Dahlan Siap Bantu Rote Ndau Tinggalkan Predikat Daerah Tertinggal

“Depo bahan bakar saya akan bantu bangun, sebab itu di bawah PT Pertamina, dan sayalah yang memilih direksi Pertamina, jadi bisa saya bicarakan. Harapan saya, kalau Rote Ndau ini keluar dari daerah tertinggal,” 

Rote Ndau, Nusa Tenggara Timur – Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan kesiapannya untuk membantu kabupaten Rote Ndau untuk berkembang, dan meninggalkan predikatnya sebagai daerah tertinggal saat ini. Dahlan berjanji berupaya mendukung agar di Rote Ndau ada Depo bahan bakar.

Janji untuk dibangunnya Depo bahan bakar tersebut merupakan jawaban Dahlan atas tiga permintaan Bupati Rote Ndau, yang meminta dibantu untuk pembangunan tiga bendungan, didirikannya Depo bahan bakar dan adanya kapal cepat yang bisa berlayar meski gelombang mencapai ketinggian hingga 5 meter.

Dari tiga permintaan tersebut, Dahlan hanya menyanggupi untuk mendukung didirikannya Depo Bahan Bakar. Sebab untuk dua hal lainnya, di luar kewenangannya.

“Depo bahan bakar saya akan bantu bangun, sebab itu di bawah PT Pertamina, dan sayalah yang memilih direksi Pertamina, jadi bisa saya bicarakan. Harapan saya, kalau Rote Ndau ini keluar dari daerah tertinggal,” kata Dahlan di Rote Ndau, hari ini.

Setelah Rote Ndau keluar dari daerah tertinggal, Dahlan yakin dengan sendirinya banyak bank dan kapal akan datang. Sehingga harapan Rote Ndau bisa mendapatkan dana untuk membangun bendungan dan memiliki kapal cepat pun bisa terwujud.

Kabupaten paling Selatan wilayah Indonesia ini merupakan daerah tertinggal yang cukup sulit dijangkau. Dari Atambua saja memerlukan waktu sekitar 50 menit melalui perjalanan pesawat udara. Belum lagi, jika berupaya menjangkaunya dari Kupang, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sementara melalui jalur laut, untuk menjangkau wilayah ini dibutuhkan waktu sekitar empat jam dari Kupang dengan menggunakan kapal ASDP. Sedangkan jika menggunakan kapal cepat (speed boat) membutuhkan waktu dua jam. Padahal cuaca di wilayah ini sulit diprediksi.

“Kalau melalui laut, kami tidak bisa tempuh dengan kapal, kalau gelombangnya mencapai 5 meter,” kata Bupati Rote Ndau Drs Leonard Haning,MM di Rote Ndau, hari ini.

Dahlan mengunjungi pulau kecil Rote Ndau karena terkesan dengan bupatinya, yang membuat terobosan baru untuk menghentikan kebiasaan masyarakatnya yang dianggap boros terkait upacara orang meninggal dunia. Masyarakat Rote Ndau, selama ini, baru memakamkan orang meninggal setelah tujuh hari, dan selama tujuh hari itu, mereka berpesta dan potong satu sapi per hari.

Dengan kebiasaan lama itu, maka sulit mensejahterakan masyarakat wilayah ini. Masyarakatnya sering potong tujuh sapi jika ada orang meninggal, padahal kesejahteraan mereka masih kurang.

“Saya tidak punya agenda apa-apa datang ke sini (Rote Ndau), saya hanya ingin ketemu pak Bupati, hanya itu. Saya sudah mampir ke pulau-pulau besar di NTT, tapi belum pernah ke Rote Ndau, makanya ketika ada kunjungan ke Atambua, maka saya bela-belain ke Rote Ndau,” ujar Dahlan.

beritasatu.com/

***

Kunjungi Pulau Rote, Dahlan Puji Bupati yang Kuasai 18 Bahasa

Liputan6.com, Rote Ndao : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dalam kunjungannya ke Kabupataen Rote Ndao, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) bertemu dengan seluruh jajaran Muspida dan Bupati Rote Ndao.

Dalam pidatonya di kantor Bupati, Dahlan sangat mengagumi Leonard Haning sebagai Bupati yang mampu menguasi 18 bahasa. Hal itu dikarenakan dalam satu kabupaten Rote Ndao terdapat beberapa suku yang totalnya menggunakan 18 bahasa.

“Satu satunya Bupati di Indonesia yang bisa 18 bahasa, dari Rote paling barat sampai Rote paling timur, hebat bupati ini, “ungkapnya, Sabtu (24/8/2013)

Dahlan mengaku sering bertemu dengan Bupati Rote beberapa kali di Jakarta, bahkan Leonard pernah diundangnya ke kantor kementrian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selata, Jakarta.

“Saya sudah menyangka pilkada di Rote pasti dimenangkan beliau, karena beberapa kali ketemu di Jakarta aktifnya bukan main, saya sangat senang dengan kepala daerah seperti itu,”jelasnya.

Sepanjang perjalanan hidupnya saat ini, orang nomor satu di Kementerian BUMN ini mengaku baru pertama kali mengunjungi pulau yang berada di wilayah Indonesia paling selatan ini. Alhasil dengan kunjungannya kali ini dirinya mengaku sangat senang dan bisa mengetahui kehidupan masyarakatnya.

Lebih lanjut, Dahlan mengatakan Bupati Rote Ndao memiliki beberapa kemiripan kerja dengan dirinya sehingga mengakibatkan kedua pemimpin tersebut terlohat klop saat bertemu.

“Saya selama menjadi menteri sudah hampir 1,5 taun saya belum satu kali pun duduk di kursi ruangan saya, saya itu kerja di ruang rapat, jadi di meja rapat banyak tumpukan dokumen. Setelah saya ke sini tadi, waktu diajak ke ruangannya ternyata beliau juga begitu, ko bisa sama ya?,”tuturnya.

Dalam kunjungannya ke Pulau Rote ini Dahlan juga meninjau beberapa tempat yang rencananya akan dilakukan pembangunan lebih lanjut dalam memajukan Kabupaten Rote Ndao.

Tempat-tempat yang dikunjungi diantanya adalah Bandara DC Saudale Rote Ndao yangdan Pelabuhan angkutan barang Rote Ndao.

“Mudah mudahan begitu Bapak Bupati jelang masa akhir jabatannya ada Undang Undang dimana bupati bisa menjabat 3 kali. Kabupaten ini paling selatan di indionesia, karena kalau ini tidak dibangun lama-lama bisa menjadi milik Australia,” ungkap Dahlan. (Yas/Ndw)

http://m.liputan6.com/bisnis/read/673940/kunjungi-pulau-rote-dahlan-puji-bupati-yang-kuasai-18-bahasa

***

Panen Sorgum, Bupati Belu Berterimakasih ke Dahlan

ATAMBUA – Bupati Belu Joachim Lopez tak hentinya mengucap syukur pada Tuhan karena perekonomian warganya kini bisa lebih maju. Menurutnya, keberhasilan yang dicapai karena dorongan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan untuk membudidayakan tanaman sorgum.

“Ini luar biasa sekali, 4 bulan yang lalu bapak (Dahlan Iskan-red) datang ke sini untuk ikut menanam sorgum. Sekarang datang untuk panen hasilnya,” ujar Belu saat memberikan sambutan di acara panen sorgum di Nareksa, Atambua, NTT, Sabtu (24/8).

Semangat menanam tanaman sorgum itu kata Belu, telah membuat pola pikir masyarakat di Atambua berubah drastis. “Pak Dahlan telah berhasil membawa perubahan bagi masyarakat di sini yaitu perubahan mainset yang akhirnya direspon baik oleh masyarakat di Atambua. Ini program terobosan yang luar biasa. Dengan adanya upaya ini bisa merubah bangsa kita dan perubahan perilaku etos kerja,” papar dia.

Di tempat yang sama Dahlan mengatakan dirinya berusaha mencari jalan keluar bagi perekonomian masyarakat Atambua. Sebelum mendorong masyarakat untuk menanam sorgum, Dahlan mengumpulkan informasi mengenai tanaman apa yang cocok ditanami dengan keadaan cuaca di Atambua. Akhirnya diketahuilah tanaman sorgum yang tepat.

“Saya mencoba mendorong masyarakat di Atambua untuk menanam sorgum 200 hektar. Mengapa sorgum? karena tanah di sana gersang dan tidak bisa ditanami jagung,” terang Dahlan.

Percobaan 200 hektar itu kata Dahlan bisa menghidupi seribu rumah tangga. Terlebih sorgum bisa diolah menjadi bioetanol yang nantinya bisa digunakan untuk kompor rumah tangga. “Saya tahu untuk beli minyak tanah di Atambua sulit. Sorgum ini dari batang sampai ampasnya bisa dimanfaatkan semuanya. Tanamannya bisa untuk tepung, batangnya kalau diperas bisa untuk bioetanol dan ampasnya untuk makan sapi,” tutur mantan Dirut PLN ini.

Di tempat ini pula, Dahlan sekaligus mengecek hasil pelatihan 40 siswa di Atambua yang waktu itu sempat dididik di Jakarta untuk bisa membuat mesin pengolah sorgum.

“Kita minta puluhan siswa di Atambua yang kita didik di Jakarta. Biar mereka bisa membuat dan membongkar mesin itu. Jadi setelah mereka balik ke Atambua kalau mesinnya rusak bisa diperbaiki sendiri, gak perlu nunggu lama dan bisa ngajarin masyarakat di sini,” harap Dahlan.

Di acara panen sorgum ini, berbagai tepung berhasil diolah menjadi berbagai makanan, seperti kue kering, mie, cendol dan lain sebagainya. Dahlan pun tak mau melewatkan kesempatan mencoba makanan ringan ini satu persatu. Bahkan saking bangganya, pria berusia 62 tahun ini menyuapi satu persatu awak media supaya bisa merasakan enaknya mengkonsumsi makanana dari tanaman sorgum. (chi/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2013/08/24/187613/Panen-Sorgum,-Bupati-Belu-Berterimakasih-ke-Dahlan-

***

Dahlan kagum pada Bupati Rote Ndao yang tabrak aturan adat

Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini, Sabtu (24/8) berkunjung ke pulau paling selatan Indonesia yaitu Pulau Rote. Dahlan mengaku baru pertama kali berkunjung ke pulau ini dan sangat ingin bertemu dengan salah seorang Bupati di Pulau Rote.

Dahlan mengaku sangat mengagumi Bupati Rote Ndao Lens Haning. Alasannya, Lens berani menentang adat. Padahal seperti diketahui, bukan hal mudah untuk menentang adat yang sudah dipercaya puluhan bahkan ratusan tahun oleh masyarakat setempat.

Adat di Pulau Rote yang dinilai tidak tepat adalah ketika melakukan upacara adat, masyarakat memotong sapi hingga 8 ekor sekali upacara. Menurut Dahlan ini adalah salah satu bentuk pemborosan.

“Saya ingin bertemu Bupatinya, saya kagum sama Bupati nya karena mengeluarkan aturan melarang upacara adat menyembelih sapi lebih dari satu. Karena dia punya keistimewaan saya datang ke sini,” ucap Dahlan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (24/8).

Menurut Dahlan, kebijakan bupati tersebut sangat tepat. Sebab, salah satu cara untuk keluar dari kemiskinan adalah tidak boros. Masyarakat di Pulau Rote sangat boros ketika melakukan upacara adat.

“Dia dulu ditentang, lalu dia lawan dan akhirnya berhasil,” katanya.

Dahlan juga kagum dengan perubahan adat di Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan. Terjadi perubahan adat terkait orang meninggal. Biasanya orang meninggal dikubur setelah 7 hari. Dalam menunggu 7 hari setiap harinya harus memotong sapi. Dan ini juga merupakan bentuk pemborosan.

“Di Atambua (salah satu pulau di NTT) sekarang paling lama 2 hari harus dikubur, tidak boleh lagi 7 hari. Lebih 2 hari tidak dikubur, pastor tidak mau datang. Ini juga sangat bagus,” tutupnya.

[noe]

http://www.merdeka.com/uang/dahlan-kagum-pada-bupati-rote-ndao-yang-tabrak-aturan-adat.html

Iklan

One Comment to “Dahlan Siap Bantu Rote Ndau Tinggalkan Predikat Daerah Tertinggal”

  1. Yang saya tahu di Rote Ndao ada satu-satunya SPBU sedang dibangun untuk keperluan kebutuhan bahan bakar minyak masyarakat Rote Ndao yang saat ini susah didapat dan harganya mahal, apakah bapak DI sempat meninjau lokasi SPBU tersebut? Bagaimana pendapat bapak mengenai pembangunan SPBU tersebut? Semoga pembangunan tersebut cepat selesai dan menjawab kesusahan adanya bahan bakar minyak di Rote Ndao dan mohon dukungan dari bapak menteri BUMN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: