Selamatkan Rupiah, BUMN Buyback Saham

“Semua BUMN yang terkait dengan program penyelamatan ekonomi tidak bisa ambil langkah sendiri-sendiri tapi harus berkoordinasi dengan Pemerintah,” 

JAKARTA (Suara Karya): Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan perusahaan milik negara akan melakukan koordinasi dengan Menko Perekonomian, Menteri Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan untuk mengambil langkah dalam rangka penyelematan perekonomian.

“Semua BUMN yang terkait dengan program penyelamatan ekonomi tidak bisa ambil langkah sendiri-sendiri tapi harus berkoordinasi dengan Pemerintah,” kata Dahlan usai menggelar rapat koordinasi Kementerian BUMN di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Depok, Kamis. Menurut Dahlan, sejumlah langkah yang sudah diambi meliputi kebijakan “buyback saham” baik oleh BUMN Terbuka yang sahamnya tercatat di pasar modal, BUMN Asuransi, maupun dari Dana Pensiun sejumlah BUMN.

Dalam hal “buyback” ditambahkan Dahlan, BUMN tidak boleh mengambil posisi “cut loss”, sedangkan Dana Pensiun diminta tidak sembarangan mengambil keputusan. “Semua harus kompak, jangan berjalan sendiri-sendiri dalam pengambilan kebijakan bidang ekonomi dan moneter seperti instrumen surat-surat utang, keperluan dolar BUMN, bidang asuransi, maupun dana pensiun,” ujar Dahlan.

Diketahui dalam dua pekan terakhir nilai tukar rupiah merosot hingga ke level sekitar Rp11.000 per dolar AS di pasar uang, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia merosot hingga di atas 10 persen. Sesuai dengan kondisi penurunan tersebut Pemerintah mengambil kebijakan stabilisasi harga pangan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Selain itu juga langsung mengambil kebijakan antara lain intervensi di pasar uang, termasuk melakukan “buyback” saham. Dahlan mengharapkan langkah koordinasi yang dilakukan BUMN dengan Pemerintah tersebut dapat membuahkan hasil yang maksimal. Kondisi penurunan nilai tukar dan indeks saham pernah terjadi pada tahun 2008, ketika itu saham turun 50 persen. Nilai rupiah turun dari sekitar Rp9.000 menjadi sekitar Rp12.000 per dolar AS. “Kalau melihat peristiwa ini, belum separah tahun 2008, ketika itu segera diambil kebijakan penyelematan, dan berhasil,” ujarnya.(*/)

www.suarakarya-online.com

***

Ini Instruksi Dahlan bagi BUMN yang Mau Membeli Saham

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah mengeluarkan instruksi kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUM) dalam melakukan pembelian saham atau manuver investasi apa pun harus berada dalam satu koordinasi dari Kementerian BUMN.

Pernyataan ini dikemukakan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan kepada KONTAN, Kamis (22/8/2013) di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Menurut, Dahlan, aturan ini tak hanya ditujukan untuk Jamsostek atau BUMN yang bergerak di bidang asuransi. “Pokoknya semua,” kata mantan CEO Group Jawa Pos tersebut.

Dahlan menegaskan, aturan ini berlaku sampai kondisi ekonomi Indonesia membaik. Ini ditandai dengan harga saham rebound yang sudah mulai terjadi sejak kemarin. “Selain itu, kepercayaan terhadap rupiah telah kembali,” jelasnya.

Sebelumnya, Jamsostek melakukan pembelian besar-besaran untuk meningkatkan portfolio sahamnya menjadi 22 persen-25 persen dari 19 persen.

“Jamsostek akan masuk ke pasar dengan investasi jangka panjang. Kami akan membeli saham-saham blue chip,” ujar Presiden Direktur Jamsostek Elvin G. Masassya. (Adhitya Himawan)

kompas.com

***

Dahlan: Rupiah Melemah, BUMN Jangan Gegabah!

DEPOK – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menginstruksikan kepada seluruh perusahaan BUMN agar tidak mengambil langkah sendiri terkait dengan melemahnya nilai tukar Rupiah.

Dahlan menyebutkan, dalam pengambilan kebijakan terkait perekonomian dan moneter, BUMN dipastikan dalam satu koordinasi.

“BUMN tidak boleh mengambil langkah sendiri, BUMN dalam kordinasi pengambil kebijakan perekonomian & moneter, BUMN akan ikut dan kompak dalam satu koordinasi,” ucap Dahlan seusai Rapim di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (22/8/2013).

Dahlan menilai, kondisi perekonomian Indonesia saat ini sedang dihadapi oleh melemahnya nilai tukar Rupiah, dengan begitu ada perusahaan BUMN yang telah melakukan buy back dan berhasil reborn.

“Buy back sudah dilakukan oleh teman BUMN, dan berhasil reborn,” tambahnya.

Namun, dengan memilih kompak dalam satu koordinasi, membuat sebagian direksi yang merelakan profesionalisme dirinya tidak sepenuhnya diterapkan. Hal tersebut dilakukan untuk tidak memperburuk masalah pada waktu mendatangnya.

Selain itu, kata Dahlan, dalam kondisi seperti ini, BUMN tidak dapat melakukan Buy Back saham dengan mengincar keuntungan yang besar. Melainkan untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia.

“Ya tidak lebih seperti itu, tidak bisa maksimal karena dalam hal seperti ini keuntungan menjadi nomor dua, tapi penyelamatan perekonomian nomor satu,” jelasnya.

Maka dari itu, dengan melakukan penyelamatan buy back saham BUMN, perusahaan mampu mempertanggungjawabkan atas buy back yang telah dilakukan.

“Akhir tahun konsekuensi itu harus disadari, mengapa keuntungannya tidak besar, karena memang dalam situasi ini tidak bisa mengambil keuntungan. Swasta dalam hal ini menyalip BUMN, dan BUMN tidak bisa melawan,” tutupnya. (wan) (wdi)

okezone.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: