Dahlan Iskan kesal rapat outsourcing dengan DPR

“Situasinya kita menunggu keputusan Panja. Kami betul berharap ada perbaikan dalam keputusan. Tapi ada rapat kerja lagi nanti rapat kerja lagi. Ini sama saja dengan yang kita bahas dengan waktu yang lalu,” 

Headline

Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak bisa menyembunyikan kekesalannya mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR. Dalam rapat ini, Dahlan bersama DPR membahas nasib karyawan outsourcing. Namun, bahasannya hanya mengulang-ngulang hal yang sama dan tidak ada kemajuan.

“Saya jadi menteri keadaan ini sudah ada (outsourcing). Saya harus memperbaiki ini. Prinsip memperbaiki saya lakukan sambil menunggu keputusan Panja DPR (Panitia Kerja). Situasinya kita menunggu keputusan Panja. Kami betul berharap ada perbaikan dalam keputusan. Tapi ada rapat kerja lagi nanti rapat kerja lagi. Ini sama saja dengan yang kita bahas dengan waktu yang lalu,” ucap Dahlan dengan suara yang agak keras di Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/9).

Dahlan bercerita, dalam rapat beberapa waktu dulu telah ditetapkan akan dibentuk Panja Outsourcing BUMN. Namun Panja ini belum juga mengambil keputusan. Padahal, menurut Dahlan, ketika diputuskan pembentukan Panja dia langsung merespon dengan mengumpulkan semua direksi BUMN.

“Waktu rapat yang lalu begitu sulitnya persoalan ini dan harus dibentuk Panja. Saya berharap banyak dengan keputusan Panja. Saya kumpulkan dirut dan dirkeu BUMN di Gedung Pertamina saya sampaikan membahas ketenagakerjaan sekarang ada Panja dan kita komit melakukan apa saja. Itu yang saya sampaikan,” katanya.

Dahlan berharap banyak pada keputusan Panja dan tidak hanya berbelit-belit di kasus yang sama.

“Kita sendiri belum tahu tapi saya punya pandangan sendiri dan saya melakukan perbaikan apa yang saya lakukan menunggu keputusan Panja. Salah satunya ide saya sebelum keputusan Panja adalah menggaji outsourcing minimal 10 persen di atas UMP sambil menunggu keputusan Panja,” tutupnya.

[noe]

http://www.merdeka.com/uang/dahlan-iskan-kesal-rapat-outsourcing-dengan-dpr.html

***

Dahlan: Perbaiki Kontrak Pekerja Outsourcing

INILAH.COM, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menyebutkan, kontrak kepada pekerja outsourcing diharapkan langsung lima tahun dari awal kontrak. Biasanya kontrak pekerja outsourcing hanya berjalan satu tahun.

Menurut Dahlan, hal itu diperintahkan kepada seluruh jajaran direksi perusahaan BUMN. “Mereka pekerja outsoursing tidak ada kepastian masa depan. Alasannya karena sistem tender berlangsung satu tahun. Kami perbaiki, tolong direksi BUMN diijinkan tender bisa lima tahun. Agar pekerja tidak pusing kerjaan,” ujar Dahlan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (9/9/2013).

Dahlan menjelaskan, pihak direksi ketika melihat kinerja perusahaan outsoursing bagus maka setelah kontrak lima tahun dapat langsung memperpanjang. Ini upaya pemerintah untuk menanggulangi pekerja outsourcing. “Sehingga para pekerja punya pekerjaan lebih panjang,” kata Dahlan.

Bahkan demi keadilan kepada pekerja outsourcing, perusahaan BUMN berkewajiban memberikan gaji 10% lebih tinggi di atas UMR kepada pekerja outsourcing. “Kita kasih 10% di atas Upah Minimum Regional (UMR), bahkan lebih dari itu banyak,” tutur Dahlan. [mel]

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2027591/dahlan-perbaiki-kontrak-pekerja-outsourcing#.Ui9bOtLwlqU

Iklan

7 Komentar to “Dahlan Iskan kesal rapat outsourcing dengan DPR”

  1. Anu…Pak Dahlan. Sampean harus sabar. Kelihatannya mereka memang tidak mampu kok bekerja cepat. Mungkin SDM nya memang masih seperti itu. Mereka kan baru belajar ngomong. Belajar Mencaci. Jadi sampean harus sabar.

  2. Kalau begini terus, kapan selesainya…panja lagi..panja lagi

  3. Oknum Anggota Dhewan Itukan Baru Anak Kemarin Sore

  4. masih banyak outsourcing di core busines di perusahaan BUMN salah satunya PLN, bukanya itu melanggar undang-undang?!!!

  5. JAKARTA, KOMPAS.com – Panitia Kerja (Panja) Outsourcing BUMN Komisi IX DPR mengeluarkan rekomendasi terkait maraknya praktik alih daya (outsourcing) di perusahaan BUMN.

    Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning mengatakan, Panja Outsoucing BUMN merekomendasikan agar praktik alih daya di perusahaan pelat merah ini harus dihapuskan dan tak boleh ada Pemutusan Hubungan Kerja secara sepihak dari BUMN kepada pekerja kontrak.

    “Kita ingin agar pekerja kontrak di BUMN yang di PHK harus diberikan hak-hak pekerjanya,” ujar dalam Rapat Pleno Panja Outsourcing BUMN Komisi IX , Selasa (22/10/2013).

    Ribka mengatakan, Komisi IX merekomendasikan agar perusahaan BUMN tetap mempekerjakan pekerja yang akan habis masa kontraknya.

    Lalu, bagi pekerja yang telah masa kerja kontraknya dua tahun atau lebih direkomendasikan untuk diangkat menjadi karyawan tetap.

    “Kami juga merekomendasikan agar praktik sistem pemborongan di perusahaan BUMN dihapuskan, kecuali untuk lima jenis pekerjaan yang telah ditentukan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) No.19 tahun 2012,” tambahnya.

    Ribka menambahkan, Menteri Negara BUMN wajib memberikan sanksi kepada Direksi perusahaan yang mengabaikan rekomendasi ini.

    Ia juga mendesak agar Menneg BUMN untuk melaksanakan rekomendasi ini 15 hari kerja terhitung sejak rekomendasi ini dikeluarkan.

    “Jika Direksi tak menjalankan rekomendasi ini, Komisi IX merekomendasikan agar memecat Direksi perusahaan BUMN tersebut,” katanya.

    Selama ini, lanjut Ribka, praktik outsourcing tenaga kerja di BUMN terjadi karena minimnya peran pemerintah dalam pengawasan.

    Karena itu, penyelewengan norma hukum sering terjadi dan dilakukan oleh manajemen perusahaan BUMN itu sendiri.

    Selain itu, ia juga bilang Komisi IX kerap melihat tak adanya itikad baik dari Direksi BUMN untuk memperlakukan tenaga kerja kontraknya secara baik. (Fahriyadi)

    “NUNGGU JANJI BAPAK: SEMUA KENTUAN DARI PANJA DPR”

  6. gak perlu ahli yang intinya bisa dan BUMN melanggar Aturan negara banyak OS yg bisa, banyak SDMnya jauh lebih dari karyawan,mana keadilan dari menteri BUMN,rekrut hanya fasilitas JOB!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: