Ke AS, Cari Solusi Teknis dan Kiat Pasar Mobil Listrik

Ke AS, Cari Solusi Teknis dan Kiat Pasar Mobil Listrik

JAKARTA – Menteri BUMN Dahlan Iskan sejak awal pekan lalu berkunjung ke Amerika Serikat untuk mencari beberapa peluang proyek buat BUMN. Dahlan giat mengunjungi perusahaan-perusahaan AS mitra BUMN. Di Seattle, Amerika Serikat (AS), Dahlan mengunjungi kantor perusahaan INA Inc (Iptn North America).

Perusahaan tersebut milik salah satu BUMN di Indonesia. ’’Sahamnya 100 persen milik PT DI. Perusahaan ini berkantor di bangunan dua lantai milik sendiri. Sepadan dengan kantor-kantor lain di sekitarnya,’’ cerita Dahlan seperti rilis yang diterima Pontianak Post.

Pada kunjungan tersebut, Dahlan berdiskusi dengan Direktur Utama INA Inc Gautama Indra Djaja. Dalam diskusi tersebut, Dahlan ingin tahu upaya-upaya untuk meningkatkan usaha di AS. Ternyata, Indra mengungkapkan, INA Inc sudah tidak mendapatkan subsidi dari induknya di Bandung selama tiga tahun terakhir. Status mandiri itu diperoleh dengan menjadi pemasok spare part pesawat terbang. Pemasokan itu tidak hanya ditujukan untuk PT DI, tetapi untuk perusahaan di negara lain.

’’Bahkan, menurut Indra, omzet dari PT DI hanya 10 persen dari omzet INA Inc secara keseluruhan. Karena itu, ada tujuh program yang diputuskan dalam rapat kemarin. Termasuk apa yang bisa dilakukan untuk melakukan kerja sama dengan industri pesawat terbang di AS,’’ terangnya.

Setelah berdiskusi, Dahlan pergi untuk memenuhi undangan masyarakat Indonesia di Seattle. Di sana Dahlan mendiskusikan berbagai masalah diaspora dan ekonomi di Indonesia. ’’Hadir di acara tersebut tenaga-tenaga ahli yang bekerja di Seattle. Antara lain, di pabrik pesawat Boeing dan di Microsoft,’’ ujarnya.

Keesokan harinya, Dahlan mengunjungi dealer mobil listrik Tesla. Masih di Seattle, kota pusat perusahaan global seperti Boeing atau Microsoft. Pada kunjungan ke Tesla, Dahlan mempelajari mobil listrik yang sukses dan laku. ’’Tesla adalah mobil listrik paling laris di AS. Penjualannya direncanakan mencapai 25.000 unit tahun ini,’’ imbuhnya.

Dahlan juga mencari tahu apakah memang semua produk mobil listrik di AS tidak menggunakan gearbox. Seperti yang diketahui, absennya gearbox dinilai menjadi penyebab saat mobil listrik Tucuxi yang dikendarai Dahlan Iskan menabrak tebing di daerah Sarangan, Magetan. Namun, perancang Tucuxi Danet Suryatama mengatakan mobil listrik tidak perlu gearbox

’’Salah satu produk Tesla yang dipajang di situ adalah sedan empat pintu dengan empat penumpang berwarna merah (Tesla Model S). Ternyata, mobil Tesla yang saya lihat ini menggunakan gearbox. Belum puas dengan gambar, saya bertanya kepada teknisi Tesla yang ada di dealer tersebut. Jawabnya tegas: mobil ini menggunakan gearbox. Tujuannya untuk pengendalian mobil saat menghadapi jalan yang curam,’’ ungkapnya.

Dengan temuan itu, Dahlan semakin yakin untuk menggunakan gearbox pada mobil listrik generasi kedua yang dibidani Pendawa Putra Petir. ’’Sekitar dua minggu lagi mobil-mobil listrik nasional generasi kedua sudah akan bisa dilihat di Jakarta. Baterai litium mobil listrik nasional generasi kedua ini sudah bikinan Indonesia,’’ tambahnya.

Mobil listrik, kata Dahlan, sebenarnya punya peluang bisnis yang besar. Dia mencontohkan penjualan mobil Tesla. Saking larisnya, konsumen pernah harus inden selama enam bulan untuk mendapatkan mobil listrik itu. Karena itu, kapasitas produksinya pun dinaikkan. ’’Kata petugas dealer tersebut, sekarang antrenya hanya dua minggu,’’ terangnya.

Namun, lanjut dia, larisnya mobil tersebut juga sejajar dengan kualitas Tesla. Mobil listrik tersebut bisa menempuh jarak 200 kilometer sekali di-charge. Dia juga memuji interiornya yang cantik. ’’Display screen-nya sebesar layar laptop 15 inci. Harga jualnya USD 70.000 dan sama sekali tidak terkena pajak. Bahkan, 10 persen dari harga itu bisa untuk faktor pengurangan pajak,’’ katanya.

Karena itu, Dahlan ingin segera mempercepat proyek mobil listrik. Sebab, realisasi proyek tersebut bisa sedikit menanggulangi momen lesunya ekonomi Indonesia saat ini. ’’Dengan terjadinya krisis ekonomi sekarang ini, mobil listrik semakin relevan. Apalagi impor BBM masih sangat besar. Besarnya impor BBM ini telah menyebabkan terjadinya defisit neraca perdagangan yang kemudian menjadi faktor utama terjadinya krisis,’’ jelasnya.

 

Ket Photo: TOUR SEATTLE: Dahlan Iskan (kiri) dan Gautama Indra Djaja berdiskusi di kantor INA Inc Selasa (3/9). -Dok kementerian BUMN –
Font size: Decrease font Enlarge font

http://www.pontianakpost.com/nasional/8176-ke-as-cari-solusi-teknis-dan-kiat-pasar-mobil-listrik.html

Iklan

3 Komentar to “Ke AS, Cari Solusi Teknis dan Kiat Pasar Mobil Listrik”

  1. Semoga masyarakat luas memahami arti penting dan strategisnya mobil listrik di negara kita yang terkenal sebagai peimpor BBM besar dunia. Dan, untuk BBM solar dan premium masih disubsidi oleh negara. Akibatnya, setiap terjadi kenaikan harga minya dunia, Indonesia selalu kebingunan mengatasinya, karena terkait dengan membengkaknya subsidi BBM.
    Jika masyarakat kita menggunakan mobil listrik, maka momok menakutkan naiknya harga minyak dunia, tidak akan terjadi lagi. Itulah sebabnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mati-matian memperjuangkan agar masyarakat Indonesia menggunakan mobil listrik.
    Itulah langkah nyata mantan Dirut PLN itu Demi Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat

  2. Bahkan Pak Dahlan sampai ngecek di AS apakah moblis perlu pake gearbox atau tdk, dan trnyata memang perlu demi keamanan. Moblis Tesla kelas dunia dgn hrg kurang dr 1 milyar sj pake gearbox, masak yg 3 milyar gak pake gearbox? katanya ahli dan punya pabrik moblis d AS. Gak bermutu blass… Apa jgn2 ada udang di balik mirong?!

  3. Mendukung Abah Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: