Dahlan: Jika diminta, Bulog siap selesaikan masalah kedelai

“Soal kedelai sebetulnya bukan urusan Bulog. Kalau Bulog ditugaskan ya Bulog sanggup. Bulog tergantung kebijakan negara. Usul aja kepada bupati, gubernur biar diproses ke pemerintah dan ditugaskan ke BUMN,” 

Dahlan Iskan - Kedelai Bulog
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) siap melakukan pendistribusian serta menyelesaikan persoalan mahalnya kedelai impor. Kedelai impor dinilai jadi solusi logis atas permasalahan mahalnya harga kedelai saat ini akibat pelemahan nilai tukar Rupiah.

Namun, keputusan ini terealisasi setelah adanya usulan dari kepala daerah baik di tingkat bupati/walikota dan gubernur kepada pemerintah dalam hal ini presiden.

Untuk itu, Dahlan mengimbau kepada para petani mengusulkan kepada kepala daerah dan pimpinan pemerintahan dalam hal ini para gubernur dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memerintahkan Bulog melakukan langkah tindak lanjut.

“Soal kedelai sebetulnya bukan urusan Bulog. Kalau Bulog ditugaskan ya Bulog sanggup. Bulog tergantung kebijakan negara. Usul aja kepada bupati, gubernur biar diproses ke pemerintah dan ditugaskan ke BUMN,” ungkap Dahlan saat bertemu dengan petani empon-empon di Bergas, Ungaran, Semarang, Jateng, Selasa (27/8).

Usulan ini agar di kemudian hari tidak ada langkah yang melanggar yang dilakukan Bulog sebagaimana fungsi, tugas dan jalur penyelesaian. “Kalau ditugaskan bisa. Tapi kalau tidak ditugaskan nanti melanggar fungsi dan penugasan untuk Bulog. Soal pendistribusian tergantung skema. Seperti apa,” pungkasnya.

Sebelumnya, di beberapa pasar tradisional, harga kedelai naik sekitar 20 persen. Dari sebelumnya Rp 7.500 per kg menjadi Rp 8.500 per kg.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan tidak menampik jika meroketnya harga kedelai diakibatkan karena anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dengan begitu banyak importir yang menahan untuk mendatangkan kedelai dari luar negeri.

“Saya kira ini lebih dikarenakan nilai tukar (Rupiah) yang bergerak ke atas akhir-akhir ini, itu mempengaruhi,” kata Gita Wirjawan di Bandung.

Gita menyatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah menyulitkan Kemendag menurunkan harga kedelai di pasaran. Selain itu, pasokan jadi kendala karena sempat ada anomali cuaca di Amerika Serikat. Gita mengaku sudah menemui pengurus koperasi perajin tahu tempe nasional (KOPTI). Dia mengklaim telah menenangkan para pengusaha dan menjamin pasokan kedelai hingga akhir tahun aman.

Agar lebih terjamin, pemerintah, menurut Gita, tetap membuka keran impor, agar pasokan terpenuhi. Kedelai adalah komoditas yang tidak menggunakan sistem kuota impor, lantaran produksi nasional hanya 800.000 ton setahun.

“Sampai akhir tahun mungkin butuh 500.000-600.000 ton, ini harus dipenuhi dengan cara apapun. Mudah-mudahan petani dari dalam negeri bisa memasok, tapi kita harus make sure adanya pemasokan (kedelai) dari tempat lain,” paparnya.

[bmo]

merdeka.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: