Ingin RI Swasembada Gula, Dahlan Minta Dana Penelitian Ditambah

“Selama ini saya tidak puas dengan lembaga penelitian yang sendiri-sendiri, itu kan kecil-kecil. Saya ingin yang besar lembaga penelitian gula di Pasuruan, nanti pertanggung jawabannya oleh PT RPN,” 

Liputan6.com, Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengajukan tambahan anggaran terkait biaya penelitian untuk lembaga penelitian gula. Hal itu dilakukan untuk mendukung program swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.

Dahlan berpendapat, tambahan dana penelitian dibutuhkan untuk meningkatkan produksi gula serta menemukan beberapa varietas tanaman tebu yang mampu bertahan dalam kondisi iklim apapun.

“Saya minta biaya anggaran penelitian untuk lembaga penelitian gula dinaikkan dan direalisasikan tahun depan. Selama ini hanya Rp 1 miliar nanti naik menjadi Rp 5 miliar, kenapa? Untuk memperbaiki produksi gula dan menopang petani tebu kita perlu varietas yang bagus,” ungkapnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Dia menjelaskan, akibat kondisi iklim yang dalam satu tahun belakangan didominasi dengan musim penghujan mengakibatkan pendapatan para petani menurun drastis.

“Tahun ini pendapata turun drastis. Setiap 1 hektare (ha) dulu mendapat keuntungan Rp 20 juta, tahun ini kira-kira keuntungan hanya Rp 7 juta sampai Rp 8 juta karena harga gula turun, sehingga petani sekarang mengeluhkan banyaknya gula impor memasuki pasar,”paparnya.

Saat ini pabrik gula masih dimiliki oleh masing masing PT Perkebunan Nusantara (PTPN), namun kedepan Dahlan menginginkan pabrik-pabrik tersebut digabungkan menjadi satu perusahaan besar yang dikelola oleh PT Riset Perkebunan Nusantara

“Selama ini saya tidak puas dengan lembaga penelitian yang sendiri-sendiri, itu kan kecil-kecil. Saya ingin yang besar lembaga penelitian gula di Pasuruan, nanti pertanggung jawabannya oleh PT RPN,” tutur mantan Dirut PLN itu. (Yas/Ndw)

http://bisnis.liputan6.com/read/689077/ingin-ri-swasembada-gula-dahlan-minta-dana-penelitian-ditambah

***

Ingin Petani Tebu Makmur, Dahlan Siapkan Dana Penelitian Rp5 Miliar per Tahun

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan menaikkan dana penelitian gula menjadi Rp 5 miliar per tahun. Peningkatan dana penelitian ini dimaksudkan agar produksi gula di dalam negeri semakin meningkat dan baik mutunya.

“Saya minta anggaran penelitian untuk lembaga penelitian gula dinaikkan tahun depan. Selama ini cuma Rp 1 miliar nanti naik jadi Rp 5 miliar,” ujar Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Selama ini, kata Dahlan, ada beberapa penelitian gula tapi terpisah-pisah, melakukan penelitian sendiri-sendiri. Mereka nantinya disatukan agar lebih fokus.

Nantinya, dana penelitian ini akan diberikan kepada Pusat Penelitian Perkebunan Gula (P3GI). “Saya ingin semua kumpul di Pasuruan dan jadi satu, semua anggaran juga dikumpul jadi satu,” terang Dahlan.

Di samping itu, bekas Dirut PLN ini mengaku prihatin dengan kondisi petani tebu yang produksinya menurun drastis. Maka itu dia juga meminta agar dicarikan cara supaya hasil panen tebu mereka tetap bagus saat masa panen tiba.

“Keuntungan mereka turun terlebih karena musim hujan,” kata Dahlan.

Dikatakan Dahlan, biasanya satu hektar tebu, petani mendapatkan keuntungan sebesar Rp 20 juta, sekarang hanya sebesar Rp 7 juta sampai Rp8 juta.

“Maka itu saya pengen ada varitas yang tahan terhadap hujan. Jadi biarpun kemarau atau basah dropnya tidak begitu jauh. Maka ini juga jadi tantangan untuk para peneliti,” pungkasnya. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2013/09/10/190247/Ingin-Petani-Tebu-Makmur,-Dahlan-Siapkan-Dana-Penelitian-Rp5-Miliar-per-Tahun-

***

Dahlan Tantang Mahasiswa & Ilmuwan Buat Varietas Tebu Terbaik

Ingin RI Swasembada Gula, Dahlan Minta Dana Penelitian Ditambah Ingin RI Swasembada Gula, Dahlan Minta Dana Penelitian Ditambah

“Saya ingin ada varietas baru ini, tantangan juga untuk ilmuwan dan fakultas pertanian. Saya pengen ada yang tahan terhadap hujan, kalau hujan biar nggak drop-lah (kandungan gula),” ungkapnya seperti yang ditulis Rabu (11/9/2013).

Dahlan menjelaskan, tantangan ini diberikan karena pendapatan para petani tebu setahun ini menurun drastis. pemicunya, musim hujan yang panjang mengakibatkan rendemen gula di dalam tanaman tebu berkurang.

Tak hanya itu, Dahlan juga menantang ahli pertanian melahirkan varietas tebu yang mampu ditebang hingga tiga kali tanpa harus menanam ulang.

“Saya juga pengen ada varietas yang mampu ditebang awal, ditebang tengah dan tebang akhir rendemennya tidak beda,” katanya.

Selama ini produk gula terbaik masih berasal adalah gula rafinasi yang diolah menggunakan tempat pengolahan tersendiri. Ke depan, produk gula ini diharapkan bisa diolah di pabrik gula biasa.(Yas/Shd)

http://bisnis.liputan6.com/read/689529/dahlan-tantang-mahasiswa-ilmuwan-buat-varietas-tebu-terbaik

Iklan

One Comment to “Ingin RI Swasembada Gula, Dahlan Minta Dana Penelitian Ditambah”

  1. Mungkin Menteri BUMN Dahlan Iskan perlu menggerakkan PG-PG itu menanam tebu dengan cara penanaman tebu tahun 1970 an, saat PG sendiri yang menanamnya. Mereka menyewa tanah petani lantas menanaminya sendiri tebu-tebu di tanah yang disewanya. Kalau tetap seperti akhir-akhir ini, petani yang menanam tebu, tapi pengawasan dan pembinaannya oleh pihak PG. Ini menyangkut disiplin dan modal serta keseriusan petani dalam penanaman tebu tersebut, kalau sepenuhnya masih akan diserahkan kepada petani.
    Sekedar nostalgia. Dulu bapak saya kerja di PG (Pabrik Gula) De Maas, Besuki, Situbondo, Jatim. Saya lihat, saat itu tahun 1970 an awal, PG De Maas menanam tebu dengan juringan hingga setengah meter, sehingga tebunya besar-besar dan tinggi-tinggi. Untuk pengadaan air, mereka menggunakan mesin air diesel Yanmar yang besar-besar menyedot air dari kali. Sehingga, tebu itu tidak pernah kekurangan air. Tanaman tebu itu pun, selalu dipupuk dengan pupuk yang cukup. Saat daun-daunnya mulai banyak yang kering, langsung dibersihkan, sehingga tanaman tebu itu kelihatan rapi dan bagus. Umur 18 bulan, baru ditebang untuk giling. Hasilnya pun bagus-bagus.
    Sedangkan sekarang, menanam tebu seenaknya. Tanpa pakai juringan, bibit tebu ditancapkan begitu saja. Tidak ada perawatan serius. Batangnya pun kecil-kecil hanya sebesar ibu jari kaki, bahkan ibu jari tangan orang dewasa. Tingginya hanya satu sampai satu setengah meter, dulu dua sampai tiga meter tinggi tebu. Sekarang habis ditebang, tidak ditanam lagi, nunggu tumbuhnya bongkol tebu itu tumbuh anakan baru. Daunnya yang sudah kering dibiarin begitu saja. Jauh sekali bedanya dengan penanaman tebu ketika dilakukan sendiri oleh pihak pabrik gula. Ini tebu tanaman petani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: