Kisah Dahlan yang Kehilangan Lemari Tanggal Lahir

“Yang lahirnya benar istri saya, 11 agustus istri saya, 20 agustus perkawinan saya,”

dahlan2-130817b

Liputan6.com, Jakarta : Pada Sabtu (17/8/2013) ini, tak hanya Bangsa Indonesia yang merayakan hari kemerdekaan. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ikut merayakan hari kelahirannya.

Dahlan mengaku sebenarnya tanggal 17 Agustus bukan hari ulang tahun sebenarnya, namun yang pasti berulang tahun pada bulan ini adalah istri dan ulang tahun pernikahannya.

“Yang lahirnya benar istri saya, 11 agustus istri saya, 20 agustus perkawinan saya,” ungkapnya.

Dahlan pun bercerita mengenai asal mula penetapan tanggal lahir tersebut. Sejak keluar dari rahim ibunya, tanggal lahirnya penah dicatat, namun hilang.

Dia bercerita kalau tanggal lahirnya sempat ditulis sang kakak di balik lemari makan. Sayang, ketika ibunda sakit kista, satu persatu barang di rumah dijual termasuk lemari makan tersebut untuk membiayai pengobatan.

“Satu persatu prabotan saya dijuala, terhir lemari makanan saya dijual tanggal lahir saya juga di jual,” kata Dahlan sedih mengingat kejadian tersebut.

Seiring berjalannya waktu, menginjak masa pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) tanggal lahir Dahlan dibutuhkan. Namun ketika mantan bos PLN tersebut bertanya kepada bapaknya, beliau mengaku tidak ingat pasti.

Sanga bapak hanya mengingat, kelahiran Dahlan bisa dihitung dari saat belajar jalan bersamaan dengan Gunung Wilis di Kabupaten Kediri, Jawa Timur meletus.

“Waktu SMA, saya tanya bapak saya, tanggal lahir saya, kata bapak saya Waktu gunung wilis meletus saya bisa merangkang, ya itulah dijadikan,” tuturnya.

Dahlan pun terkejut saat melihat buah tumpeng saat masuk ke lobi kantor usai menyalami peserta upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-68.

Dahlan mengaku, tumpeng yang disediakan untuk merayakan hari ulang tahunnya merupakan tumpeng yang pertama dalam hidupnya. “Ini baru pertama kali dibikinkan tumpeng,” tutupnya.

Setelah semua yang hadir dalam perayaan ulang tahun Dahlan yang sederhana memanjatkan doa, Dahlan memotong tumpeng, potongan tumpeng yang pertama di berikan ke Istrinya Nafsiah. Kemudian potongan tumpeng kedua diberikan ke Wakil Menteri BUMN, Muhamuddin Yasi.

Setelah itu, Dahlan memberikan potongan tumpeng ke wartawan dengan ditaburi banyak cabe. Seusai wartawan, Dahlan memberikan potongan tumpeng untuk perwakilan perusahaan BUMN yang diwakili Direktur Utama PT Pertamina (persero), dan potongan tumpeng terakhir diberikan untuk petugas keamanan kantor yang paling rajin.

“Wartawan itu kalau menulis pedas, biar tulisannya sangat pedas. Kemudian BUMN dengan prestasi internasional.
Satpam paling rajin, pangling ganteng,” tutupnya seraya tertawa. (Pew/Nur)

http://bisnis.liputan6.com/read/667476/kisah-dahlan-yang-kehilangan-lemari-tanggal-lahir

Iklan

2 Komentar to “Kisah Dahlan yang Kehilangan Lemari Tanggal Lahir”

  1. Nyindir nih Pak Dahlan, ngasi potongan tumpeng ditaburi banyak cabe ke wartawaran. Biar beritanya pedas Pak ya??

  2. SELAMAT PAK, SEMOGA KEHIDUPAN BAPAK BERKAH UNTUK DIRI SENDIRI, KELUARGA DAN TENTU SAJA UNTUK INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: