemberian gelar Dahlan Iskan ini karena pengalamannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) di media Jawa Pos. Sehingga menjadikannya sebagai tokoh yang disegani. (ade)

http://kampus.okezone.com/read/2013/09/13/373/865453/unimap-sasar-jadi-500-kampus-terbaik-di-dunia

***

Dahlan Iskan Dianugerahi Gelar Profesor Tamu oleh Universitas Malaysia Perlis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  — Menteri BUMN Dahlan Iskan memperoleh gelar Profesor Tamu dari Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) yang diserahkan Raja Muda Perlis Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullaul Raja Muda Perlis.

Penganugerahan Profesor Tamu digelar di Jakarta, Jumat yang dihadiri Rektor UniMAP Prof. Dr. Kamaruddin Hussin, sejumlah petinggi BUMN, seperti Dirut Pertamina, Jasa Marga, Pupuk Indonesia, Garuda Indonesia, Rajawali Nusantara Indonesia.

Sebelumnya pada Juli 2013, Dahlan juga mendapat gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari IAIN Semarang.

Menurut Rektor UniMAP, Kamaluddin Hussin, pemberian gelar Profesor Tamu kepada Dahlan diberikan karena merupakan tokoh yang disegani dengan pengalaman sebagai pemimpin Jawa Pos Group dan Jawa Pos News Network.

“Sebagai Menteri BUMN, beliau telah meningkatkan kredibilitasnya.Maka atas pengalaman luas dan kepakaran yang dimiliki, maka UniMAP melantiknya sebagai Profesor Tamu di kampus kami,” kata Kamaluddin.

Dengan berbagai pengalaman tersebut, diutarakannya, Dahlan diharapkan dapat berbagi pengalaman kepada UniMAP.

Mulai dari kemampuan Dahlan mengelola media massa yang dapat dikerjasamakan dengan UniMAP, membantu di bidang kewirausahaan, dan komersialisasi produk-produk penelitian UniMAP.

Sebagai Profesor Tamu di UniMAP, Dahlan juga diharapkan mempererat lagi hubungan antara Indonesia dengan Malaysia terutama dalam aspek pendidikan.

Pada kesempatan itu ditayangkan video profile kampus UniMAP yang sedang berkembang dan bertekad masuk dalam 500 universitas terbaik di dunia.

Masa sulit
Selanjutnya video biografi Dahlan Iskan, yang menggambarkan kehidupannya dari masa kecil yang berasal dari keluarga buruh tani.

Pada biografi tersebut dicuplik masa-masa sulit Dahlan Iskan, merantau ke Kalimantan, menjadi wartawan majalah Tempo, membangun perusahaan media cetak.

Hingga selanjutnya dipercaya menjabat Dirut PLN dan menjadi Menteri BUMN yang membawahi 141 perusahaan milik negara.

Secara keseluruhan, biografi Dahlan dibagi dalam lima fase, yaitu Masa Kecil, Masa Membangun Masa Bekerja, Masa Transisi Masa Berbagi, Masa Berbakti Masa Mengabdi, Masa Depan Masa Penuh Tantangan.

Dahlan Iskan dalam sambutannya mengatakan pengangkatan dirinya sebagai Profesor Tamu di UniMAP merupakan suatu kehormatan.

“Perlis merupakan salah satu Negara Bagian Malaysia yang terus berkembang dari sisi ekonomi dan pendidikan,” ujar Dahlan.

Selain itu diutarakan pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini, kesediannya menerima gelar Profesor Tamu di UniMAP juga karena ikatan batin dengan Raja Perlis yang juga merupakan tarekat Sya’bandiah.

“Entah mengapa, sepertinya ada ikatan batin. Padahal undangan dari sejumlah kampus terkemuka cukup banyak, tapi saya milih UniMAP,” tegas Dahlan.

Pada kesempatan itu, Raja Muda Perlis Tuanku Syed Faizuddin Putra Jamalullaul mengatakan, persamaan budaya dan bahasa merupakan kekuatan utama kedua negara dan menjadi nilai tambah yang akan mengukuhkan hubungan di antara negeri serumpun ini.

“Hubungan ini juga sekaligus dapat meningkatkan ekonomi kedua negara kemakmuran rakyat,” ujar Faizuddin.

http://kampus.okezone.com/read/2013/09/13/373/865453/unimap-sasar-jadi-500-kampus-terbaik-di-dunia

***

Dahlan Iskan Dianugerahi Gelar Profesor Tamu dari Universitas Malaysia Perlis

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hari ini (13/9) dianugerahi gelar Profesor Tamu dari Universitas Malaysia Perlis (UniMAP) di Hotel Mandarin, Jakarta. Penghargaan ini langsung diberikan oleh Raja Muda Perlis yang juga merangkap sebagai Canselor UniMAP yakni Tuanku Syed Faizuddin.

Dalam pidatonya, Syed mengaku nama Dahlan sudah tak asing di Indonesia dan Malaysia. Dahlan juga dinilai memiliki citra baik selama ini. “Pak Dahlan itu dinamik dan mengagumkan serta patut jadi contoh yang baik melihat kekuatan dan komitmen pada negara. Pak Dahlan itu hebat, terlebih kinerjanya selama ini,” ujar Syed.

Senada dengan Syed, Rektor UniMAP Professor Kamarudin Hussin juga menilai hal yang sama. Kamarudin mengaku kagum dengan kinerja Dahlan selama ini. “Saya kagum, karena apa yang Pak Dahlan lakukan adalah kerja nyata untuk Indonesia, sehingga Pak Menteri (Dahlan Iskan, red) patut diberikan gelar pofessor tamu ini,” katanya dengan dialek Malaysia.

Dahlan Iskan mengaku bersyukur karena dipercaya mendapatkan gelar sebagai Profesor Tamu. Dahlan juga bangga pada puluhan mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di UniMAP. “Saya mengucapkan terimakasih pada UniMAP, karena telah mengangkat saya sebagai Profesor Tamu. Insyaallah, saya akan mengajar di sana nanti. Saya juga ucapkan selamat pada mahasiswa di Indonesia yang memenangkan berbagai perlombaan di sana. Ini bisa membanggakan bagi Indonesia,” paparnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, bekas Dirut PLN ini juga mengucapkan permohonan maaf karena kemarin malam acara pemberian gelar ini batal dilakukan. “Saya minta maaf karena tiba-tiba semalam ada sidang kabinet terbatas, yang seharusnya penghargaan ini diberikan semalam,” terangnya.

Dalam memberikan gelar Profesor Tamu ini, UniMAP sudah melalui riset selama satu tahun diberbagai media dan buku dan universitas di Indonesia yang bekerja sama dengan UniMAP. Dalam risetnya, nama Menteri BUMN Dahlan Iskan adalah sosok yang patut diberi gelar Profesor Tamu ini.

Saat menerima anugerah tersebut, Dahlan Iskan didampingi istrinya, Nafsiah Sabri yang mengenakan kebaya modern berwarna merah. Tampak hadir beberapa jajaran Direksi BUMN, seperti Dirut Pertamina Karen Agustiawan, Dirut Merpati Asep Eka Nugraha, Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Dirut RNI Ismed Hasan Putro, Dirut PT Hutama Karya (Persero) Tri Widjajanto Joedosastro.(chi/jpnn)

jpnn.com

***

Dahlan Iskan Akan Mengajar Enterpreneur dan Jurnalistik

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan baru saja diberi gelar Profesor Tamu dari Universitas Malaysia Perlis (UniMAP). Setelah diberikan gelar ini, nantinya Dahlan akan bertandang ke UniMAP di Malaysia dan mengajar di sana.

“Jadi Profesor tamu itu nanti mengajar sekali-sekali di sana, tapi tidak tetap di sana. Kayak dosen tamulah, tapi bukan dosen biasa,” tutur Dahlan usai diberi gelar Profesor Tamu di Hotel Mandarin, Jakarta, Jumat (13/9).

Materi yang akan diberikan Dahlan pada mahasiswa di UniMAP merupakan materi yang sudah ia kuasai sebelumnya. “Ngajar entrepreneur dan jurnalistik paling di sana,” terangnya.

Gelar ini bukanlah kali pertama bagi Dahlan, sebelumnya dia mengaku sudah banyak tawaran dari universitas baik di dalam ataupun luar negeri yang berminat memberikan gelar ataupun penghargaan pada Dahlan.

“Sebelumnya banyak yang nawarin, dari Amerika, Eropa juga ada, dari universitas swasta di Indonesia juga ada. Banyak lah, tapi gak semuanya saya iyakan,” akunya.

Saat ditanya mengapa Dahlan mau menerima gelar dari Malaysia ini, dia mengaku tidak tahu persis apa alasannya.

“Ya gak tahu, hati saya bilang begitu. Batin saya mengatakan menerima gelar ini seperti gelar Doctor Honoris Causa dari IAIN Walisongo waktu itu juga begitu,” tutupnya. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=190812

***

OC Kaligis: Dahlan Iskan Pantas Dapat Gelar

JAKARTA – Pengacara senior OC Kaligis mengatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan layak mendapatkan gelar Profesor Tamu dari Universitas Malaysia Perlis (UniMAP). Advokat kondang ini menilai Dahlan punya pengalaman dalam berbisnis dan memiliki pengetahuan manajemen yang baik.

“Pantes sekali, dia punya pengalaman katakan matter of effect dan matter of flow. Dia pantes. Banyak profesor nggak punya pengalaman kayak dia. Ilmu dari matter effectnya,” terang OC saat menghadiri acara pemberian gelar tersebut di Jakarta, Jumat (13/9).

Hal yang sama juga disampaikan Direktur PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro. Kata dia, pengalaman yang dimiliki Dahlan sudah teruji sehingga dengan mantap UniMAP memberikan gelar kehormatan.

“Pastilah sudah, mereka enggak mungkin asal memberikan penghargaan. Selama ini Pak Dahlan memang kerap memberikan kuliah umum di berbagai universitas, baik di Indonesia ataupun di luar negeri dan menularkan semangat kewirausahaan pada mahasiswa,” pungkasnya.

Dalam memberikan gelar Profesor Tamu ini, UniMAP sudah melalui riset selama satu tahun diberbagai media dan buku dan universitas di Indonesia yang bekerja sama dengan UniMAP. Dalam risetnya, nama Menteri BUMN Dahlan Iskan adalah sosok yang patut diberi gelar sebagai Profesor Tamu ini. (chi/jpnn)

jpnn.com

***

Dahlan Iskan: Kami Sama-sama Orang Tarekat

JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku bersyukur karena telah dipercaya Universiti Malaysia Perlis dengan diangkat menjadi profesor tamu. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan UniMAP.

”InsyaAllah saya akan mengajar di sana,” katanya, saat memberi sambutan, usai menerima dokumen penetapan sebagai profesor tamu di UniMAP, dalam acara di Hotel Mandarin, Jakarta, Jumat (13/9).

Anugerah profesor tamu dari perguruan tinggi yang memiliki ratusan mahasiswa asing itu –delapan puluh di antaranya dari Indonesia– melengkapi penghargaan kalangan kampus kepada Dahlan Iskan belakangan ini. Juli lalu, mantan Dirut PLN itu dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa dari IAIN Walisongo, Semarang. Lalu, Rabu (11/9) lalu, dia menerima Anugerah Padjadjaran Utama dari Universitas Padjajaran Bandung.

Dahlan mengaku, selama ini banyak tawaran untuk menjadi guru besar dan mengajar di berbagai perguruan tinggi. Termasuk, di luar negeri. Namun, dari sekian tawaran ini, untuk kali pertama dia memilih menerima tawaran dari UniMAP.

Dia mengaku tidak tahu mengapa yakin dengan tawaran dari universitas yang juga memiliki puluhan dosen asing itu. Namun, setelah menyelidiki, dia mengungkapkan, bisa jadi karena ada hubungan batin antara dirinya dengan jajaran pimpinan UniMAP.

“Ternyata, kami sama-sama penganut tarekat. Jadi sesama orang tarekat itu ada hubungan batin, banyak tawaran sebenarnya (untuk diberikan gelar-red),” paparnya.

Dahlan yang dalam acara itu didampingi istrinya Ny Nafsiah Sabri, juga mengaku kagum dengan sosok raja muda Perlis. Pasalnya kendati Perlis hanya negara bagian kecil dari Malaysia, namun Raja Muda Perlis mempunyai tekad untuk menjadikan Perlis semaju dengan negara bagian lainnya.

“Beliau berpikiran, kalau Malaysia tidak maju-maju mungkin ini karena Perlis (yang tidak maju-maju-red). Seharusnya di era otonomi daerah, kita juga harus mempunyai pemimpin yang seperti itu (pemimpin yang bertekad memajukan daerahnya-red),” kata dia.

Selain itu, menurut Dahlan, Raja Muda Perlis merupakan seorang marketing yang handal karena selain diketahuinya berkampanye mengenai UniMAP setiap berkunjung ke berbagai negara, Raja Perlis bertahun-tahun lamanya juga menjadi eksekutif di Malaysia Airlines.
Satu hal lagi yang membuatnya kagum adalah, sewaktu membangun kampus UniMAP, Raja Perlis menghadapkan semua gedungnya ke arah kiblat dengan pemikiran semuanya diserahkan kepada Yang Di Atas.

“Jadi kita sebagai manusia hanya bisa berusaha maksimal, tapi urusan hasil diserahkan kepada Allah, SWT,” pungkasnya. (sari/medcen/dom)

sumeks.co.id

***

Raja Perlis: Dahlan Iskan Terkenal di Malaysia

JAKARTA – Raja muda Perlis Tuanku Syed Faizudin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail berkali-kali mengungkapkan kekagumannya terhadap Dahlan Iskan. Saat memberi sambutan usai menyerahkan dokumen penetapan gelar profesor tamu bagi Dahlan Iskan di Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Jumat (13/9) itu, raja muda yang sekaligus menjabat canselor (seperti rektor di Indonesia), banyak memuji menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

”Suatu kehormatan bagi kami dapat menjadikan Pak Dahlan sebagai profesor tamu (di UniMAP),” katanya di depan para undangan yang antara lain adalah jajaran direksi dan komisarus BUMN, serta wakil-wakil dari perguruan tinggi di Indonesia itu.

Menurut dia, nama Dahlan Iskan sudah tidak asing lagi di Malaysia. Meski belum pernah bertemu langsung, raja muda yang juga putera mantan Yang Dipertuan Agung Malaysia Tuanku Syed Sirajudin itu, cukup mengenal sosok Dahlan Iskan.

”Apalagi diputar videonya. Dari profil beliau (yang diputar di video) tadi, saya dapat pelajaran yang terpenting adalah bagaimana kita mencapai tujuan,” katanya. Dalam acara itu, antara lain juga diputar video sekilas perjalanan hidup Dahlan Iskan.

Tanpa segan, Tuanku Faizudin mengaku sangat kecil dibandingkan Dahlan Iskan. “Saya merasa amat kecil diberi peluang (berbicara-red) setelah orang yang lebih hebat (Dahlan-red) sudah duluan. Ucapan Pak Dahlan tadi luar biasa. Harusnya saya dulu baru beliau yang hebat terakhir,” paparnya. Ucapan yang dimaksud adalah pidato, dalam bahasa Malaysia. Dalam acara itu, Dahlan Iskan memang lebih dulu menyampaikan pidato sebelum raja muda Perlis itu.

Sebelumnya, wakil canselor UniMAP Brigjen Prof Dato’ Kamarudin Hussin juga menyatakan sangat bangga karena bisa mengukuhkan ”seseorang yang kuat di negeri ini” (istilah Prof Kamarudin untuk Dahlan Iskan). Selain itu, dirinya mengaku kagum atas kinerja Dahlan selama ini yang dinilai nyata.

“Pemilihan beliau menjadi Profesor Tamu diantaranya karena kredibilitasnya dalam bidang keusahawanan, kewartawanan dan juga sains,” katanya. Dahlan Iskan pun diharapkan memberi kuliah di salah satu perguruan tinggi yang masuk katagori bintang lima di Malaysia itu. (sari/medcen/dom)

sumeks.co.id

Iklan

2 Komentar to “Dahlan Terima Gelar Profesor dari Malaysia”

  1. Alhamdulillahh..orang bodoh indonesia yang diberi gelar profesor…maju terus pad DIs…

  2. orang luar banyak yang mengakui dan memuji DI, eh orang dalam negeri sendiri lebih banyak yang menghina dan berusaha menjatuh kan DI.. benar-benar sudah dekat kiamat negeri ini,, pantasan orang hebat yang lahir dinegeri ni banyak yang memilih mengungsi ke luar karena mereka lebih dihargai..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: