Dahlan Iskan Setuju Ibukota Negara Dipindah

“Kemana saja, terserah ahlinya,” 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sependapat dengan gagasan PresidenSusilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal pemindahan ibukota negara Indonesia.

“Kalau saya setuju. Setuju supaya beban Jakarta tidak begitu berat,” kata Dahlan Iskan ketika ditanya pers di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Namun kemana idealnya pemindahan ibukota negara, Dahlan tidak tahu.

“Kemana saja, terserah ahlinya,” kata Dahlan.

Menurut Dahlan, pengalaman pemindahan ibukota negara di berbagai negara ternyata membutuhkan waktu lama diatas 5 tahun.

“Pengalaman dari berbagai negara pemindahan satu ibukota tidak cukup 5 tahun,” kata Dahlan.

Dikatakan pemindahan ibukota negara bukan taggungjawab siapa-siapa, melainkan tangungjawab dari pemerintah satu ke pemerintah berikutnya lagi.

Oleh karena itu, kata dia, harus ada UU yang mengingat antara pemerintah sekarang dengan pemerintah berikutnya.

“Misalnya pemerintah sekarang memprogramkan dan meneruskan pemerintah lanjutnya tidak mau meneruskan, bagaimana,” kata Dahlan.

Dahlan mengatakan banyak negara di dunia yang sukses memindahkan lokasi ibukota negara seperti Malaysia dan Brasil.

tribunnews.com

***

Dahlan Iskan: Ibukota Tak Harus Terkenal

JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan pemilihan ibukota negara tidak perlu dilakukan di lokasi terkenal.

Bahkan sepengetahuan dia, di sejumlah negara di Benua atau Kota Amerika ibukotanya tidak diletakkan di kota-kota terbesar dan terkenal.

“Brazil sukses. Ibukotanya bukan Rio de Janeiro atau Sao Paolo tapi Brazilia. Washington ibukotanya Olympia, padahal orang tahunya yang besar kan Seattle,” katanya menjawab pertanyaan wartawan perihal ide pemindahan Ibukota yang dilontarkan SBY di Gedung Parlemen, Selasa (10/9).

Menurut pria kelahiran Magetan, Jawa Timur ini, pemindahan ibukota di sejumlah negara terbilang cukup sukses, di antaranya yakni Malaysia dimana perekonomiannya lebih merata setelah Ibukota dipindahkan.

“Kalau negara sukses yang bisa dicontoh, banyak. Malaysia sangat sukses, Brazil juga sukses,” paparnya. Malaysia berhasil memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Dahlan Iskan pernah diundang khusus oleh PM Malaysia ‘’menikmati’’ suasana Putrajaya.

Ia mengaku setuju ibukota dipindah untuk mengurangi beban Jakarta agar tidak terlalu berat. Namun, saat ditanya di mana lokasi yang cocok untuk pemindahan ibukota, ia menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada ahlinya.

“Kalau saya setuju, setuju supaya beban Jakarta tidak terlalu berat. Ke mana? Ke mana saja terserah ahli. Ke Riau? Siap,” katanya mengiyakan. (sar/medcen/dom)

sumeks.co.id

***

Dahlan Iskan: Pemindahan Ibukota Butuh Waktu 5 Tahun

“Dipindahkan ke mana saja terserah, saya ikut saja hasilnya karena saya bukan ahlinya soal itu,” tutur Dahlan usai mengelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9).

Meski begitu, Dahlan mewanti-wanti supaya pemindahan ibukota ini disertai dengan undang-undang (UU) yang mengikat. Jangan sampai proses pemindahan ibukota tiba-tiba batal jadi dilaksanakan gara-gara terjadi pergantian pemerintahan.

Terlebih untuk melakukan pemindahan kota bukanlah perkara mudah dan memakan waktu yang lama.

“Harus ada Undang-Undang yang mengikat. Ini diperlukan agar pergantian pemerintahan tidak terjadi kekacauan. Karena pengalaman berbagai negara pemindahan ibukota itu tidak sebentar, butuh waktu 5 tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden SBY menuturkan dirinya sempat mempertimbangkan pemikiran untuk memindahkan Ibukota dari Jakarta. Hal itu diutarakan Presiden saat melakukan kunjungan kerja ke Rusia.

“Empat hingga lima tahun lalu diam-diam saya memikirkan sudah saatnya Indonesia membangun pusat pemerintahan yang baru di luar Jakarta. Waktu itu bermunculan debat dan wacana,” kata SBY di Rusia, Sabtu (7/9). (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2013/09/10/190227/Dahlan-Iskan:–Pemindahan-Ibukota-Butuh-Waktu-5-Tahun-

Iklan

One Comment to “Dahlan Iskan Setuju Ibukota Negara Dipindah”

  1. Memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke daerah lain, memang cukup bagus, sehingga beban Jakarta bisa terkurangi secara signifikan. Tentu saja, yang akan mendapat manfaatnya adalah daerah baru lokasi ibukota negara tersebut. Daerah itu akan mengalami kemajuan yang luar biasa. Bagaimana dengan daerah lainnya? Ini pertanyaan yang besar.
    Kalau boleh usul, kenapa bukan kementerian-kementerian saja yang dipindahkan ke daerah-daerah provinsi di seluruh Indonesia, terutama di luar Jawa? Seperti diketahui, dalam pemerintahan kita ada 33 kementerian. Negara kita pun ada 33 provinsi. Katakanlah, 20 kementerian aja yang dipindahkan ke kota-kota provinsi, maka berarti sebagian besar provinsi kita ada kementeriannya.
    Saya usul begini, karena dengan kementerian itu dipindahkan ke kota-kota provinsi, maka akan terjadi pemerataan penduduk, pemerataan ekonomi dan keuangan, mengingat masing-masing kementerian membawa uang anggaran hingga tripyunan rupiah, kecuali Kementerian BUMN yang anggarannya hanya Rp 140 milyar tahun ini.
    Dengan dana triliyunan rupiah itu, maka akan terjadi trikledown efek yang luar biasa untuk daerah lokasi kantor kementerian yang baru itu. Calon tenaga kerja tidak perlu berlomba-lomba ke Jakarta untuk mencari kerja, cukup ke kementerian yang dituju. Kantor perusahaan rekanan, bank-bank baru akan dibangun di daerah itu. Begitu juga restoran, hotel-hotel dan lainnya akan berdatangan ke kantor kementerian d daerah-daerah baru tersebut, sehingga perekonomian d daerah itu akan bisa berkembang dengan baik. Ini akan menjadikan pemerataan hasil pembangunan di berbagai daerah akan segera terwujud.
    Tentu saja, tidak semua kementerian perlu dipindahkan ke berbagai daerah provinsi. Untuk kementerian yang masih sentraistis, termasuk TNI, Polri, Kementerian Luar Negeri, Keuangan, Kemeenterian Agama, Setneg, Seskab dan kantor Presiden, DPR, DPD, MPR tetap di Jakarta sebagai ibukota negara RI.
    Apakah itu akan menyulitkan rapat-rapat atau sidang kabinet? Tentu saja tidak. Dalam era informasi sekarang, untuk rapat-rapat bisa telekonfrens, mungkin dari masing-masing kementerian ada perwakilannya di Jakarta.
    Permasalahannya, mau tidak pemerintah penguasa negara ini untuk mempercepat pemerataan hasil pembangunan ke seluruh pelosok tanah air. Ini tantangan bagi Presiden yang akan datang….. Monggo Bos Dahlan Iskan, ide ini bisa diagendakan, Demi Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: