Lintasan MH91 – Latih Siswa NTT Mengolah Sorgum

“Untuk BBM kompor di sana, 200 hektar itu kira-kira bisa untuk membantu seribu rumah tangga, jadi tidak perlu membeli minyak tanah dan ini menjadikan lingkungan lebih baik lagi. Ampasnya bisa jadi makanan sapi,” 

664609_09403205072013_BUMN-Peduli

Latih Siswa NTT Mengolah Sorgum, Dahlan: Yang Paling Bagus Dapat Rp 1 Juta

Jakarta – Sejumlah BUMN diminta memberikan pelatihan kepada 27 orang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengolah sorgum. Orang-orang tersebut merupakan siswa dan guru asal Belu dan Kupang, NTT.

Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini mengunjungi SMK 11 PGRI, Tangerang tempat pelatihan para siswa dan guru asal NTT tersebut untuk mempelajari mesin pengolah sorgum. Selama 2 minggu, para siswa dan guru akan dilatih oleh PT Batan Teknologi dan Pertamina, serta pihak pendidikan Tangerang.

“Kalau 2 minggu masih tidak bisa ya diperpanjang lagi. Siswa dan guru diajarkan membongkar, menggambar, memasang kembali, dan memodifikasi alat tersebut. Saya berjanji memberi Rp 1 juta untuk yang bagus membongkar, Rp 1 juta untuk yang bagus menggambar, Rp 1 juta untuk yang bagus memasang kembali, dan Rp 1 juta untuk yang bisa berinovasi tapi harus dipakai,” ujar Dahlan di SMK tersebut, Kamis (4/7/2013).

Dahlan mengatakan, dirinya memilih NTT untuk pengembangan sorgum, karena masyarakat di sana terbiasa dengan tanaman sorgum. “Ini merupakan program yang bisa mengentaskan kemiskinan untuk daerah pedalaman Indonesia Timur,” jelas Dahlan.

Dua BUMN, yakni Askes dan Pertamina saat ini tengah mengembangkan 200 hektar lahan sorgum di NTT yang masuk dalam program CSR, di bawah binaan Batan Teknologi. “Nanti 3 minggu lagi akan ada panen raya,” kata Dahlan.

Sorgum merupakan komoditas biji-bijian seperti gandum, padi dan jagung. Sorgum dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tepungnya bisa untuk bahan roti dan lainnya.

detik.com

***

Dahlan Iskan : Batang Sorgum Jadi Bahan Bakar Alternatif

Dahlan Iskan - Sorgum Pengolahan

Banten Hits.com – Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Kamis (4/7/2013) mengunjungi Pelatihan Agro Industri Sorgum yang digelar SMK PGRI 11 Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dalam kunjungannya Dahlan menyarankan agar pengolahan batang sorgum dapat menjadi bahan bakar alternatif bagi masyarakat Indonesia Timur.

Saat datang, Dahlan Iskan langsung mengunjungi bengkel mesin pengolahan tanaman sorgum, sejenis tanaman tebu asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia juga sempat memeriksa mesin pemisah biji sorgum, pengolahan biji menjadi tepung. Serta pengolahan batang sorgum, untuk menjadi bioentanol serta pengolahan batang menjadi air gula.

” Batang sorgum ini manis, ternyata ada kandungan gulanya 17 persen didalamnya. Namun saya sarankan untuk dijadikan bahan bakar rumah tangga,” kata Dahlan saat melakukan peninjauan.

Untuk tahap pertama, jelas Dahlan, akan ada 200 hektar lahan yang akan ditanami tanaman sorgum, dan hasil panennya menurut Dahlan dapat menghasilkan daya terhadap seribu rumah tangga.

Kawasan NTT atau Timur Indonesia, akan dijadikan panen pertama pengolahan tanaman sorgum di Indonesia. Untuk tahap pertama akan ada 200 hektar yang ditanam sorgum, tiap tahun bisa panen hingga 3 kali. Saya membayangkan hal ini bisa menghidupi seluruh rumah tangga disana,” ujar Dahlan.

Untuk diketahui, pelatihan yang digelar di SMK PGRI 11 Serpong melibatkan sebanyak 26 siswa, guru, warga, dan pengusaha bengkel dari Kupang dan Atambua NTT.

“Banyak yang sudah dipelajari, mulai dari mensketsa atau menggambar, membongkar, dan memasang mesinnya lagi,” tutur Andika Mangngi (18) Siswa SMKN 2 Kupang .

Bekal pengalaman yang didapat dari pelatihan hasil kerjasama Pertamina dengan Batan Tekno menurutnya akan ia terapkan saat kembali kekampung halamannya di Kupang, Andika mengaku akan membuat dan memodifikasi kembali mesin pengolah sorgum, begitu pula dengan kompornya. (Riani)

bantenhits.com

***

Produksi Bio Etanol, Siswa NTT Dilatih BUMN

Latih siswa NTT

TANGERANG – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saat ini tengah giat membudidayakan tanaman sorgum. Bahkan bekas dirut PLN ini menginstruksikan sejumlah perusahaan pelat merah untuk memberikan pelatihan kepada sekitar 26 orang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengolah sorgum.

Para peserta pelatihan ini terdiri dari siswa SMK dan guru asal Belu, Atambua dan Kupang. NTT dipilih sebagai daerah budidaya sorgum karena sangat tepat untuk mengembangkan sorgum karena masyarakatnya sudah terbiasa menaman sorgum.

“Selama dua minggu, para siswa dan guru ini akan dilatih di sini oleh PT Batan Teknologi dan Pertamina untuk mempelajari mesin pengolahan sorgum,” ujar Dahlan saat mengunjungi tempat mereka berlatih di SMK 11 PGRI, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/7).

Bila waktu dua minggu tersebut dirasa kurang, Dahlan minta untuk menambah waktu pelatihan menjadi seminggu lagi. “Kalau dua minggu masih tidak bisa ya diperpanjang lagi sampai mereka bisa atau ditambah seminggu lagi. Pokoknya sampai benar-benar bisa membongkar, menggambar, memasang kembali alat ini,” papar Dahlan sembari mengatakan akan memberi hadiah Rp 1 juta bagi yang bisa mempergunakan alat bio etanol.

Dahlan jelaskan bahwa banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari menanam sorgum, dari batang sampai ampasnya. Nantinya sorgum ini akan ditanam di lahan seluas 200 hektar di NTT untuk digunakan sebagai bio etanol.

“Untuk BBM kompor di sana, 200 hektar itu kira-kira bisa untuk membantu seribu rumah tangga, jadi tidak perlu membeli minyak tanah dan ini menjadikan lingkungan lebih baik lagi. Ampasnya bisa jadi makanan sapi,” terang dia. (chi/jpnn)

loveindonesia.com

***

Dahlan Iskan Latih Warga NTT Bongkar Mesin Pengolah Sorgum

10Hal-1,-Dahlan-Iskan,-Rivan-

Jakarta (kabarbumn.com) – Tidak hanya menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi ladang pengembangan Sorgum, Kementerian BUMN juga turut meningkatkan kemampuan sumberdaya menusia di daerah tersebut, khususnya pengetahuan yang berkaitan dengan komoditi Sorgum.

Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan mendatangkan 27 orang NTT untuk belajar mengolah Sorgum. Orang-orang tersebut merupakan siswa dan guru asal Belu dan Kupang, NTT. Tiga BUMN, yaitu PT Pertamina, PT Batantek dan PT Askes yang merupakan pengembang Sorgun di sana diminta untuk mengkoordinasikan pelatihan bagi warga NTT tersebut.

Hari Kamis (4/7/2013) Dahlan menyempatkan mengunjungi para peserta pelatihan yang digelar selama dua minggu itu berlokasi di SMK PGRI 11 Serpong. Dahlan Iskan langsung mengapresiasi keuletan peserta pelaatihan

“Gimana, senang di sini?” sapanya, Kamis (4/7/2013).

Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi beberapa kelompok. Di antaranya, kelompok belajar mesin perontok dan mesin pemeras batang sorgum.

“Silakan dibongkar agar benar-benar tahu cara membuatnya,” ujar Dahlan ketika mengunjungi peserta pelatihan mesin pengolah sorgum.

“Kalau 2 minggu masih tidak bisa ya diperpanjang lagi. Siswa dan guru diajarkan membongkar, menggambar, memasang kembali, dan memodifikasi alat tersebut. Saya berjanji memberi Rp 1 juta untuk yang bagus membongkar, Rp 1 juta untuk yang bagus menggambar, Rp 1 juta untuk yang bagus memasang kembali, dan Rp 1 juta untuk yang bisa berinovasi tapi harus dipakai,” ujar Dahlan

Kepada para peserta pelatihan, Dahlan juga mencoba menunjukkan bahwa sorgum bukan hanya tepung, tetapi ada juga produk samingan yang juga bermanfaat secara ekonomi. Menurutnya, selain bijinya diolah menjadi tepung dan makanan, batang sorgum bisa dijadikan gula atau bioethanol untuk menghidupi 1.000 kompor rumah di NTT.

Seperti diketahui, saat ini Kementerian BUMN sedang mengembangkan tanaman sorgum di Atambua.
PT Askes dan PT Pertamina mengembangkan 200 hektar lahan sorgum di NTT melalui dana corporate social responsibility (CSR). (firman/mon)

kabarbumn.com

***

Menteri BUMN Tinjau Pelatihan Argo Industri Sorgum di Serpong

TANGSEL, EDUBANTEN—Menteri BUMN Dahlan Iskan meninjau Pelatihan Agro Industri Sorgum di SMK-TI PGRI 11 Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (4/7/2013). Dalam kesempatan itu, Dahlan Iskan langsung mendatangi bengkel mesin pengolahan tanaman sorgum. Tanaman ini sejenis tanaman tebu yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tampak sejumlah mesin yang telah disediakan seperti mesin pemisah biji sorgum, mesin pengolahan biji menjadi tepung dan mesin pengolahan batang sorgum. Mesin-mesin tersebut untuk menjadikan bioentanol serta pengolahan batang dijadikan air gula.

“Batang sorgum ini manis, ternyata ada kandungan gulanya 17 persen. Namun, saya sarankan untuk menjadi bahan bakar rumah tangga,” ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Masih kata Dahlan, untuk tahap pertama sudah dilakukan penanaman tanaman sorgum di lahan seluas 200 hektar, dan nanti hasilnya untuk memberikan konstibusi kepada seribu rumah tangga. Kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) ini merupakan panen pertama pengolahan tanaman sorgum di Indonesia.

“Dalam satu tahun tanam sorgum bisa panen hingga 3 kali. Saya membayangkan hal ini bisa menghidupi seluruh rumah tangga disana,” kata Dahlan.

Pelatihan yang diselenggarakan selama dua minggu ini, lanjut Dahlan, melibatkan 26 siswa, sejumlah guru, warga dan pengusaha bengkel dari Kupang dan Atambua NTT. “Ada 18 siswa SMKN 2 Kupang sudah 4 hari mengikuti pelatihan di SMK-TI PGRI 11 Serpong ini,” tambahnya.

Dalam kunjungannya, Menteri BUMN Dahlan Iskan pun menjanjikan, bila ada siswa yang terbaik dalam kategori menggambar, membongkar, memasang akan mendapatkan Rp1 juta.

“Masing-masing satu juta rupiah untuk pemenang. Khusus untuk juara modifikasi, saya berikan satu juta untuk masing-masing tiga orang pemenang,” ucapnya.

Dahlan pun yakin, hingga masa petihan berakhir pada 15 Juli mendatang, siswa asal Kupang dan Antambua NTT ini bisa menguasai dan memperbanyak mesin tersebut. “Saya yakin, karena SMK Bisa! Sesuai mottonya kan?,” tegas Dahlan.(DN)

edukasibanten.net

Iklan

One Comment to “Lintasan MH91 – Latih Siswa NTT Mengolah Sorgum”

  1. Assalamualaikum pak dahlan. saya Ivan andy yg beberapa bulan lalu menemui pak Irwan Basri Dirut PTPN 12 yg bapak sarankan saya untuk menjual sorghum saya dibantu beliau. hanya saja ada kendala dilapangan yang membuat program saya agaknya kesulitan berkembang 1. kesulitan untuk meyakinkan masyarakat. 2. terkesan bersaing dengan program BUMN padahal dengan lahan berdekatan kan kita bisa saling bantu apalagi bibit saya +/- 2 ton F1 kawali dan numbu kebanyakan belum tersalurkan. saya juga mendengar bapak baru saja panen di malaka tengah dan itu sangat amat berdekatan dengan masyarakat yang sedang kami bina. apakah tidak lebih baik jika kami coba dibantu untuk meyakinkan masyarakat kami jika kedepan bapak mampir lagi ke NTT. atau tim BUMN bisa kami bantu juga untuk kedesa2 yang sudah kami rintis. sehingga tanam bisa lebih luas. terima kasih banyak pak. -Ivan Andy Darmawan- 081236452558 (ivan@rigelindo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: