Wapres Boediono Minta 2 Menteri Segera Atasi Krisis Listrik di Sumut

“Saya minta kedua menteri segera merumuskan langkah bersama untuk menyelesaikan krisis ini,” 


Jakarta – Wakil Presiden (wapres) Boediono meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan segera mengambil langkah untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara (Sumut).

“Saya minta kedua menteri segera merumuskan langkah bersama untuk menyelesaikan krisis ini,” demikian disampaikan wapres dalam rapat kordinasi kelistrikan di kantor wakil presiden, Jakarta, Rabu (11/9).

Belakangan ini pasokan listrik di Sumatra Utara berkurang sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan industri maupun konsumen. Menurut Dahlan Iskan, kelangkaan listrik ini terjadi karena ada beberapa pembangkit, seperti di Sibolga yang masih menjalani perawatan. Perawatan pembangkit listrik ini menyebabkan terjadinya defisit pasokan listrik hingga 324 megawatt.

Perbaikan tersebut dijadwalkan baru akan selesai dalam tempo tiga bulan. Menteri BUMN juga meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyewa generator pembangkit listrik. Oleh karena itu secara bertahap PLN akan menyewa beberapa pembangkit yang beroperasi bertahap mulai minggu ke dua bulan September dengan kapasitas 430 megawatt (MW).

Sementara itu Menteri ESDM menegaskan bahwa dia sudah menandatangani tambahan alokasi gas sebesar 4 MMSCFD untuk PLN Sumatra Utara.

“Sudah saya tandatangani alokasi gasnya setengah jam yang lalu,” kata Jero.

Dengan tambahan pasokan gas ini maka PLN akan dapat menghidupkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Belawan yang memakai bahan bakar gas.

Wapres juga meminta kedua menteri merumuskan payung kebijakan yang lebih bersifat jangka menengah panjang untuk mencegah krisis terulang kembali di Sumatra Utara. Rapat koordinasi sore tadi juga membahas berbagai masalah pembangunan pembangkit listrik agar tidak mengalami hambatan dan bisa selesai tepat waktu.

Beberapa pembangkit yang prosesnya sudah berjalan itu antara lain pembangkit listrik Nagan Raya yang akan selesai Oktober 2013 dengan kapasitas 110 MW. Pada tahun 2014 mendatang ada beberapa pembangkit baru dengan total kapasitas 690 MW yang dijadwalkan mulai beroperasi.

Pembangkit-pembangkit itu adalah: PLTU Nagan Raya 2 dengan 110 MW pada bulan Februari 2014, PLTU Pangkalan Susu 1 dengan 200 MW pada bulan Maret 2014, PLTU Pangkalan Susu 2 dengan 200 MW pada Mei 2014 serta PLTMG Arun dengan 180 MW pada Desember 2014.

beritasatu.com

 

***

Nasib listrik Sumut di tangan dua menteri

JAKARTA – Krisis listrik yang terjadi di Sumatera Utara belakangan ini nampaknya bakal menemui titik terang. Dua menteri SBY langsung ditunjuk Wakil Presiden Boediono untuk merumuskan penanganan listrik Sumut.

Boediono meminta Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara (Sumut).

“Saya minta kedua menteri segera merumuskan langkah bersama untuk menyelesaikan krisis ini,” kata Wapres Boediono dalam Rapat Koordinasi Kelistrikan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, malam ini.

Rapat itu dilakukan mengingat belakangan ini pasokan listrik di Sumatera Utara berkurang sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan industri maupun konsumen.

Tidak hanya menyelesaikan krisis jangka pendek, Wapres juga meminta kedua menteri merumuskan payung kebijakan yang lebih bersifat jangka menengah panjang untuk mencegah krisis terulang kembali di Sumatra Utara.

Rapat koordinasi itu juga membahas berbagai masalah pembangunan pembangkit listrik agar tidak mengalami hambatan dan dapat selesai tepat waktu.

Beberapa pembangkit yang prosesnya sudah berjalan itu antara lain pembangkit listrik Nagan Raya yang akan selesai Oktober 2013 dengan kapasitas 110 MW. Sedangkan pada 2014 ada beberapa pembangkit baru dengan total kapasitas 690 MW yang dijadwalkan mulai beroperasi.

Sejumlah pembangkit itu adalah PLTU Nagan Raya 2 (110 MW, Februari 2014), PLTU Pangkalan Susu 1 (200 MW, Maret 2014), PLTU Pangkalan Susu 2 (200 MW, Mei 2014), serta PLTMG Arun (180 MW, Desember 2014).

Masih ada lagi pasokan listrik dari panas bumi. Jika pembangunannya lancar, PLTP Sarulla akan mulai beroperasi pada tahun 2016. PLTP Sarulla secara bertahap akan menambah pasokan listrik di Sumatra Utara sebesar 110 MW pada 2016 dan terus meningkat menjadi 220 MW pada 2017.

Dahlan mengatakan kelangkaan listrik ini terjadi karena ada beberapa pembangkit, seperti Sibolga, yang masih menjalani perawatan.

“Perawatan pembangkit ini menimbulkan defisit pasokan listrik di Sumatra Utara sebesar 324 MW,” katanya.

Perbaikan ini dijadwalkan baru selesai dalam tempo tiga bulan atau Desember 2013 dan sebagai langkah urgen mengatasi kekurangan listrik selama masa perbaikan ini, Menteri BUMN sudah meminta PLN menyewa generator pembangkit listrik.

Secara bertahap PLN akan menyewa beberapa pembangkit yang beroperasi bertahap mulai minggu ke dua bulan September hingga nanti mencapai total kapasitas sebesar 430 MW.

Selain Dahlan dan Jero, hadir pada rapat tersebut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendaman Supanji, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, serta para pejabat eselon 1 dari berbagai kementerian dan lembaga.

PT PLN (Persero) dalam pernyataan persnya sebelumnya menyatakan terus berupaya mengatasi permasalahan dibeberapa daerah Sumatera khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau untuk mengatasi pemadaman bergilir.

Senior Manager Humas Korporat Bambang Dwiyanto mengatakan, upaya mengatasi krisis listrik Sumut adalah dengan membeli listrik dari PT Inalum, membeli listrik swasta yang memiliki kelebihan energi listrik dan menyewa genset di Sumbagut sebesar 150 MW akan datang bulan depan.

BUMN ini akan membangun beberapa pembangkit mini gas (PLTMG), akan selesai 2014 dan sosialisasi hemat listrik untuk menekan pertumbuhan.

“Jadi ditargetkan bulan depan pemadaman karena kekurangan pasokan di Sumatera akan jauh berkurang,” ujarnya.

Dikatakan, PT PLN (Persero) mengakui memang saat ini beberapa daerah di Sumatera khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau kondisi pasokan listriknya pas-pasan bahkan di saat tertentu pasokan kurang, sehingga terpaksa dilakukan pengurangan beban atau pemadaman bergilir.

Penyebab kondisi ini memang macam-macam. Namun sebenarnya hal ini adalah puncak dari keterlambatan beberapa proyek PLTU 10.000 megawtt (mw) tahap 1.

waspada.co.id

One Comment to “Wapres Boediono Minta 2 Menteri Segera Atasi Krisis Listrik di Sumut”

  1. Tidak perlu Menteri ESDM Jero Wacik ikut-ikutan mengatasi listrik. Menteri BUMN Dahlan Iskan bisa diyakini bisa mengatasinya. dia udah berpengalaman mengatasi masalah kelistrikan nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: