Dahlan Tunggu Keputusan Kemenkeu Soal Insentif Pajak

“Ada persoalan misalnya bank-bank kita kan kalau kita buy back maka saham yang dipublik berkurang padahal ada insentif pajak, kalau saham dipublik capai 40 persen, maka ada insentif pajak 5 persen,” 

JAKARTA – Belum lama ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan surat edaran mengenai pelaksanaan pembelian saham kembali alias buy back untuk para perusahaan yang sudah melandai di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Di mana, kebijakan tersebut berbunyi perusahaan dapat melakukan buy back tanpa harus melakukan RUPS.

Menanggapi hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, saat ini perusahaan BUMN sudah memperhitungkan upaya-upaya untuk melakukan buy back. Namun, dirinya menyebutkan untuk melakukan buy back saham, makan otomatis nilai saham yang berada di publik akan mengalami pengurangan.

“Ada persoalan misalnya bank-bank kita kan kalau kita buy back maka saham yang dipublik berkurang padahal ada insentif pajak, kalau saham dipublik capai 40 persen, maka ada insentif pajak 5 persen,” kata Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Selain itu, lanjut Dahlan, dia melanjutkan saat melakukan buy back, apakah insentif pajak sebesar 5 persen masih berlaku atau tidak. Pasalnya, jika BUMN melakukan buy back dalam jumlah besar, maka saham tersebut bernilai kurang dari 40 persen.

Oleh karena itu, Dahlan menyebutkan dirinya tengah meminta jawaban kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) apakah insentif pajak tersebut masih tetap berlaku atau tidak, jikalau BUMN melakukan buy back dalam jumlah besar.

“Kalau yang dipasar sudah ada 40 persen kemudian di buy back dalam jumlah besar akhirnya yang dipasar kurang 40 persen nah insentif pajaknya 5 persen masih berlaku atau tidak, ini saya lagi minta pertimbangan dari kemenkeu apakah diizinkan dalam mini krisis ini diizinkan agar meskipun bumn melakukan buy back yang sangat besar tapi insentif pajak itu tetap berlaku,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Dahlan juga mengakui telah menyampaikannya kepada Kemenkeu mengenai insentif pajak yang tetap berlaku jikalau ada yang melakukan buy back dalam jumlah besar. Sebab, menurut Dahlan, banyak perbankan BUMN yang ingin melakukan buy back.

“Sudah masih dipelajari, Bank banyak sekali, tapi masih pertimbangkan satu pihak buy back menggairahkan pajak, dilain pihak bersangkutan akan kehilangan pajak, kita mohon agar insentif pajaknya,” tutupnya. (wan) (wdi)

 

http://economy.okezone.com/read/2013/09/09/20/863169/dahlan-tunggu-keputusan-kemenkeu-soal-insentif-pajak

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: