Resmi Masuk Daftar Konvensi, Dahlan Utamakan Tugas Menteri

“Mungkin iya (waktu banyak tersita karena jadi calon capres Demokrat), tapi kan seperti selama ini, saya kan mengerjakan itu di luar pikiran. Saya lebih utamakan BUMN dan penataan terhadap BUMN, sistem sudah jalan,” 

Dahlan Iskan - Demokrat

Denpasar – Nama Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan resmi dimasukkan dalam daftar calon presiden partai Demokrat untuk pemilu 2014 mendatang. Namun Dahlan meyakinkan tetap mengutamakan pekerjaannya sebagai Menteri untuk mengurus BUMN.

Pemasukan namanya dalam daftar calon presiden tersebut telah diberitahukan secara langsung sejak tiga minggu yang lalu. Kala itu, Dahlan diminta meluangkan waktu untuk bertemu dengan Komite Partai Demokrat pada 23 Agustus 2013.

Hanya saja, karena pada 23-25 Agustus 2013, Dahlan sudah memiliki agenda untuk Safari Kerja ke tujuh daerah di Indonesia, Dahlan menolak pertemuan itu. Sebab dia ingin menunjukkan bahwa meski ikut terdaftar sebagai calon presiden dari partai Demokrat, dia tetap mengutamakan pekerjaannya sebagai menteri BUMN.

“Seharusnya saya datang kemarin. Kemarin mestinya saya harus ketemu Komite, tapi saya pilih mengurusi bumn. Kalau Komite mengatakan karena alasan itu, saya tidak boleh ikut, ya sudah tidak usah ikut. Tapi Komite jadinya menunda pertemuan dengan saya, dan menjadwalkan ulang ke tanggal 27 Agustus 2013,” kata dia dalam perjalanan menuju Denpasar, Bali, pagi ini.

Namun, lagi-lagi Dahlan yang hobi kerja ini mengaku, di tanggal 27 Agustus pun dia sudah ada agenda untuk BUMN. Sehingga pertemuan dengan Komite akan ditunda ke 28 Agustus 2013.

Dari contoh tersebut, Dahlan berupaya meyakinkan, bahwa meski waktunya akan tersita karena masuk dalam daftar calon presiden, tapi tidak akan mengganggu pekerjaannya di Kementerian BUMN.

“Mungkin iya (waktu banyak tersita karena jadi calon capres Demokrat), tapi kan seperti selama ini, saya kan mengerjakan itu di luar pikiran. Saya lebih utamakan BUMN dan penataan terhadap BUMN, sistem sudah jalan,” kata dia.

Lagi pula, kata dia, proses yang harus dilalui untuk calon presiden itu masih panjang. Karena itu, meski Dahlan sudah diberitahu soal pencalonan dirinya oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak enam bulan lalu, dia tetap fokus pada pekerjaannya.

“Saya diundang, empat mata oleh presiden enam bulan lalu, berbicara panjang mengenai negara ini dan kemungkinan pencalonan saya,” ujar dia.

Meski sudah masuk dalam daftar calon presiden, Dahlan berjanji tidak akan kampanye, hingga akhir Konvensi pada April 2014 mendatang. Lagi pula, kata dia, masih banyak proses yang harus dilalui.

Menurut Dahlan, dari sejumah orang yang terdaftar, belum ditentukan calon mana yang akan diusung oleh partai sebagi calon presiden partai Demokrat.

“Itu kan masih lama kan, sampai April, jadi saya masih akan kerja serius,” ujar dia.

Dahlan mengaku dirinya diajak oleh tiga partai di luar Demokrat untuk dicalonkan sebagai presiden. Namun dirinya menolak.

Meski demikian, di partai Demokrat, kabarnya ada 10 nama yang masuk dalam daftar calon presiden untuk pemilu 2014.

beritasatu.com

***

Dilirik Sejumlah Partai, Dahlan Iskan Pilih Demokrat

LABUAN BAJO – Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan blak-blakan mengenai partai-partai yang hendak menyuntingnya menjadi calon presiden (Capres) 2014.

Selain Partai Demokrat, ternyata ada tiga partai lain yang berniat meminang Dahlan menjadi Capres. Namun, Dahlan enggan membeberkannya.

“Ada tiga partai, tapi saya gak mau sebut,” aku Dahlan di sela-sela melakukan kunjungan kerja di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (25/8).

Tapi dari empat partai yang meminangnya, bekas Dirut PLN ini mengaku lebih memilih Partai Demokrat yang dianggapnya sebagai partai tengah.

“Karena begini, ini blak-blakan saja. Saya punya satu pemikiran bahwa Indonesia perlu partai tengah yang kuat. Nah saya anggap Demokrat ini partai tengah. Maka itu sejak tahun 2004 dan 2009 saya bantu Pak SBY tanpa punya kepentingan apa pun. Saya ingin ada partai tengah yang kuat,” paparnya.

Menurut Dahlan, Indonesia yang mempunyai karakter dan budaya yang beraneka ragam masih membutuhkan partai tengah untuk menetralisir keadaan.

“Karena Indonesia yang begini beraneka ragam dan begini luas harus ada partai tengah yang kuat, itu aja,” pungkas mantan Dirut PLN ini. (chi/dom/jpnn)

sumeks.co.id

***

Dahlan Iskan Sadar Diri Belum Tentu Dipilih di Capres Demokrat

Liputan6.com, Denpasar : Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan masuk dalam calon presiden yang akan diusung dari Partai Demokrat.

Masuknya nama dirinya itu tidak menjadikan Dahlan tersanjung atau merasa spesial walau Demokrat adalah salah satu partai paling berkuasa saat ini di Indonesia.

“Biasa-biasa saja, kan belum tentu juga lolos, belum tentu juga serius dipilih, biasa-biasa saja. Skalanya 7 lah dari 1 sampai 10,”ungkapnya saat berbincang dengan wartawan di Denpasar, Bali, Minggu (25/8/2013).

Dahlan menambahkan dirinya mengaku tidak akan melakukan kampanye sebelum dirinya benar-benar menjadi kandidat kuat sebagai calon presiden yang akan ditentukan oleh komite konvensi.

“Saya tidak akan kampanye konvensi,” jelasnya.

Konvensi Demokrat direncanakan akan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama akan dilaksanakan pada bulan September yang akan secara resmi mengajukan beberapa nama calon presiden. Kemudian pada bulan Januari akan dilakukan survei untuk mencari dua nama yang paling memiliki kredibitas tertinggi.

Usai dilakukan survei, pada bulan April 2014 rencananya baru akan dilakukan konvensi kedua dan akan diumumkan hasil survei tersebut.

Dahlan mengungkapkan meskipun dirinya terpilih dalam daftar nama calon presiden, ia akan tetap fokus bekerja sebagai Menteri BUMN.

“Saya berpikir sampai ke akhir dari konvensi dulu, saya nggak berpikir tentang calon, belum. Sampai akhir konvensi itu saya tidak akan kampanye. Itu kan masih lama, sampai April, jadi saya masih akan kerja serius,” kata mantan Direktur Utama PLN itu. (Yas/Igw)

liputan6.com

***

Dahlan Akan Bicara Blak-Blakan Soal Konvensi Partai Demokrat

Denpasar – Menteri BUMN Dahlan Iskan berjanji akan bicara blak-blakan terkait masuknya namanya dalam konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.

“Saya akan bicara nanti, tapi tidak sekarang, nanti setelah kita tinjau lokasi Bandara Ngurah Rai yang diperluas dan pengecekan Tol Atas Laut di Bali, kalau sekarang jangan dulu karena ini urusan Kementerian BUMN, nanti pas kita makan siang saja,” ujar Dahlan usai mendarat menggunakan pesawat CN295 di Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (25/8/2013).

Kata Dahlan, dia tidak bisa sembunyi lagi atau menyangkal masuknya dia dalam penjaringan calon presiden dari Partai Demokrat.

“Saya tidak bisa sembunyi lagi, kalau kemarin saya masih ya aku nggak tahu (namanya masuk konvensi), sekarang sudah jelas, nanti kita ngomong,” tandas pria kelahiran Magetan 62 tahun lalu ini.

Berikut bocoran 12 nama yang akan diundang ke konvensi:

1. Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina;
2. Dahlan Iskan, Menteri BUMN;
3. Dino Patti Djalal, Duta Besar RI di Amerika Serikat;
4. Gita Wiryawan, Menteri Perdagangan;
5. Hayono Isman, anggota Dewan Perwakilan Rakyat;
6. Irman Gusman, Ketua Dewan Perwakilan Daerah;
7. Isran Noor, Bupati Kutai Timur;
8. Mahfud Md, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi;
9. Marzuki Alie, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat;
10. Pramono Edhie Wibowo, mantan KSAD;
11. Sinyo Harry Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara; dan
12. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur.

detik.com

***

Dahlan Diajak SBY Ikut Konvensi Sejak 6 Bulan Silam

BALI- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku, dirinya telah didaftarkan mengikuti konvensi Partai Demokrat sejak enam bulan yang lalu. Kata Dahlan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah berbicara empat mata dengannya.

“Saya diberitahu, diundang dalam pengertian secara panjang mengenai negara ini dan kemungkinan pencalonan saya itu sudah 6 bulan yang lalu dengan presiden empat mata. Tapi diminta siap ikut konvensi baru tiga pekan yang lalu tepatnya,” ucap Dahlan kepada wartawan di Bali, Minggu (25/8/2013).

Dahlan mengatakan, saat ini, dia tidak mampu menghindar ketika namanya masuk ke dalam konvensi Partai Demokrat. “Justru sekarang tidak bisa lagi menghindar, karena, pertama konvensi belum akan terlaksana, kedua nama saya memang sudah dicantumkan, ketiga saya secara resmi sudah diberi tahu oleh majelis tinggi partai Demokrat, secara resmi pula saya sudah dikontak oleh komite, bahwa nama saya dimasukkan. Tidak ada lagi peluang bagi saya untuk menghindari ini, walaupun sebetulnya saya ingin menghindari ini,” tambahnya.

Namun, lanjut Dahlan, sebagai pejabat negara, dia menyadari persoalan tersebut akan menjadi bahan sorotan publik atau masyarakat tentang dirinya. Dengan begitu, Dahlan menuturkan akan membedakan antara urusan BUMN dan mana urusan pencalonan.

“Karena saya sendiri, saya tidak minta, tidak mendaftar, tidak pernah mendatangi partai demokrat, tidak pernah datangi partai lain, tidak pernah berkunjung di satu daerah, untuk mendekati pengurus partai, tidak pernah kontak dengan pimpinan partai, Tapi saya tetap akan perhatikan pekerjaan dari pada itu,” tambahnya. (ugo)

okezone.com

***

Dahlan Iskan: Kalau Demokrat Serius, Saya Oke

Ia menekankan bahwa lebih mengutamakan penataan terhadap BUMN.

DENPASAR, Jaringnews.com – Menteri BUMN Dahlan Iskan menegaskan tidak ingin tugasnya sebagai pejabat negara terganggu saat menghadapi tawaran Partai Demokrat untuk mengikuti konvensi capres. Ia menekankan bahwa lebih mengutamakan penataan terhadap BUMN.

“Kalau saya lebih memperhatikan itu (konvensi) berart sudah sejak dulu saya mendekat (Partai Demokrat),” ujar dia di Denpasar, Minggu (25/8).

Dahlan menuturkan bahwa ia tidak pernah meminta, mendaftar ataupun mendatangi partai berlambang biru Mercy itu agar bisa menjadi peserta konvensi. Ia juga menegaskan tidak pernah menghubungi partai lain.

“Kalau Partai Demokrat serius dan menghendaki saya, saya oke. Tidak bisa menghindar,” tambah mantan Direktur Utama PLN ini seperti diberitakan Antara.

Pria yang gemar mengenakan sepatu kets ini mengaku sempat diminta siap-siap ikut konvensi capres Demokrat, tiga pekan lalu. Ia diundang oleh Komite Konvensi pada Sabtu (24/8) kemarin. Namun Dahlan urung memenuhi undangan itu karena harus mengunjungi Atambua, NTT, terkait pekerjaannya sebagai Menteri BUMN.

“Mereka (Komite Konvensi) bertanya kapan lagi saya punya waktu longgar. Saya bilang 28 Agustus. Saya akan bertemu Komite KOnvensi di Jakarta,” tuntas Dahlan.

(Nky / Nky)

jaringnews.com

***

Ikut Konvensi Capres, Dahlan Diundang Langsung SBY Bicara 4 Mata

Liputan6.com, Denpasar : Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengaku diundang dalam konvensi capres Partai Demokrat sejak 6 bulan lalu. Undangan disampaikan langsung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono secara empat mata.

Hal itu disampaikan Dahlan saat berada di Denpasar, Bali, Minggu (25/8/2013). Dahlan menyatakan, apabila diperkenankan, dirinya ingin memperbaiki Partai Demokrat dari citra negatif karena dianggap partai rusak.

“Demokrat partai tengah, dan sekarang partai rusak, tetapi masih bisa diperbaiki. Kalau diperbolehkan partai, saya akan memperbaiki Partai Demokrat,” kata Dahlan.

Pernyataan Dahlan itu menanggapi pertanyaan soal kemungkinan keikutsertaannya dalam konvensi Partai Demokrat. Citra itu dikaitkan dengan isu korupsi yang menjerat sejumlah mantan pengurusnya.

Dahlan mengatakan, cara memperbaiki Partai Demokrat antara lain dengan tidak tampil layaknya selama ini. Namun, mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu tidak menyebutkan seperti apa penampilan Partai Demokrat yang tepat.

“Caranya, ya dengan tampil yang tidak seperti itulah. Dan, menjadi partai modern seperti yang sejak dahulu diinginkan Pak SBY,” kata dia, mengenai gagasan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku pendiri Partai Demokrat.

Mantan pimpinan kelompok bisnis Jawa Pos National Network (JPNN) itu mengaku tidak khawatir namanya akan menjadi buruk di mata masyarakat, jika mengikuti konvensi Partai Demokrat.

“Tidak, tidak. Waktu di PLN orang takut saya terbawa rusak, tetapi saya kan bisa menyelamatkan diri. Di BUMN orang juga takut saya terbawa rusak, tetapi kan saya bisa memperbaiki,” ujarnya. (Ant/Ism)

liputan6.com

***

Selain Demokrat, Dahlan ngaku ditawari nyapres dari 3 partai

Menteri BUMN, Dahlan Iskan, siap menjalani serangkaian tes dalam konvensi capres yang diadakan Partai Demokrat. Selain Demokrat, Dahlan mengaku ditawari tiga partai lainnya sebagai capres.

“Ada tiga partai tapi saya nggak mau sebut,” klaim Dahlan di sela-sela kunjungannya ke Labuhan Bajo, NTT, Minggu (25/8).

Di antara beberapa partai itu, Dahlan telah memastikan dirinya memilih Demokrat. Alasannya, partai berlambang bintang Mercy itu partai yang cukup kuat.

“Ini blak-blakan saja. Saya punya satu pemikiran bahwa Indonesia perlu partai tengah yang kuat. Nah saya anggap Demokrat partai tengah. Maka itu sejak 2004 saya bantu Pak SBY, 2009 saya bantu Pak SBY, tanpa punya kepentingan apapun kecuali saya ingin ada partai tengah yang kuat. Karena Indonesia ini beraneka ragam harus ada partai tengah yang kuat,” jelasnya.

“Bahwa kemudian ada bencana korupsi segala macem, pilihannya hanya dua, Demokrat dihancurkan atau Demokrat diperbaiki. Saya pilih diperbaiki, karena saya lihat masih bisa diperbaiki,” tambahnya.

Dahlan mengaku tak berpikir sejauh mana peluangnya menjadi capres. Hanya saja jika terpilih, dia berjanji siap memperbaiki Demokrat.

“Saya berpikir sampai ke akhir dari konvensi dulu, saya nggak pikir tentang calon, dan saya justru kalau diperbolehkan Demokrat sy akan memperbaiki Partai Demokrat,” janjinya.

Bagaimana caranya? “Ya dengan tampil menjadi partai modern seperti. Sekarang partai rusak, tapi kan bisa diperbaiki,” tandasnya.

[lia]

merdeka.com

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: