Landasan bandara Soetta akan mampu daratkan pesawat raksasa A380

“Dari segi lebar dan panjang sudah cukup. Tinggal dikeraskan lahan rumput sebelah landasan, mungkin 6 meter di kanan dan kiri. Semen atau aspal soal lain persyaratan A380,”

landasan-bandara-soetta-akan-mampu-daratkan-pesawat-raksasa-a380

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berencana akan merenovasi landasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banteng. Dahlan akan menunjuk salah satu BUMN karya agar landasan salah satu bandara tersibuk di Indonesia tersebut bisa dilandasi oleh pesawat raksasa Airbus tipe A380 ketika terisi penuh sekalipun.

Ide ini muncul menyusul setelah adanya pertikaian antara Garuda Indonesia dengan Angkasa Pura II, di mana Garuda protes pesawat raksasa tipe 777-300ER miliknya tidak bisa terbang langsung dari Jakarta ke London karena masalah kekuatan landasan.

“Sekaligus direncanakan agar landasan bisa untuk A380 mendarat. Tujuannya tidak hanya jalan keluar Garuda, ini untuk sekaligus Airbus A380,” kata Dahlan di Jakarta, Kamis (15/8).

Agar pesawat raksasa A380 bisa mendarat, Dahlan juga akan mengeraskan tanah atau rumputan samping landasan karena merupakan kebutuhan A380. Setidaknya 6 meter lahan rumput sebelah kiri dan kanan landasan akan dikeraskan seperti aspal.

“Dari segi lebar dan panjang sudah cukup. Tinggal dikeraskan lahan rumput sebelah landasan, mungkin 6 meter di kanan dan kiri. Semen atau aspal soal lain persyaratan A380,” katanya.

Dahlan akan melakukan kajian bersama BUMN karya yang ditunjuk dan memberikan waktu 2 minggu ke depan untuk keputusan akhirnya. “Saya belum tau waktu yang diperlukan (untuk membangun). Targetnya ga lama, dua minggu ini kita lakukan kajian,” tutupnya.

Sebelumnya, Pesawat Garuda jenis Boeing 777-330ER belum bisa lepas landas karena tingkat kekerasan landasan Bandara Soekarno Hatta yang belum memenuhi standar tingkat kekerasan yang diperlukan untuk pengoperasian pesawat jenis ini dengan kapasitas muatan penuh.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, untuk beroperasi secara “full capacity” melayani penerbangan langsung Jakarta – London (non-stop) dengan mengangkut 314 penumpang dan kargo sebanyak 11 ton (maximum take-off weight seberat 351.534 kg), maka pesawat B 777-300ER memerlukan “kekerasan landasan” (pavement classification number/PCN) 132 R/D/W/T, sedangkan saat ini PCN landasan di Soekarno-Hatta hanya 120 R/D/W/T.

“Dengan kondisi landasan seperti ini akan terjadi ‘restricted take-off weight’ sebesar 329.365 kg di mana artinya Garuda Indonesia harus mengurangi 39 penumpang dan tidak memungkinkan mengangkut kargo pada setiap penerbangan yang mengakibatkan Garuda Indonesia akan mengalami kerugian yang menyolok,” jelas Emirsyah Satar melalui siaran pers yang diterima merdeka.com.

Jika Garuda Indonesia memaksakan tetap melaksanakan penerbangan dari Jakarta ke London dengan melakukan satu stop, itu justru menjadikan Garuda Indonesia tidak kompetitif.

Sementara, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S Sunoko justru menyerang balik Garuda Indonesia. Tri menyindir, maskapai yang membeli pesawat baru harus disesuaikan dengan kemampuan landasan bandara.

“Bilangin sama Garuda. Beli pesawat sesuai dengan bandara. Jangan rumah tipe 21 tapi beli furniture gede,” ucap Tri di Jakarta.

[bmo]

merdeka.com

***

AP II Diminta Tingkatkan Landasan Pacu Bandara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri BUMN Dahlan Iskan akan menugasi BUMN Karya untuk membuat kajian sekaligus pengerjaan kontruksi untuk meningkatkan kekuatan landasan pacu (runway) atau pavement classification number (PCN) Bandara Soekarno-Hatta agar bisa disinggahi pesawat berbadan lebar seperti jenis AirBus 380.

“Kita sedang menugasi BUMN Karya membuat kajian teknologi. Dalam dua pekan kedepan kajiannya sudah harus rampung,” kata Dahlan, usai menggelar Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Kantor Pelindo II, Jakarta, Kamis (15/8).

Menurut Dahlan, BUMN Karya melakukan kajian namun yang akan mengerjakannya adalah BUMN yang memiliki pengalaman melaksanakan proyek pembangunan landasan bandara. “Kita ingin pengerjaan perkuatan landasan dilakukan, namun tidak menganggu operasional bandara, landing” dan “take off” pesawat,” katanya.

Menurut Dahlan, dari sisi lebar dan panjang landasan pacu sudah sangat memadai, tinggal meningkatkan tingkat kekerasannya saja.
Sebelumnya, Garuda Indonesia dan PT Angkasa Pura II (Persero) sempat berseteru. Garuda menuding penundaan rute penerbangan ke London, karena tingkat PCN Soekarno-Hatta yang tidak memadai.

Sementara AP II tidak ingin didiskreditkan, dan meminta Garuda jika ingin ekspansi rute seharusnya berkoordinasi terlebih dahulu dan menyesuaikan dengan kondisi bandara. “Tidak bisa dibilang siapa benar siapa salah. Bisa dua-duanya benar (Garuda atau AP II). Bisa juga dua-duanya salah, saya tidak tahu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, saat ini trafik penerbangan Soekarno-Hatta terus meningkat, mencapai 69 pesawat per jam. “Sejak dibentuk Perum Navigasi, tingkat penerbangan melonjak, dari sebelumnya hanya 60 pesawat per jam,” ujar Dahlan.

Selain memperkuat landasan, nantinya bagian kanan dan kiri landasan atau enam meter dari sayap akan dikeraskan sehingga bisa mendukung operasional pesawat berbadan berbadan besar. Terkait pendanaan, Dahlan mengatakan akan menjadi biaya AP II, yang akan disetujui pemegang saham.

Redaktur : Nidia Zuraya
Sumber : Antara

republika.co.id/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: